BAHAS PILKADA. Komisi A DPRD Provinsi Jateng saat berkunjung ke Kantor Bupati Rembang untuk memperkaya informasi dalam rangka penyusunan Raperda tentang Pembentukan Dana Cadangan Pilgub Jateng 2024, Senin (12/10/2020). (foto ariel noviandri)
REMBANG – Komisi A DPRD Provinsi Jateng berkunjung ke Kantor Bupati Rembang untuk memperkaya informasi dalam rangka penyusunan Raperda tentang Pembentukan Dana Cadangan Pemilihan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah (Pilgub) Provinsi Jateng 2024, Senin (12/10/2020). Saat berdialog, Pejabat Sementara (Pjs.) Bupati Rembang Imam Maskur mengaku sangat mendukung adanya raperda tersebut.

Ia mengusulkan, dalam salah satu pasal, tercantum subsidi dari pemprov untuk kabupaten/ kota yang menyelenggarakan pilkada. Hal itu mengingat kemampuan anggaran di APBD kabupaten/ kota sangat terbatas sehingga butuh dukungan anggaran dari pemprov.
“Untuk daerah-daerah yang APBD-nya dalam kondisi ‘sedang’, bisa dibantu subsidi anggaran pilkada dari provinsi,” katanya dihadapan Komisi A sembari menambahkan, “kami akan membentuk Dana Cadangan untuk periode pilkada mendatang.”

Soal kesiapan gelaran Pilbup Rembang 2020, pihak penyelenggara sudah mewajibkan penerapan protokol kesehatan bagi petugas di lapangan. Termasuk, penggunaan teknologi informasi dalam upaya sosialisasi pilbup kepada masyarakat.
Mendengar hal itu, Ketua Komisi A DPRD Provinsi Muhammad Saleh mengatakan semua usulan dan masukan daerah terkait Raperda Dana Cadangan Pilgub 2024 tetap ditampung. Karena, raperda itu nantinya bisa menjadi contoh untuk kabupaten/ kota dalam penyelenggaraan pilkada.
“Dalam penyelenggaraan pilgub, dananya berkisar Rp 1 hingga 1,4 triliun. Angka itu jika dianggarkan dalam 1 tahun anggaran sangat memberatkan APBD Jateng. Oleh karena itu, raperda inisiatif Komisi A tersebut disusun untuk mengatur secara bertahap anggaran pilgub sehingga nanti saat penyelenggaraannya ada kecukupan dana,” jelas Saleh.

Mengenai Pilbup Rembang 2020, ia berharap semua tahapan dapat berjalan dengan baik, mengingat hanya ada 2 pasangan calon (paslon). Menurut dia 2 paslon itu sangat mempengaruhi suhu politik di daerah.
“Dengan adanya 2 paslon, hawanya nanti kemungkinan ‘hangat’ sehingga butuh kesiapan matang,” sarannya.
Ditambahkannya, “protokol kesehatan perlu diperhatikan. Harapan kami, semua pihak tetap menjaga protokol kesehatan agar pilkada berjalan dengan baik.” (ariel/priyanto)
penyusunan Raperda Dana Cadangan
Pilgub Jateng 2024 ke Kabupaten Rembang








