Warga Pertanyakan Proyek Jateng Valley

IMG 20211214 WA0031

SERAP ASPIRASI. Bambang Kusriyanto berdiskusi bersama Warga Susukan Ungaran Timur Kabupaten Semarang, baru-baru ini, membahas Proyek Jateng Valley yang belum berjalan. (foto humas)

SEMARANG – Hingga kini, Proyek Jateng Valley belum berjalan. Kondisi itu terlihat sejak peletakan batu pertama pada Agustus 2020 lalu sampai sekarang belum ada progres pembangunan yang berarti.

Hal tersebut mendapat perhatian dari Warga Kelurahan Susukan Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang. Karena, warga berharap keberadaan Jateng Valley itu nantinya dapat menjadi lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat setempat. 

Harapan warga tersebut disampaikan saat Kegiatan Reses Penyerapan Aspirasi Ketua DPRD Provinsi Jateng Bambang Kusriyanto, yang digelar di ‘Rumah Aspirasi’ miliknya di Susukan Kabupaten Semarang, baru-baru ini. Pada kesempatan itu, Imam selaku Ketua RT I RW 3 Kelurahan Susukan Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang mengakui banyak warga yang ingin menjadi pekerja di destinasi wisata berkonsep futuristik tersebut. 

“Kami mempertanyakan mengapa Proyek Jateng Valley yang sudah dilakukan ground breaking sejak lama tapi sampai sekarang belum selesai. Banyak warga ingin bekerja di Jateng Valley sehingga keberadaannya nanti bisa memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Imam.

Menanggapi hal itu, Bambang Kusriyanto mengatakan progres pembangunan Jateng Valley bergantung kepada investor. Jateng Valley tersebut dibangun di Wana Wisata Penggaron yang lahannya dimiliki Perhutani. 

“Ada konsorsium usaha yang menjadi investor untuk membangun Jateng Valley. Kami di DPRD Jateng tidak terlibat langsung dalam pembangunan Jateng Valley,” ujar pria yang akrab disapa Bambang Kribo itu.

Meski begitu, Bambang akan meminta Komisi B DPRD Provinsi Jateng untuk melakukan pantauan sejauh mana proyek tersebut berjalan. Dari situ DPRD bisa mengetahui persoalan yang dihadapi dalam proyek tersebut.

“DPRD Jateng akan memantau dan mencari tahu sejauh mana progresnya dan hambatan apa yang muncul sehingga pembangunannya belum banyak terlihat hasilnya,” kata politisi PDI Perjuangan itu.

Sebagai informasi, penandatanganan kerjasama proyek tersebut sudah dilakukan pada 12 Maret 2020. Peletakan batu pertama pembangunan Jateng Valley sendiri sudah dilakukan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pada 15 Agustus 2020 silam. 

Jateng Valley direncanakan berdiri di lahan seluas 372,88 hektare. Kemudian, Ganjar Pranowo kembali melakukan peletakan batu pertama fase pertama di 5 titik area Jateng Valley pada 6 Juni 2021. (ariel/priyanto)

Berita Terkait

  • Ditetapkan Lima Pimpinan DPRD Jateng 2019-2024

    GEDUNG BERLIAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jateng menetapkan lima pimpinan, terdiri satu ketua dan empat orang wakil ketua. Untuk Ketua DPRD dijabat Bambang Kusriyanto (PDI Perjuangan), dan empat wakil ketua yakni Sukirman (PKB), Heri Pudyatmoko (Gerindra), Ferri Wawan Cahyono (Golkar), dan Quatly Abdulkadir Alkatiri (PKS).

  • Telah Miliki Perda Perhubungan, Cirebon Jadi Rujukan DPRD Jateng

    CIREBON – Rombongan Komisi D DPRD Jateng melakukan kunjungan studi banding ke Kota Cirebon guna mendapatkan data dan informasi dalam penguatan materi perubahan Raperda No 1/2020 tentang Penyelenggaraan Perhubungan. DPRD Bersama Pemprov Jateng akan merevisi perda tersebut untuk disempurnakan menjadi Raperda Penyelenggaraan Perhubungan Provinsi Jawa Tengah.

  • Bahas Penghapusan Aset KMC Kartini 1

    GEDUNG BERLIAN – Menindaklanjuti surat dari gubernur mengenai permohonan persetujuan Kapal Motor Cepat (KMC) Kartini 1, Komisi C DPRD Provinsi Jateng menggelar rapat bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

  • FGD: Peran Pemuda sebagai Agen Perubahan

    UNGARAN – Pemuda sangat berperan membuat perubahan, baik positif maupun negatif, di tengah-tengah masyarakat. Untuk itu, DPRD Provinsi Jateng berharap perubahan yang dilakukan pemuda dapat bermanfaat besar bagi masyarakat.