Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak β mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah.
PERIODE DATA
21 September 2026 β 27 September 2026
Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan
Cakupan Media
Tipe mainstream media yang dianalisis dalam laporan ini meliputi: Media online, Media cetak, dan TV.
Tujuan Laporan
Laporan ini bertujuan mengukur keberhasilan komunikasi dan kegiatan DPRD Jawa Tengah di media mainstream sebagai bahan evaluasi dan pengembangan strategi komunikasi.
Pengukuran dilakukan dengan memberikan gambaran mengenai topik-topik utama yang menjadi perhatian media terkait DPRD Jawa Tengah, serta melihat sebaran pemberitaan berdasarkan kanal media.
Kemudian menganalisis sentimen pemberitaan mengenai DPRD Jawa Tengah dan entitas lain yang muncul dalam pemantauan, sekaligus mengidentifikasi potensi isu krisis maupun informasi penting yang perlu mendapat perhatian.
Serta mengidentifikasi media dan penulis/jurnalis (authors) yang memberitakan DPRD Jawa Tengah, termasuk melihat kecenderungan sentimen pemberitaan yang dihasilkan.
Memetakan isu, tokoh, program, dan aktivitas DPRD Jawa Tengah yang memperoleh eksposur media paling besar sebagai bahan evaluasi efektivitas komunikasi publik.
Ringkasan Eksekutif Pemberitaan DPRD Jawa Tengah
DPRD Jawa Tengah tercatat memperoleh 110 pemberitaan selama periode pemantauan. Eksposur didominasi media online sebanyak 104 artikel (94,55%), disusul media cetak sebanyak 6 artikel (5,45%), sementara media televisi tidak mencatat pemberitaan terkait DPRD Jawa Tengah.
Dari sisi sentimen, pemberitaan menunjukkan dominasi sentimen positif sebesar 86,36% (95 artikel), sedangkan sentimen netral sebesar 13,64% (15 artikel). Tidak terdapat pemberitaan yang masuk kategori negatif dalam data pemantauan.
Isu positif dengan eksposur tertinggi berkaitan dengan Raperda Pelayanan Publik yang didorong Sumanto, dengan 9 artikel. Pemberitaan tersebut menyoroti agenda legislatif dan upaya peningkatan kualitas pelayanan publik.
Tidak ditemukan topik negatif yang signifikan dalam 110 pemberitaan yang terpantau. Sementara itu, pemberitaan netral mencakup sejumlah isu aktivitas legislatif dan sosial DPRD, termasuk perubahan Perda Pajak dan pagelaran budaya.
Secara keseluruhan, pola pemberitaan selama periode pemantauan memperlihatkan eksposur DPRD Jawa Tengah yang kuat di media online dengan kecenderungan sentimen positif. Narasi yang muncul terutama berkaitan dengan aktivitas legislasi, pelayanan publik, serta kegiatan sosial dan budaya, tanpa adanya isu negatif yang memperoleh eksposur signifikan.
Puncak Pemberitaan Mingguan DPRD Jawa Tengah
Puncak pemberitaan terjadi pada 24 September, dengan 26 artikel. Lonjakan eksposur terutama didorong isu Raperda Pelayanan Publik yang disampaikan Sumanto, yang menjadi perhatian utama media pada hari tersebut.
Dinamika isu sepanjang pekan menunjukkan dominasi agenda legislatif. Pada awal pekan, pemberitaan menyoroti Pagelaran Wayang Kulit oleh Sumanto, kemudian perhatian media bergeser pada Perubahan Perda Pajak yang kembali muncul pada 23 dan 25 September. Secara keseluruhan, rangkaian isu terkait agenda legislasi yang diinisiasi Sumanto tercatat menghasilkan 35 artikel.
Menjelang akhir periode, fokus pemberitaan mulai bergeser dari agenda legislasi menuju isu kebijakan dan kegiatan sosial. Pada 26 September, pemberitaan mengenai tindak lanjut kasus oleh DPRD Jawa Tengah tercatat sebanyak 10 artikel, sedangkan kegiatan Bakti Sosial Partai Gerindra di Kudus menghasilkan 14 artikel pada 27 September. Pergeseran ini diikuti penurunan volume pemberitaan dibandingkan puncak eksposur pada 24 September.
