SOAL BANKEUDES. Komisi A DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan Dinas PMD Kabupaten Wonogiri membahas Bankeudes dan BUMDes pada Jumat (19/8/2022) lalu. (foto rahmat yasir widayat)
WONOGIRI – Komisi A DPRD Provinsi Jateng berharap bantuan keuangan desa (bankeudes) dari pemerintah provinsi tetap fokus untuk pembangunan desa. Penegasan itu disampaikan Anggota Komisi A, Muhammad Yunus, saat berdiskusi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Wonogiri, baru-baru ini.
Sebagai informasi, dalam pemberian bantuan, digunakan 2 skema yang pertama skema prestasi untuk BUMDes berkembang dengan baik. Dan, kedua dengan skema regulasi untuk menciptakan peluang BUMDes bekerjasama dengan pihak ketiga.

“Untuk distribusi bantuan kepada BUMDes, Provinsi Jateng memiliki dua cara yaitu lewat prestasi dan regulasi. Prestasi untuk BUMDes yang memang menunjukkan perkembangan usahanya, sedangkan regulasi agar BUMDes mampu bekerjasama dengan pihak ketiga. khususnya dalam hal bantuan modal,” ucap Yunus.
Senada, Soenarno mengatakan penyaluran bankeudes dan pengelolaan BUMDes selama ini diapresiasi. Menurut dia bantuannya sudah terdistribusi dengan baik.

“Bankuedes tentu sudah kami apresiasi. Memang, pada tahun ini harus lebih baik dari pada tahun sebelumnya. Bantuan sudah disalurkan dengan baik, meskipun masih ada beberapa kendala. Untuk desa wisata, kami bersedia membantu jika wisata itu harus dikelola dengan baik sehingga menjadi desa wisata yang lebih maju lagi,” kata Soenarno.
Mendengarnya, Kepala Dinas PMD Kabupaten Wonogiri Antonius Purnama Adi mengakui permasalahan yang ada di lapangan yakni terkendala menggali potensi untuk dijadikan sebagai unit usaha. Khususnya, di daerah yang tidak memiliki sumber daya alam. (rafdan/ariel)








