Siswa SLB Solo Siap Terjun ke Dunia Kerja

A4B17679 F0CB 4CE8 8DCA E13D974C94FD

KUNJUNGI SLB. Komisi E DPRD Jateng saat berkunjung ke SLB Negeri Surakarta, Rabu (26/6/2019), membahas mengenai perkembangan anak-anak didik dan sarana/ prasarana sekolah. (foto dewi sekartaji)

SURAKARTA – Sekolah Luar Biasa (SLB) menjadi salah satu sekolah yang berperan penting untuk siswa yang berkebutuhan khusus. Karena disana tidak hanya mengajarkan Pendidikan formal saja, namun juga melatih keterampilan yang disiapkan untuk terjun ke dunia kerja.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Sekolah SLB Negeri Surakarta Sukamto, Rabu (26/6/2019), saat menerima kunjungan Komisi E DPRD Jateng. Pada kesempatan itu, ia mengatakan sebenarnya anak-anak berkebutuhan khusus mampu bersaing di dunia kerja.

Karena, kata dia, Banyak kelas yang diajarkan di SLB. Diantaranya kelas salon kecantikan, musik, melukis, menari, tata boga, dan kelas otomotif yang juga sudah terlaksana.

“Motto sekolah adalah ceria, mandiri, dan berprestasi,” kata bangga.

Selain itu, lanjut dia, SLB Negeri Surakarta mendapat apresiasi julukan ‘Sekolah Keren’ di tingkat nasional pada 2015. Julukan itu disandang mengingat banyaknya kelas yang diajarkan untuk siswa berkebutuhan khusus sehingga menjadikan siswa yang tuna menjadi luar biasa.

“Pada tahun ini, dari 13 yang lulus, sudah ada 8 siswa yang masuk dunia kerja dan salah satunya menjadi atlet Popda Jateng dengan keadaan tuna rungu,” jelasnya lagi.

Sementara, Kabid Dinas Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan Jateng Fatma Ningrum mengatakan pengembangan SLB itu tidak lepas dari keterlibatan Komisi E DPRD Jateng, terutama sektor pembangunan SDM. Tujuannya supaya anak-anak disabilitas juga bisa merasakan sekolah yang nyaman dan aman.

Mendengar penjelasan itu, Komisi E DPRD Jateng mengapresiasi segala upaya yang dilakukan SLB Negeri Surakarta untuk anak-anak yang berkebutuhan khusus. Harapannya, anak berkebutuhan khusus juga bisa ikut bersaing di dunia kerja dan mempunyai keterampilan khusus, terutama untuk bekal pada dirinya.

Anggota Komisi E DPRD Jateng Muh. Zen Adv juga mengakui banyak hal yang harus diperhatikan di SLB Negeri Surakarta. Khususnya, dari sisi sarana dan prasarana serta kesejahteraan gurunya.

“Karena mereka butuh pelayanan untuk masa depan, maka perlu adanya perencanaan untuk perkembangan ke depannya. Ini kebutuhannya memang real,” ungkapnya. (dewi/ariel)

Info Lainnya

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.

  • RAPAT PARIPURNA: Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal 

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (2/7/2026), Komisi E DPRD Provinsi Jateng memberikan penjelasan tentang Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal. Disampaikan oleh Anggota Komisi E, Jafar Shodiq, raperda itu didasarkan atas tingginya kontribusi tenaga kerja informal memberikan kontribusi besar dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran. 

  • Bahas Panti Sosial, Risiko Penularan TBC Disorot

    SURABAYA — Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendesak Pemerintah Provinsi segera membenahi standard operating procedure (SOP) dari pengelolaan panti rehabilitasi sosial. Pasalnya, penataan penanganan pasien dengan penyakit menular dinilai masih sangat longgar dan mengancam keselamatan penghuni panti lainnya.

  • Pengelolaan Aset Jalan Dapat Berkontribusi PAD

    YOGYAKARTA — Penyusunan Raperda tentang Standardisasi Penyelenggaraan Jalan Provinsi tidak hanya mengatur aspek teknis pembangunan dan pemeliharaan jalan tapi juga pemanfaatan aset jalan secara optimal. Komisi D DPRD Provinsi Jateng menilai pengaturan tersebut dapat menjadi instrumen baru untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).