Top 5 Pemberitaan Berdasarkan Sentimen DPRD Jawa Tengah
Tidak terdapat isu negatif dengan eksposur tinggi selama periode pemantauan. Dari lima isu dengan pemberitaan terbanyak, seluruhnya berada dalam kategori positif, sehingga tidak terdapat topik negatif yang menonjol secara kuantitas.
Raperda Pelayanan Publik oleh Sumanto menjadi isu positif dengan eksposur tertinggi, yakni 9 artikel. Isu ini diikuti Perubahan Perda Pajak oleh Sumanto sebanyak 8 artikel dan Pagelaran Wayang Kulit oleh Sumanto sebanyak 6 artikel.
Pemberitaan juga mencakup Bakti Sosial Partai Gerindra, serta Prasasta Gala Award 2026 yang dihadiri Sarif Abadillah, yang menunjukkan perhatian media tidak hanya pada agenda legislasi, tetapi juga aktivitas sosial dan respons terhadap persoalan publik.
Secara umum, lima isu utama memperlihatkan dominasi narasi positif, dengan perhatian media terutama tertuju pada agenda legislasi, pelayanan publik, kebijakan perpajakan, serta kegiatan budaya dan sosial. Pola tersebut menunjukkan bahwa eksposur DPRD Jawa Tengah pada periode ini lebih banyak dibentuk oleh aktivitas dan agenda yang memperoleh pemberitaan bernada positif.
Profil Pemberitaan Ketua DPRD Jawa Tengah
Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto tercatat dalam 31 artikel selama periode pemantauan. Pemberitaan didominasi sentimen positif sebesar 96,77% (30 artikel), sementara 3,23% (1 artikel) berada pada kategori netral. Tidak terdapat pemberitaan negatif terkait Sumanto.
Raperda Pelayanan Publik menjadi topik yang paling banyak mengangkat Sumanto, dengan 9 artikel, diikuti Perubahan Perda Pajak sebanyak 8 artikel dan Pagelaran Wayang Kulit sebanyak 6 artikel. Ketiga isu tersebut tercatat dengan sentimen positif dan memperlihatkan perhatian media terhadap agenda legislasi serta kegiatan budaya yang melibatkan Sumanto.
Kanal media yang paling banyak memberitakan Sumanto antara lain BERITAJATENG.TV, LINGKAR.NEWS, JATENG NEWS, dan JATENG POS. Keempat kanal tersebut menjadi sumber utama dari 31 artikel yang terpantau, dengan distribusi pemberitaan yang menunjukkan keterlibatan sejumlah media regional dalam mengangkat aktivitas Ketua DPRD Jawa Tengah.
Secara keseluruhan, eksposur Sumanto dalam pemberitaan selama periode pemantauan didominasi narasi positif, terutama melalui isu pelayanan publik, perpajakan daerah, dan kegiatan budaya.
Profil Pemberitaan Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah tercatat dalam 26 artikel, dengan seluruh pemberitaan berada pada kategori sentimen positif (100%). Tidak terdapat pemberitaan netral maupun negatif dalam data pemantauan periode ini.
Sarif Abadillah menjadi figur Wakil Ketua yang paling banyak diberitakan dengan 13 artikel, terutama terkait isu Prasasta Gala Awards 2026. Selanjutnya, Heri Pudyatmoko memperoleh 8 artikel terkait isu pemberdayaan perempuan, Mohammad Saleh sebanyak 4 artikel terkait pemberitaan mengenai Hasnuryadi Sulaiman dan Partai Golkar, serta Setya Arinugroho sebanyak 1 artikel mengenai keluhan petugas penjaga pintu air.
Kanal media yang menjadi sumber utama pemberitaan Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah meliputi INDORAYA NEWS, SUARA JATENG, dan JATENG VIVA. Ketiganya menjadi kanal yang cukup dominan dalam menyebarkan informasi terkait aktivitas dan isu yang melibatkan para Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah.
