Komisi E Pantau Perkembangan PPSA Karanganyar

1657604410801

BAHAS PANTI. Komisi E DPRD Provinsi Jateng memantau perkembangan Panti Pelayanan Sosial Anak (PPSA) Tawangmangu pada Selasa (12/7/2022) lalu. (foto teguh prasetyo)

KARANGANYAR – Komisi E DPRD Provinsi Jateng memantau perkembangan Panti Pelayanan Sosial Anak (PPSA) Tawangmangu, baru-baru ini. Saat bertemu Komisi E, dalam sambutannya, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jateng Harso Susilo menyampaikan saat ini ada 56 panti dan 10 diantaranya merupakan panti anak. 

Termasuk, Panti Asuhan Anak Tawangmangu yang kini melayani 75 anak. Dari pelayanannya, diprioritaskan anak yatim piatu, anak terlantar, dan anak-anak dari keluarga kurang mampu. 

“Ini saya pastikan sudah mendapatkan pendampingan semuanya dan sudah dikunjungi semuanya. Mereka layak untuk masuk di panti anak ini,” jelasnya. 

Ia menjelaskan, dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), ada 170 anak yang masuk SMA/SMK seluruh Jateng. Dari jumlah tersebut, 157 anak di SMA/SMK Negeri dan 13 anak di swasta. Sementara itu, di PPSA Tawangmangu ini ada 25 anak yang masuk jenjang SMA/SMK.

“Karena memang kuotanya sudah masuk afirmasi, anak panti yaitu 2 persen. Itu sedikit, kalau kapasitas sekolah 200 misalnya, maka 2 persen cuma 6 anak. Sedikit sekali, padahal kalau di sini misalnya 25 anak. Jadi disebar tidak hanya yang deket tapi yang jauh juga seperti di Karanganyar,” jelasnya.

Karena lokasi sekolah jauh, maka biaya transportasi menjadi kendala. Mengingat biaya pulang-pergi ke sekolah membutuhkan Rp 12.000, sementara indeks transportasi saat ini hanya Rp 5.000. 

“Saat ini sedang kita kaji kembali indeksnya, sekarang kami akui masih Rp. 5.000 per anak untuk transportasi belum menutup untuk transportasi disini. Kami juga sudah koordinasi dengan dinas pendidikan provinsi bisakah ngakses beasiswa miskin untuk anak panti,” jelasnya.

Selain itu, permasalahan pegawai Non-PNS juga menjadi kendala, mengingat adanya SE MenPAN RB bahwa pada 2023 semua honorer dan non-PNS dihapuskan. Sehingga, jika tidak ada kebijakan lebih lanjut, maka per Desember 2022 tidak bisa memperpanjang kontrak. 

“Semoga ini ada kebijakan lebih lanjut dari pemerintah pusat dan provinsi. Yang punya UPT ini kelabakan. Karena, dinas sosial tidak bisa diganti dengan IT,” jelasnya.

Menanggapinya, Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jateng Abdul Hamid menyampaikan pihaknya memang ingin melihat secara langsung daya tampung, kapasitas, dan layanan yang ada di PPSA Tawangmangu tersebut. Terutama dari sisi fasilitasi, penanganan dan juga pasca itu adalah output dan outcome yang sudah dialami PPSA Tawangmangu.

“Sehingga, gambaran Pak Harso tadi 10 panti sosial anak dari 56 panti yang ada di Jateng merupakan tanggungjawab pemerintah propinsi. Harapannya, progres ini harus bisa kita dapatkan. Artinya, dari tahun ke tahun, sisi kemajuan itu bisa menjadi satu ukuran bahwa kita kerja,” jelas Anggota Fraksi PKB itu.

Ia menambhakan, mengenai PPDB yang kuotanya 2% afirmasi, tidak masalah sekolah di negeri atau swasta selama menjadi tanggungjawab pemerintah. Mengingat sekolah swasta sekarang juga sudah berkembang baik dan mampu bersaing.

“Tapi harus cucuk. Pemerintah harus membiayai kebutuhan yang ada. Itu logika yang sebelahnya. Sehingga, harapannya nanti sisi fasilitasi kita bisa menyesuaikan dari kebutuhan kemampuan dan satuan harga. Kalau masih Rp 5.000 di transportnya, maka njenengan pengajuan minimal di Rp 12.000. Kalaupun nanti sisa, pasti akan dikembalikan,” jelasnya.

Sementara, Kepala PPSA Tawangmangu Agus Priyanta menyampaikan pelayanan menyasar kepada anak yatim piatu dan anak dari keluarga tidak mampu. Data penerimaan hingga saat ini jumlahnya 75 anak, 42 putra dan 33 putri. Dari total 75 anak itu, ada 13 anak di SD, 17 anak di SMP, 40 anak di SMK, dan 5 anak di SMA. 

“Daerah asal anak, 37 anak dari Kabupaten Karanganyar, 14 anak dari Sragen, 8 anak dari Magelang, 5 anak dari Klaten, 2 anak dari Sukoharjo, 3 anak dari Wonogiri, 3 anak dari Purworejo, 2 anak dari Boyolali, dan 1 anak dari Kota Semarang,” papar Agus. (teguh/ariel)

Berita Terkait

  • PJU Ngadirojo-Jatipuro Selesai Sebelum Lebaran

    WONOGIRI – Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Hadi Santoso berharap pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di Ruas Jalan Ngadirojo–Jatipuro selesai sebelum lebaran 2019. Hal itu mengingat ruas jalan tersebut merupakan titik rawan kecelakaan dan kriminalitas.

  • Bapemperda Dorong Penguatan Fungsi Koperasi & UMKM

    SRAGEN – Guna memberikan payung hukum yang sesuai bagi pelaku koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Bapemperda Prov Jateng melakukan diskusi dengan pegiat koperasi dan UMKM di Sendang Kun Gerit, Kabupaten Sragen, Rabu (31/7/2024). Kegiatan itu bertujuan untuk memberikan dan memfasilitasi para pelaku usaha kecil agar memiliki landasan hukum yang kuat dalam menjalankan usahanya.

  • Sukirman Dorong Mahasiswa Jadi Insan Milenial Tangguh & Berkarakter

    SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Sukirman menghadiri kegiatan pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru (PKKMB) Universitas Negeri Semarang (Unnes) 2020, yang dilaksanakan secara online/ dalam jaringan (daring) melalui aplikasi Zoom di Gedung Rektorat Unnes, Gunung Pati Kota Semarang, Minggu (6/9/2020). Kegiatan yang disiarkan langsung (live streaming) di aplikasi YouTube itu mengambil tema ‘Membangun Insan Berkarakter untuk Indonesia Maju 2020’.

  • Dipantau, Bantuan PLTS Rooftop di Lingkungan Industri

    SLAWI – Komisi D DPRD Provinsi Jateng mengapresiasi pemasangan bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di rooftop Koperasi Manufaktur Indonesia di Kawasan Lingkungan Industri Kecil (LIK) Kelurahan Dampyak Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal. Karena, pemasangan bantuan PLTS tersebut sudah sesuai spesifikasi.

  • DPRD Banten Gali Informasi soal Perencanaan Kegiatan Dewan

    GALI INFORMASI. Pimpinan DPRD Provinsi Jateng berdiskusi bersama Banmus DPRD Provinsi Banten di Gedung Berlian, Jumat (17/12/2021), membahas penyusunan perencanaan kegiatan kedewanan. (foto soni dinata) GEDUNG BERLIAN – Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Provinsi Banten tertarik mempelajari penyusunan perencanaan kegiatan di Gedung Berlian….