Sarpras SMA/SMK di Magelang Cukup Baik

01 Kom E SMAN MAGELANG

PANTAU SEKOLAH. Komisi E DPRD Jateng saat memantau peningkatan sarpras di SMAN 2 Kota Magelang, Senin (26/8/2019), didampingi Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII. (foto ariel noviandri)

MAGELANG – SMAN 2 Kota Magelang menjadi sasaran dalam kegiatan monitoring sarana prasarana (sarpras) SMA/SMK yang dilakukan Komisi E DPRD Jateng. Saat bertemu dengan Sekretaris Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII M. Zubaidi dan Kepala SMAN 2 Kota Magelang Agung Mahmudi Ariyanto bersama jajarannya, Senin (26/8/2019), terungkap masih ada kendala dalam peningkatan sarpras.

Agung Mahmudi Ariyanto. (foto ariel noviandri)

Seperti dikatakan Agung Mahmudi Ariyanto, saat ini masih ada kekurangan fasilitas di sekolah yakni tidak adanya aula atau ruang pertemuan. Selain itu, masih ada beberapa ruangan yang atapnya mengalami kebocoran di saat musim penghujan.

“Memang, kami masih menghadapi kekurangan tersebut. Meski begitu, kami tetap berusaha untuk meningkatkan prestasi siswa,” kata Agung.

M. Zubaidi. (foto ariel noviandri)

Sementara secara prestasi, M. Zubaidi menilai sekolah di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII yang meliputi Kabupaten/ Kota Magelang, Purworejo, dan Temanggung sudah sangat baik. Menyinggung PPDB online sistem zonasi, kata dia, pelaksanaannya sudah berjalan dengan lancar. Soal sarpras sekolah di pinggiran wilayah, pihaknya berupaya untuk memenuhi setiap kekurangan yang ada di sekolah tersebut.

Jamaludin. (foto ariel noviandri)

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi E DPRD Jateng Jamaludin menjelaskan kegiatan monitoring yang sedang dilakukan Dewan saat ini sebenarnya tidak hanya soal sarpras tapi juga pengawasan kesejahterasn guru dan pegawai di sekolah. Karena, menurut dia, selama ini masih ada tenaga pendidik SMA/SMK di pinggiran wilayah yang kesejahteraannya masih rendah.

(dari kiri-kanan) Anggota Komisi E DPRD Jateng Sumarsono, Adi Rustanto,
dan Endrianingsih Yunita. (foto ariel noviandri)

“Untuk itu, kami (Komisi E) berupaya agar kesejahteraan meningkat dengan adanya kenaikan gaji guru dan honorer,” kata Jamal. (ariel/priyanto)

Gedung SMAN 2 Kota Magelang. (foto ariel noviandri)

Info Lainnya

  • Perlu, Penguatan Pengawasan Pesantren Ramah Perempuan & Anak

    JAKARTA – Meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan pesantren menjadi alasan Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendatangi Kantor Kementerian Agama RI, Kamis (23/7/2026). Langkah itu ditempuh untuk memastikan kebijakan perlindungan santri tidak berhenti pada regulasi tapi benar-benar berjalan efektif di setiap pesantren.

  • Destinasi Wisata Terintegrasi Potensi Alam Perlu Diperbanyak

    BANDUNG – Provinsi Jateng membutuhkan model pengelolaan destinasi wisata yang mampu mengintegrasikan potensi alam, masyarakat, dan investasi agar mampu bersaing dengan daerah lain. Untuk itu, Komisi B DPRD Provinsi Jateng memilih mempelajari pengelolaan Floating Market Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (23/7/2026), yang dinilai berhasil mengembangkan wisata berbasis perairan secara berkelanjutan

  • Dikonsultasikan, Dana Cadangan Pilkada ke Kemendagri

    JAKARTA — Komisi A DPRD Provinsi Jateng mewanti-wanti potensi ledakan anggaran pada gelaran Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2029. Mengacu pada pengalaman sebelumnya, total kebutuhan dana untuk menyokong pesta demokrasi lima tahunan di Jateng diperkirakan tembus hingga Rp 2,2 triliun.  

  • Penting, Akuntabilitas Tata Kelola Pemerintah Desa

    SEMARANG — Komisi A DPRD Provinsi Jateng mendorong pemerintah desa di seluruh Jateng untuk memperbaiki tata kelola perencanaan dan evaluasi anggaran desa. Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jateng Putro Negoro Rekthosetho menegaskan bahwa indikator keberhasilan pembangunan nasional sangat ditentukan sejauh mana pemdes mampu mengelola anggarannya secara terbuka dan berintegrasi.