Secara keseluruhan, pemberitaan Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah pada periode pemantauan terkonsentrasi pada beberapa figur dan isu spesifik, dengan Sarif Abadillah menjadi figur yang memperoleh eksposur terbanyak. Seluruh pemberitaan yang terpantau tercatat dalam kategori positif.
Ringkasan Pemberitaan Pemprov Jawa Tengah
Pemprov Jawa Tengah tercatat memperoleh 704 artikel selama periode pemantauan. Eksposur didominasi media online sebanyak 650 artikel (92,33%), disusul media cetak 54 artikel (7,67%), sementara media televisi tidak mencatat pemberitaan. Dari sisi sentimen, pemberitaan didominasi positif sebesar 82,39% (580 artikel), diikuti netral 11,08% (78 artikel) dan negatif 6,53% (46 artikel).
Topik positif dengan eksposur tertinggi adalah Nonton Bareng Timnas Indonesia di Jateng, dengan 60 artikel. Pemberitaan mengangkat kegiatan nonton bersama dan antusiasme masyarakat dalam mendukung Timnas Indonesia.
Meskipun terdapat 46 artikel dengan sentimen negatif, data yang tersedia tidak menunjukkan adanya satu topik negatif yang menjadi isu dominan. Karena itu, eksposur negatif perlu dibaca sebagai kumpulan beberapa isu, bukan sebagai satu isu utama yang mendominasi pemberitaan Pemprov Jawa Tengah.
Topik netral utama tidak tercantum secara spesifik dalam data pemantauan. Secara keseluruhan, komposisi pemberitaan menunjukkan bahwa narasi positif menjadi sentimen dominan, dengan perhatian media yang cukup besar terhadap kegiatan publik, agenda pemerintahan, serta aktivitas yang melibatkan masyarakat.
Share of Voice Seluruh Wilayah
Pemprov Jawa Tengah menjadi entitas dengan Share of Voice (SOV) tertinggi, dengan 704 artikel atau sekitar 23% dari total 3.071 pemberitaan selama periode 14β20 September. Tingginya eksposur menunjukkan perhatian media yang besar terhadap aktivitas, kebijakan, dan agenda Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Eksposur berikutnya berasal dari DPRD DKI Jakarta sebanyak 543 artikel (18%), DPRD Jawa Timur 337 artikel (11%), DPRD Kabupaten Batang 320 artikel (10%), dan DPRD Jawa Barat 278 artikel (9%). Kelompok ini memiliki volume pemberitaan yang lebih tinggi dibandingkan DPRD Jawa Tengah.
DPRD Jawa Tengah tercatat memperoleh 110 artikel atau sekitar 4% dari total pemberitaan. Angka tersebut berada di bawah DPRD Bali (6%), DPRD Banten (5%), dan DPRD Kabupaten Pekalongan (5%), serta berada pada kisaran yang sama dengan DPRD Kabupaten Pemalang (4%) dan DPRD DIY (3%).
Dengan demikian, dalam perbandingan lintas wilayah, eksposur DPRD Jawa Tengah masih relatif terbatas, meskipun pemberitaannya sendiri menunjukkan dominasi sentimen positif. Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan antara kualitas/sentimen pemberitaan dan volume eksposur media yang perlu diperhatikan dalam evaluasi strategi komunikasi.
Pemantauan DPRD Kabupaten/Kota Terkait β Pekalongan, Pemalang, Batang
Kabupaten Batang mencatat volume pemberitaan tertinggi dengan 320 artikel, disusul Kabupaten Pekalongan 141 artikel, Kabupaten Pemalang 117 artikel, dan Kota Pekalongan 115 artikel. Dengan demikian, perhatian media paling besar dalam kelompok wilayah terkait berada pada DPRD Kabupaten Batang.
