KUNJUNGAN KERJA. Jajaran Komisi D melakukan kunjungan kerja ke Kantor ESDM Pemprov DKI Jakarta, Kamis (27/6/2019).(Foto: Teguh Prasetyo)
JAKARTA – Ketua Komisi D DPRD Jateng Alwin Basri mendorong pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di tiap bubungan atap atau rooftop pada masing-masing gedung-gedung milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Hal ini untuk menindaklanjuti program pemerintah pusat telah menetapkan target pembaruan energi nasional dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2019 sampai dengan 2028 dimana EBT dipatok dengan angka 23 persen pada tahun 2025.
“Jawa tengah ditarget 23 persen energi terbarukan. Selain di instansi pemerintahan, PLTS Rooftop juga kami dorong dipasang di gedung sekolah yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi,” ujar politikus PDIP tersebut usai kunjungan ke Dinas ESDM Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kamis (27/6/2019).

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi D Hadi Santoso menyampaikan pemerintah provinsi Jawa Tengah sebenarnya sudah menerapkan PLTS Rooftop di Gedung Dinas ESDM , Bappeda, dan tahun ini akan dipasang di Gedung Berlian DPRD Jateng. Namun panel surya tersebut menggunakan sistem baterai, sehingga pembiayaannya cukup mahal.
“Ke depan akan kami dorong dengan sistem seperti di Pemprov DKI, yanitu dengan langsung dikonversikan ke jaringan PLN. Dengan itu, nanti listrik yang dihasilkan bisa menjadi pengurang biaya rutin pembayaran listrik kantor ke PT PLN,” jelas Hadi.
Politikus PKS itu menambahkan, selain rooftop panel surya pihaknya juga belajar dari Pemprov DKI mengenai pemanfaatan sampah sebagai potensi listrik. Pemerintah DKI saat ini sedang mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Dimana di DKI Jakarta dalam sehari menghasilkan 7.000 ton sampah yang nantinya akan dikonversikan menjadi listrik.
“Kami akan mendorong juga di Jateng, mengingat di Jateng juga sudah darurat sampah,” ungkapya.
Sebelumnya Kepala Bidang Energi dan Ketenagalistrikan Dinas Perindustrian dan Energi Provinsi DKI Jakarta Edward menyampaikan, pembangunan rooftop panel surya dalam rangka mendukung mendukung gas emisi. Selain iu juga mengingat setiap provinsi mempunyai kewajiban memenuhi 23 % energy terbarukan. Dengan memanfaatkan ruang yang ada yaitu gedung pemerintahan dijadikan PLTS Rooftop.
“Kebutuhan Listrik DKI mencapai 5500 Mega Watt, PLTS rooftop sekarang belum sampai 1 Mega Watt. Relatif kecil, tapi kita mengarah ke sana. Dalam Rpjmd kita targetkan 400 Kilowatts per tahun. Beberapa gedung yang sudah terpasang yaitu di gedung ini, gedung Dinas Ciptakarya, Gedung Balaikota, Gedung SMP 2 Jakarta, dan Kantor Gubernur. Tahun ini akan dibangun di 22 Gedung Sekolah,” jelasnya.
Edward menambahkan, Pemprov DKI juga sedang mengembangkan PLTSa yang nantinya mengubah 7.000 ton sampah per hari menjadi listrik. Jika semua bisa dikelola maka bisa menghasilkan 100 Mega Watt per hari. Gubernur sudah melakukan groundbreaking di beberapa tempat, namun saat ini masih terkendala aturan-aturan.
“Siapa yang memberikan kepastian, investor BEP (break event point) 15 tahun ke atas, sementara jabatan gubernur hanya 5 tahun,” jelasnya.(teguh/priyanto)







