PERTEMUAN BERSAMA : Komisi E DPRD Jateng melakukan pertemuan dengan Bupati dan Wabup Demak mengenai upaya vaksinasi.(foto : ervan ramayudha)
DEMAK – Komisi E DPRD Jateng tengah memantau pelaksanaan vaksinasi di sejumlah daerah. Kamis (24/2/2022), mereka berkunjung ke Demak dengan diterima langsung Bupati Eisti’anah dan Wakil Bupati Ali Makhsun beserta jajarannya di Ghradika Bakti Praja.

Wakil Ketua Komisi E Abdul Aziz mengutarakan, kunjungan itu bermaksud untuk mengetahui cakupan vaksinasi untuk dosisi I sampai III (booster). Secara keseluruhan, lanjut dia, cakupan vaksinasi di Jateng masih rendah.
“Kami dari Komisi E ingin mendapatkan informasi sampai berapa besar cakupan vaksinasi di Demak. Terlebih sekarang ini masuk PPKM level 3,” ucapnya selaku pimpinan rombongan.

Dalam sambutannya, Bupati Eisti’anah menjelaskan, kasus Covid-19 dalam beberapa hari ini ada kecenderungan naik. Mengenai vaksinasi, pihaknya bersinergi dengan Forkompinda untuk mempercepat vaksinasi. Harapannya ketersediaan vaksin untuk dosis I dan II tercukupi, dengan demikian pihaknya tinggal mempercepat upaya vaksinasi terutama di desa-desa.
Per 23 Februari 2021, untuk dosis vaksinasi tahap pertama di Demak telah mencapai 87,97 % dan vaksinasi tahap kedua telah mencapai 73,71%. Sementara untuk lansia, lanjut bupati, vaksinasi tahap pertama mencapai 72,99 % dan vaksinasi tahap kedua masih ada sekitar 1.200 lansia yang masih belum karena keterbatasan stok vaksin. Untuk vaksinasi dosis anak kita lakukan pertanggal 23 Feb. Kemarin dan telah mencapai 95,05% dan untuk vaksinasi tahap kedua dosis anak telah mencapai 77,16%.
“Jadi saat ini kendala yang ada di Demak adalah vaksinasi dosis kedua lansia. Demak sendiri saat ini masih 58,53% dan untuk mencapai level yang lebih rendah lagi kita harus diatas 60% dan inilah yang saat ini menjadi kendalan kita dan kami dari Pemkab Demak telah berkoordinasi dengan POLRI, TNI,” ucapnya.

Dalam sesi tanya jawab anggota Komisi E Messy Widiastuti menanyakan soal, bagaimana usaha yang telah dilakukan dalam mengatasi warga yang abai dan pengawasaannya seperti apa, untuk lansia yang indikator vaksinasinya telah mencapai 70% tapi masih banyak belum divaksin usaha nya seperti apa, penyebabnya apa yang menyebabkan hasil PCR seseorang terpapar Covid-19 Menjawab hal itu, Bupati menjelaskan, perihal pengawasan warga yang abai akan protokol kesehatan dengan gencar melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.(ervan/priyanto)