Dari sisi sentimen, Kabupaten Pekalongan menghadapi proporsi pemberitaan negatif paling besar, yakni 98 artikel negatif dari total 141 artikel. Sementara itu, Kota Pekalongan menunjukkan dominasi pemberitaan positif, dengan 89 artikel positif dan hanya 4 artikel negatif.
Tekanan negatif terbesar secara volume terjadi di Kabupaten Batang, dengan 188 artikel negatif. Isu Keracunan Makanan Program MBG menjadi pendorong utama, mencapai 154 artikel, sehingga isu tersebut menjadi perhatian terbesar dalam pemberitaan negatif di wilayah pemantauan.
Di Kabupaten Pekalongan, sentimen negatif terutama dipengaruhi isu Fadia Arafiq Dituntut 5 Tahun Penjara, dengan 55 artikel. Sementara di Kabupaten Pemalang, tekanan negatif relatif lebih rendah dengan 26 artikel, terutama terkait Dugaan Permainan Distribusi Solar Subsidi sebanyak 5 artikel.
Dari sisi sentimen positif, Kabupaten Batang mencatat 109 artikel positif, dengan isu Keracunan Makanan Program MBG menyumbang 31 artikel positif yang lebih banyak menyoroti perhatian dan upaya penanganan. Kota Pekalongan mencatat 89 artikel positif, terutama didorong isu Revitalisasi Perpustakaan di SKB Pekalongan sebanyak 9 artikel. Adapun Kabupaten Pemalang mencatat 70 artikel positif, dengan Penanaman Pohon oleh Linknet menjadi salah satu isu utama dengan 10 artikel.
Kanal media yang paling dominan dalam pemberitaan gabungan wilayah Batang, Pekalongan, dan Pemalang adalah RADAR PEKALONGAN – DISWAY.ID, DISWAY JATENG, dan KOMPAS – REGIONAL.
Pola pemberitaan menunjukkan karakter isu yang berbeda antarwilayah. Batang memiliki volume eksposur sekaligus tekanan negatif terbesar, terutama akibat isu MBG; Kabupaten Pekalongan memiliki proporsi negatif yang tinggi karena isu hukum; sedangkan Kota Pekalongan dan Kabupaten Pemalang lebih banyak ditopang pemberitaan positif terkait kegiatan publik dan sosial.
Pemantauan Percakapan DPRD Provinsi Lain β Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Bali, dan Banten
DPRD DKI Jakarta mencatat volume pemberitaan tertinggi dengan 543 artikel, disusul DPRD Jawa Timur 337 artikel, DPRD Jawa Barat 278 artikel, DPRD Bali 170 artikel, DPRD Banten 142 artikel, dan DPRD DI Yogyakarta 94 artikel. Komposisi ini menunjukkan perbedaan tingkat eksposur media yang cukup lebar antardaerah.
Dari sisi sentimen, DPRD Bali dan DPRD Banten memiliki proporsi pemberitaan positif yang relatif tinggi, masing-masing 41,18% dan 47,18%. Sementara itu, DPRD Jawa Timur memiliki proporsi pemberitaan negatif tertinggi, yakni 32,04%, menunjukkan adanya tekanan isu negatif yang lebih besar dibandingkan provinsi lain dalam pemantauan.
Tekanan negatif terbesar secara volume terdapat pada DPRD DKI Jakarta, dengan 146 artikel negatif. Isu Kekurangan Guru di Jakarta oleh Ghozi menjadi salah satu pendorong utama dengan 14 artikel. Berikutnya, DPRD Jawa Timur mencatat 108 artikel negatif, terutama terkait Fraksi Gerindra DPRD Jatim Soroti RAPBD sebanyak 13 artikel. DPRD Jawa Barat mencatat 57 artikel negatif, dengan isu Pemeriksaan KPK terhadap Jejen Sayuti sebanyak 7 artikel.
Dari sisi pemberitaan positif, DPRD DKI Jakarta juga mencatat volume tertinggi, dengan 220 artikel positif, terutama isu Wa Ode Herlina Dorong Tarif LRT sebanyak 19 artikel. DPRD Jawa Timur mencatat 145 artikel positif, dengan isu Saifudin Zuhri Minta Perlindungan Data Pribadi sebanyak 13 artikel. Sementara DPRD Bali memperoleh 70 artikel positif, terutama melalui isu Karya Melaspas di Pura Panti Pasek sebanyak 15 artikel.
