SOAL KINERJA. Komisi C DPRD Provinsi Jateng berdiskusi bersama jajaran Bank Jateng Cabang Wonogiri, Rabu (13/3/2024), membahas soal kinerja keuangan. (foto setyo herlambang)
WONOGIRI – Pengelolaan dan perkembangan BUMD sektor keuangan masih menjadi perhatian utama Komisi C DPRD Provinsi Jateng. Hal itu mengingat pentingnya deviden untuk mendukung pendapatan asli daerah (PAD).
Kali ini, monitoring terhadap BUMD tersebut dilaksanakan di Bank Jateng Cabang Wonogiri. Saat bertemu dengan jajaran manajemen setempat, Komisi C mengapresiasi kinerja keuangan perusahaan.
Seperti dikatakan Pemimpin Bank Jateng Cabang Wonogiri Ratna Sulistyawati, Rabu (13/3/2024), aset, dana pihak ketiga (DPK), dan kredit mengalami perkembangan positif. Untuk aset, realisasi pada 2022 mencapai Rp 1,27 triliun dan naik menjadi Rp 1,32 triliun pada 2023.

Untuk DPK, pada 2022 terealisasi Rp 1,16 triliun dan naik lagi menjadi Rp 1,18 triliun pada 2023. Kredit pada 2022 mencapai Rp 1,72 triliun, kemudian meningkat menjadi Rp 1,87 triliun pada 2023.
“Dari capaian kredit itu, rasio NPL (non-performing loans/ kredit macet) masih terjaga. Pada 2022 rasio NPL mencapai 0,63 persen dan pada 2023 tercapai 1,50 persen,” kata Ratna.

Menanggapinya, Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jateng Riyono mengaku pencapaian Bank Jateng Cabang Wonogiri sudah bertumbuh dengan baik. Ia berharap Biro Perekonomian Setda Provinsi Jateng tetap mendampingi dan mengevaluasi semua BUMD sektor keuangan agar perkembangan setiap tahunnya semakin baik.
“Dengan begitu, BUMD semakin mampu memberikan kontribusi terhadap PAD Jateng,” harap Riyono. (azam/ariel)









