BAHAS POSKESTREN. Muh. Zen dalam dialog di Studio TVRI Jateng, Jumat (12/11/2021), membahas poskestren selama pandemi. (foto humas)
SEMARANG – Meski pandemi mulai mereda, namun Program Jogo Tonggo di masyarakat masih perlu dijalankan sebagai langkah menghindari penyebaran Covid-19. Tak terkecuali di lingkungan pondok pesantren (ponpes), yang kini dibangun Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) agar disiplin protokol kesehatan (protkes) selalu dipatuhi.
Demikian disampaikan Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jateng Muh. Zen, saat dihubungi, Senin (15/11/2021). Dikatakannya, dalam acara Variety Show TVRI Jateng pada Jumat (12/11/2021) lalu dengan subtema ‘Menyiapkan Poskestren sebagai Bagian dari Kewaspadaan Kesehatan Santri, selama ini ponpes cukup disiplin menerapkan protkes.
“Soal pesantren, ada kearifan lokal disana, mulai dari kyai, guru, ustadz, dan para santrinya. Saya rasa semua sudah memenuhi standar kesehatan. Apalagi kalau sudah Poskestren,” katanya.

Ia mengaku sepakat dengan adanya Poskestren tersebut karena keberadaannya mampu menjaga sekaligus mendisplinkan semua pihak yang ada di ponpes. Dengan begitu, Program Jogo Tonggo secara otomatis bisa berjalan di setiap ponpes karena pada prinsipnya program itu saling menjaga satu sama lain.
“Mungkin, untuk menghindari penyebaran Covid-19, aturan protkes lebih diketatkan. Dari situ, semua bisa saling menjaga. Jaga kyai, jaga santri,” harapnya.
Soal Jogo Tonggo, ia menilai program tersebut masih layak untuk dijalankan masyarakat. Karena, program itu merupakan salah satu upaya membangun komunikasi yang baik antar masyarakat, mulai dari tingkat paling bawah hingga tingkatan atas.
“Dalam Jogo Tonggo itu, semua harus saling menjaga, saling mengingatkan, saling membantu, dan bergotong royong. Ada atau tidaknya Covid-19, program tersebut sangat baik,” ungkapnya. (ariel/priyanto)