Kanal media yang paling dominan dalam pemberitaan gabungan enam DPRD provinsi tersebut adalah RRI, TIMES – JATIM, MSN.COM, ANTARANEWS, dan DETIK, yang menjadi sumber utama penyebaran informasi terkait aktivitas dan isu DPRD di berbagai wilayah.
Percakapan media mengenai DPRD provinsi lain menunjukkan variasi yang cukup besar baik dari sisi volume maupun sentimen. DKI Jakarta memiliki eksposur terbesar sekaligus jumlah artikel negatif dan positif tertinggi secara absolut, sedangkan Jawa Timur mencatat proporsi sentimen negatif tertinggi. Di sisi lain, Bali dan Banten memiliki proporsi pemberitaan positif yang relatif lebih tinggi dalam data pemantauan.
Ringkasan Strategis Media Mainstream
Kesimpulan Keseluruhan
Kondisi pemberitaan DPRD Jawa Tengah pada periode 21β27 September 2026 menunjukkan eksposur sebanyak 110 artikel. Media online mendominasi dengan 104 artikel (94,55%), sementara media cetak mencatat 6 artikel (5,45%) dan tidak terdapat pemberitaan dari media televisi.
Dari sisi sentimen, pemberitaan didominasi Positive sebesar 86,36% (95 artikel), diikuti Neutral 13,64% (15 artikel). Tidak terdapat pemberitaan negatif dalam data pemantauan periode ini.
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa narasi pemberitaan DPRD Jawa Tengah lebih banyak terbentuk dari isu dan aktivitas dengan sentimen positif, terutama agenda legislasi, pelayanan publik, kebijakan daerah, serta kegiatan sosial dan budaya.
Sorotan Strategis
Puncak pemberitaan terjadi pada 24 September dengan 26 artikel, terutama didorong isu Raperda Pelayanan Publik oleh Sumanto. Isu tersebut menjadi salah satu agenda yang paling banyak memperoleh perhatian media selama periode pemantauan.
Tiga isu dengan eksposur positif tertinggi adalah Raperda Pelayanan Publik oleh Sumanto sebanyak 9 artikel, Perubahan Perda Pajak sebanyak 8 artikel, dan Pagelaran Wayang Kulit oleh Sumanto sebanyak 6 artikel. Pola ini menunjukkan perhatian media terhadap agenda legislasi serta aktivitas sosial dan budaya DPRD Jawa Tengah.
Dari sisi figur, Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto tercatat dalam 31 artikel, dengan 96,77% sentimen positif dan 3,23% netral. Sementara Sarif Abdillah menjadi figur Wakil Ketua dengan eksposur tertinggi, yakni 13 artikel, seluruhnya dengan sentimen positif.
Dalam konteks perbandingan lintas wilayah, DPRD Jawa Tengah memperoleh 110 artikel atau sekitar 4% dari total 3.071 pemberitaan. Volume ini masih berada di bawah sejumlah DPRD provinsi lain, sehingga terdapat ruang untuk meningkatkan eksposur media secara lebih konsisten.
Isu yang Perlu Dipantau
Isu polemik proyek geotermal Jawa Tengah perlu tetap dimonitor apabila kembali muncul dalam pemberitaan, khususnya terkait respons publik, aspek lingkungan, dan fungsi pengawasan DPRD. Pemantauan diperlukan untuk melihat perkembangan volume serta perubahan sentimen pemberitaan.
Raperda Pelayanan Publik oleh Sumanto perlu dikawal dari sisi perkembangan pemberitaan, mengingat isu ini menjadi topik dengan eksposur positif tertinggi. Informasi mengenai substansi kebijakan, manfaat bagi masyarakat, serta proses pembahasan dapat menjadi konteks penting dalam pemberitaan berikutnya.
