Rukma Sapa Warga dalam ‘Open House’ Pemprov Jateng

1

TEMU WARGA. Rukma Setyabudi bertemu dengan masyarakat dalam acara Halal Bihalal di Kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan Nomor 9 Kota Semarang, Senin (10/6/2019). (foto rahmat yasir widayat)

GUBERNURAN – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar acara Halal Bihalal dan Open House di Kantor Gubernur Jalan Pahlawan Nomor 9 Kota Semarang, Senin (10/6/2019). Acara itu digelar pada saat hari pertama kerja dan terbuka untuk masyarakat umum.

Rukma Setyabudi saat menyalami anak-anak yang hadir dalam acara Halal Bihalal di Kantor Gubernur.
(foto rahmat yasir widayat)

Tujuan digelarnya acara tersebut yakni untuk menjalin silaurahmi antara masyarakat, aparatur sipil negara (ASN), dan para pejabat di lingkungan Pemprov Jateng. Selain Gubernur dan Wakil Gubernur bersama istri, turut hadir Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi, Wakapolda, dan Pangdam IV/ Diponegoro serta pemimpin daerah di kabupaten/ kota di Jawa Tengah.

Rukma Setyabudi dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.
(foto rahmat yasir widayat)

Halal Bihalal tersebut disambut dengan penuh antusias dari segala elemen masyarakat yang hadir. Dari masyarakat biasa, komunitas penyandang difabel, ibu-ibu rumah tangga, pedagang, petani dan lain sebagainya. Suasana semakin meriah saat masyarakat yang hadir itu makan bersama dengan para pamong-pamongnya di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama istri, Atiqoh, saat bersalaman dengan Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono. (foto rahmat yasir widayat)

Pada kesempatan itu, Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi tampak ramah menyapa seluruh masyarakat yang hadir dalam acara open house tersebut. “Sangat bagus, acara itu dapat menjalin silaturahmi antara pejabat negara dan masyarakat. Semuanya membaur seperti tidak ada jarak. Mari tingkatkan persahabatan dan persatuan,” kata Politikus PDI Perjuangan itu, didampingi Wakil Ketua DPRD Ferry Wawan Cahyono. (amin/ariel)

Info Lainnya

  • Perlu, Penguatan Pengawasan Pesantren Ramah Perempuan & Anak

    JAKARTA – Meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan pesantren menjadi alasan Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendatangi Kantor Kementerian Agama RI, Kamis (23/7/2026). Langkah itu ditempuh untuk memastikan kebijakan perlindungan santri tidak berhenti pada regulasi tapi benar-benar berjalan efektif di setiap pesantren.

  • Destinasi Wisata Terintegrasi Potensi Alam Perlu Diperbanyak

    BANDUNG – Provinsi Jateng membutuhkan model pengelolaan destinasi wisata yang mampu mengintegrasikan potensi alam, masyarakat, dan investasi agar mampu bersaing dengan daerah lain. Untuk itu, Komisi B DPRD Provinsi Jateng memilih mempelajari pengelolaan Floating Market Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (23/7/2026), yang dinilai berhasil mengembangkan wisata berbasis perairan secara berkelanjutan

  • Dikonsultasikan, Dana Cadangan Pilkada ke Kemendagri

    JAKARTA — Komisi A DPRD Provinsi Jateng mewanti-wanti potensi ledakan anggaran pada gelaran Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2029. Mengacu pada pengalaman sebelumnya, total kebutuhan dana untuk menyokong pesta demokrasi lima tahunan di Jateng diperkirakan tembus hingga Rp 2,2 triliun.  

  • Penting, Akuntabilitas Tata Kelola Pemerintah Desa

    SEMARANG — Komisi A DPRD Provinsi Jateng mendorong pemerintah desa di seluruh Jateng untuk memperbaiki tata kelola perencanaan dan evaluasi anggaran desa. Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jateng Putro Negoro Rekthosetho menegaskan bahwa indikator keberhasilan pembangunan nasional sangat ditentukan sejauh mana pemdes mampu mengelola anggarannya secara terbuka dan berintegrasi.