Operasional BRT TransJateng Purwokerto-Purbalingga Dipantau

PANTAU BRT. Komisi D DPRD Provinsi Jateng memantau operasional BRT Trans Jateng Koridor Purwokerto-Purbalingga, baru-baru ini, di Terminal Bus Bulupitu Purwokerto Kabupaten Banyumas. (foto bintari setyawati)
PURWOKERTO – Komisi D DPRD Provinsi Jateng memantau operasional Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng Koridor Purwokerto-Purbalingga, baru-baru ini. Pantauan itu dilakukan di Terminal Bus Bulupitu Purwokerto Kabupaten Banyumas.
Saat berdiskusi dengan Dishub Provinsi Jateng, Wakil Ketua Komisi D Hadi Santoso mengungkapkan bahwa pelayanan dan operasional Trans Jateng di Purwokerto merupakan koridor yang terbaik.

“Koridor Trans Jateng Purwokerto merupakan koridor yang terbaik dengan cakupan sampai 98 persen. Harapannya, itu akan terus diperbaiki pelayanannya supaya lebih baik sehingga mampu meningkatkan PAD,” harapnya.
Menanggapinya, Kasubag Tata Usaha Balai Transportasi Dishub Provinsi Jateng Bambang didampingi Koordinator I Barlingmascakep Rute Purwokerto-Purbalingga Yon Sukma menjelaskan bahwa Bis Trans Jateng di Purwokerto kini sudah mampu bekerjasama dengan pihak ketiga untuk branding.

“Trans Jateng koridor Purwokerto-Purbalingga sudah bekerjasama dengan PT. Factory untuk branding bis. Selain itu, PT. Factory juga sudah menyediakan beberapa halte untuk bis Trans Jateng,” ungkapnya.
Sebagai informasi, Bus Trans Jateng Purwokerto-Purbalingga launching sejak 13 Agustus 2018. Pada 2022 ini, rata-rata load factor harian adalah 70% atau sebanyak 3.059 orang/hari. Operasional Trans Jateng rute Purwokerto-Purbalingga via Pasar Pon beroperasional 365 hari dengan jarak tempuh Bulupitu-Bukateja 28 km dan Bukateja-Bulupitu 39 km.

Tercatat, ada 14 armada bus dengan spesifikasi bus high entry dengan 73 petugas. Jam operasional pemberangkatan awal 05.15 WIB dan pemberangkatan akhir 18.00 WIB dari Terminal Bulupitu dan 17.35 WIB dari Terminal Bukateja.
Untuk tarif, penumpang umum dikenakan Rp 4.000/orang dan pelajar/buruh/veteran Rp 2.000 per orang. Bus Trans Jateng juga memiliki 60 unit halte portabel untuk titik naik turun penumpang. (bintari/ariel)






