KULIAH UMUM : Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM RI Moh Mahfud MD menyampaikan materi kuliah umum di Auditorium Ir Widjatmoko Universitas Semarang (USM), Rabu (20/11/2021).(foto: ervan ramayudha)
SEMARANG – Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM RI Moh Mahfud MD menyampaikan materi kuliah umum dalam Stadium Generale “Peranan Perguruan Tinggi dalam Memperkuat Wawasan Kebangsaan di Masa Pandemi” di Auditorium Ir Widjatmoko Universitas Semarang (USM), Rabu (20/11/2021).

Menjadi moderator acara tersebut Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi. Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono selain menjadi tamu undangan juga turut menjadi peserta kuliah umum.
Di hadapan mahasiswa baru serta tamu undangan para dekan Fakultas Hukum dari sejumlah perguruan tinggi di Jateng, Mahfud menyampaikan wawasan kebangsaan sangat penting untuk menjadi bekal kepada para generasi muda dalam menjaga NKRI.
Sekarang ini pragmatisasi, politik kepentingan bercampur menjadi satu. Dia mencontohkan pandemi Covid-19 sekarang ini saja menjadi sebuah pertentangan di tengah masyarakat. Pada sebuah kondisi ada upaya membatasi mobilitas supaya dapat hidup sehat dan terhindari dari pandemi.

Di sisi lain, ada kondisi kita harus berjuang untuk dapat memenuhi hak-hak dasar warga negara dengan cara mempertahankan mobilitas warga. Hal tersebut menjadi sebuah dilema kehidupan yang tentu tidak sederhana bagi sebuah Negara termasuk Indonesia.
“Dalam kaitan inilah peran serta lembaga pendidikan tinggi tempat para ilmuwan sangat dibutuhkan dalam memperkuat wawasan kebangsaan, khususnya di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.” Ungkap Mahfud MD.
Mahfud MD menambahkan, salah satu tantangan yang dihadapi dalam menjaga keberlanjutan sebuah bangsa adalah dengan membangun jiwa anak bangsa. Keberhasilan dalam membangun jiwa anak bangsa yang dapat memahami dan mencintai bangsa dan negaranya sendiri merupakan salah satu kunci dalam menjaga keberlangsungan negara.
“Kekuatan negara akan keropos jika anak bangsanya sendiri belum memahami dan mencintai bangsa dan negaranya,” ucapnya.
Oleh karena itulah, perlu ada upaya yang konsisten dan berkelanjutan dalam memberikan serta meningkatkan pemahaman tentang kebangsaan atau wawasan kebangsaan terhadap generasi muda.
“Sumpah Pemuda menjadi sebuah contoh bersatunya berbagai elemen bangsa tanpa memandang perbedaan suku, agama dan etnis. Saat inilah perlu membangun kembali semangat Sumpah Pemuda guna menjawab keraguan akan wawasan kebangsaan kita,” ucapnya.
Usai mengikuti acara itu Ferry Wawan Cahyono merasa wawasan kebangsaan menjadi sebuah tantangan yang harus dijawab bersama semua elemen bangsa untuk menyepakati kembali arti wawasan kebangsaan.(ervan/priyanto)








