PODCAST: Implementasikan Nilai Pancasila di Kalangan Muda

IMG

Bagus Suryokusumo. (foto r. ariel)

GEDUNG BERLIAN – Dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila, DPRD Provinsi Jateng menggelar acara podcast di Studio Berlian TV, Bagian Humas, Lantai 1 Gedung Berlian, Rabu (1/10/2025). Dalam acara itu, hadir Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jateng Bagus Suryokusumo sebagai narasumber utama.

Pada kesempatan tersebut, ia menilai nilai-nilai Pancasila perlu terus diimplementasikan masyarakat, terutama kalangan muda. Pasalnya, menurut dia, apabila nilai-nilai Pancasila itu tidak diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, maka ideologi bangsa akan tergerus. Terlebih, di era digital sekarang yang sangat mudah mengubah perilaku dan kebiasaan masyarakat.

“Untuk itu, nilai-nilai Pancasila sudah seharusnya diimplementasikan oleh kaum muda. Karena, pengaruh digitalisasi itu langsung tertuju pada kalangan muda. Harapannya, kurikulum Pancasila di sekolah lebih diperkuat lagi, seperti masa-masa sebekumnya,” tegasnya.

Dalam acara bertajuk ‘Dialog Podcast Parlemen DPRD Provinsi Jateng’ itu mengambil tema ‘Implementasi Nilai Pancasila untuk Perekat Bangsa (bagi Generasi Z).’ Selain Anggota Dewan, narasumber yang hadir yakni Dosen Unnes Semarang Novia Wahyu Wardani dan I Gede Ananta Wijaya Putra selaku Ketua Karang Taruna Provinsi Jateng. (ariel/priyanto)

Berita Terkait

  • Konsep Pengembangan Kepemudaan di Jabar Jadi Acuan

    BANDUNG – Dalam rangka penyusunan Raperda tentang Pembangunan & Pengembangan Kepemudaan, Komisi E DPRD Provinsi Jateng melakukan pengayaan data dan informasi ke Provinsi Jabar yang lebih dulu memiliki Perda Kepemudaan. Saat berdiskusi dengan DPRD dan Dispora Provinsi Jabar di Kantor DPRD setempat di Kota Bandung, Senin (2/11/2020), Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Quatly Abdulkadir Alkatiri didampingi Ketua Komisi E DPRD Abdul Hamid bersama anggotanya mendiskusikan mengenai pola pengembangan terbaik dalam persoalan kepemudaan.

  • Baik, Kesejahteraan Pekerja di Pabrik Mesin Kota Tegal

    PANTAU PABRIK. Komisi E DPRD Jateng saat memantau persoalan ketenagakerjaan di pabrik PT Barata Indonesia, Kamis (16/5/2019), di Kota Tegal. (foto priskilla candra cahyaningtyas)

    TEGAL – Komisi E DPRD Jateng melakukan kunjungan kerja ke pabrik mesin industri hilir PT Barata Indonesia di Kota Tegal, Kamis (16/5/2019). untuk memantau persoalan ketenagakerjaan. Saat bertemu dengan Riyadi Eri Satoto selaku Manajer Pabrik PT Barata Indonesia bersama jajarannya, Sekretaris Komisi E DPRD Jateng Abdul Hamid mengatakan kesejahteraan dan keselamatan kerja sangat penting diperhatikan di setiap pabrik.

    Untuk itu, Dewan berharap pihak manajemen pabrik/ perusahaan harus mampu mengutamakan hal tersebut. Karena, untuk menciptakan masyarakat Jateng yang sejahtera adil dan makmur, hal itu dimulai dari pabrik-pabrik yang ada, mengingat pekerja paling banyak berada di pabrik.

    “Kami sebagai Dewan ingin memantau secara keseluruhan terkait nasib pekerja. Hak yang didapat apakah sudah terpenuhi secara finansial misalnya,” kata Politikus PKB itu.

    Anggota Komisi E lainnya, Rif’an, juga mengingatkan proses pemeliharaan pekerja lembur harus diperhitungan dan dihargai karena kondisi itu sudah menguras waktu pekerja diluar jam yang semestinya mereka bekerja. Menurut dia hal tersebut cukup manusiawi untuk dipertimbangkan dan dilakukan karena saat perusahaan memberikan hak secara benar maka pekerja akan memenuhi kewajibannya dengan baik.

    “Mari membicarakan terkait hak tenaga kerja saat lembur. Itu akan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkannya,” ujar Legislator dari Fraksi Golkar itu.

    Menanggapi Dewan itu, Eri mengatakan selama ini sudah ada tunjangan kesehatan bagi pekerja. Untuk pembayaran tunjangan itu, kata dia, rinciannya yakni sebesar 4% dari perusahaan dan 1% dari gaji karyawan yang dipotong setiap bulan. Tidak hanya tunjangan kesehatan, lanjut dia, terdapat pula Jaminan kecelakaan (0,89% dari perusahaan), Jaminan Kematian (0,3% dari perusahaan), Jaminan Hari Tua (3,7 dari Perusahaan dan 2% dari pekerja), dan Jaminan Pensiun (2% dari perusahaan dan 1% dari karyawan).

    “Hal itu selalu diperhatikan perusahaan karena berdampak dengan produksi suksesnya pabrik sehingga kami harus seimbang dengan pemberian gaji dan tunjangannya. Kami bisa ditegur apabila tidak sesuai dengan prosedur pemerintah yang ada,” kata Eri. (tyas/ariel)

  • Dipantau, Kondisi Jalan Provinsi di Wilayah Tegal

    SLAWI — Komisi D DPRD Provinsi Jateng memantau kinerja Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Tegal Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga & Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jateng, Selasa (7/4/2026). Selain itu, Dewan juga ingin melihat kondisi infrastruktur jalan provinsi di wilayah kerja BPJ.