Isu Sarif Abdillah Dorong UMKM Naik Kelas dapat terus dipantau untuk melihat perkembangan eksposur media dan narasi yang muncul, terutama terkait dukungan terhadap UMKM, stabilitas harga, daya beli masyarakat, dan kebijakan daerah.
Secara strategis, kesenjangan antara sentimen dan volume eksposur perlu menjadi perhatian. Pemberitaan DPRD Jawa Tengah memiliki komposisi sentimen yang positif, tetapi volume 110 artikel masih relatif kecil dibandingkan beberapa DPRD provinsi lain. Karena itu, evaluasi komunikasi tidak hanya perlu mempertahankan narasi positif, tetapi juga memperluas jangkauan isu dan kanal media secara konsisten.
Lampiran: Pemberitaan DPRD Jawa Tengah β Isu Utama
ISU 01 β Raperda Pelayanan Publik oleh Sumanto
Pemberitaan mengenai Raperda Pelayanan Publik yang diajukan H. Sumanto menyoroti upaya peningkatan kualitas dan akses layanan publik di Jawa Tengah. Isu ini mengemuka karena berkaitan dengan penguatan regulasi serta mekanisme pengaduan masyarakat untuk mendorong pelayanan yang lebih transparan dan akuntabel. Pemberitaan juga mencakup proses pembahasan rancangan perda beserta dukungan dan tantangan yang menyertainya.
ISU 02 β Perubahan Perda Pajak oleh Sumanto
Pemberitaan mengenai perubahan Peraturan Daerah Pajak menyoroti upaya DPRD Jawa Tengah menyesuaikan kebijakan perpajakan daerah untuk mendukung peningkatan pendapatan asli daerah. Sumanto diberitakan mengusulkan revisi perda, antara lain terkait kejelasan ketentuan dan objek pajak. Isu ini mendapat perhatian karena kebijakan pajak memiliki dampak langsung terhadap masyarakat dan pelaku usaha di Jawa Tengah.
ISU 03 β DPRD Jawa Tengah Minta Klarifikasi Geotermal
Pemberitaan menyoroti permintaan DPRD Jawa Tengah terkait rencana pengembangan proyek geothermal di Jawa Tengah. Ketua Komisi D DPRD Jateng Nur Saadah meminta pengembangan dihentikan apabila terbukti merugikan masyarakat. Isu ini juga menekankan kebutuhan sosialisasi dari Kementerian ESDM dan PLN kepada masyarakat yang berpotensi terdampak.
ISU 04 β Pagelaran Wayang Kulit oleh Sumanto
Ketua DPRD Jateng Sumanto menggelar pagelaran wayang kulit dengan lakon Songsong Tunggul Naga di Karanganyar. Pemberitaan menempatkan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya merawat budaya Jawa sekaligus memberikan ruang bagi dalang dan pelaku seni untuk berkarya. Wayang juga diposisikan sebagai media yang memuat pesan moral, filosofi kehidupan, serta pembelajaran kepemimpinan bagi masyarakat.
ISU 05 β Sumanto Dorong Keterwakilan Perempuan di Parlemen
Pemberitaan mengenai Sumanto menyoroti dorongan terhadap peningkatan keterwakilan perempuan di parlemen. Sumanto menekankan pentingnya partisipasi perempuan dalam proses pengambilan keputusan untuk menghasilkan kebijakan yang lebih inklusif dan representatif. Isu ini berkaitan dengan agenda peningkatan partisipasi perempuan dalam politik daerah.
ISU 06 β Kunjungan Andiniya Komalla
Kunjungan anggota DPRD Jawa Tengah Andiniya Komalla ke Kabupaten Semarang diberitakan dalam konteks peninjauan pelaksanaan pembangunan infrastruktur. Dalam kegiatan tersebut, Andiniya berdialog dengan masyarakat dan aparat setempat untuk menyerap aspirasi serta memantau pelaksanaan proyek. Kegiatan ini mencerminkan fungsi pengawasan DPRD terhadap pembangunan di daerah.






