Komisi C Minta OPD Fokus pada Penyerapan Belanja Daerah

WhatsApp Image 2022 06 24 at 12.43.43

PIMPIN RAPAT. Wakil Ketua Komisi C Sriyanto Saputro memimpin rapat kerja lanjutan bersama OPD Jateng. (foto priyanto)

GEDUNG BERLIAN – Komisi C berharap kepada instansi yang bisa mencapai target pendapatan pada Tahun Anggaran 2021 patut dipertahankan. Sementara pendapatan yang belum sesuai target perlu dievaluasi.

Penegasan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi C Sriyanto Saputro saat memimpin rapat kerja lanjutan bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), Jumat (24/6/2022). Dalam rapat itu turut hadir Ketua Komisi C Bambang Haryanto dan Sekretaris Hendri Wicaksono serta anggota komisi lainnya.

Sriyanto menegaskan, serapan anggaran sedapat mungkin harus dioptimalkan untuk belanja daerah, terutama untuk kepentingan rakyat. Bagi OPD yang menjadi pemangku pendapatan untuk terus berkreasi dan berinovasi supaya bisa menghasilkan pendapatan daerah.

“Di Dinas Perindustrian dan Perdagangan pada rapat Badan Anggaran (Banggar) ada dana yang belum terserap begitu besar. Ini menjadi pertanyaan ada apa, sehingga sampai tutup anggaran masih ada dana besar,”ucapnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng Arif Sambodo memaparkan, saat APBD Perubahan telah ditetapkan pihaknya mendapat alokasi dari dana bagi hasil cukai tembakau (DBHCT). Untuk bisa menyerap dana miliaran rupiah dengan sisa waktu beberapa bulan, pihaknya mengaku tidak bisa. Dana itu kemudian masuk ke kas daerah.

“Di Kudus pun juga demikian. Mereka tidak bisa memaksimalkan penyerapan DBHCT,”katanya.

Mendengar hal itu, Sriyanto memahami kesulitan penyerapan anggaran dengan sisa waktu hanya kisaran empat bulan. Secara keseluruhan rapat kerja lanjutan berjalan lancar. Ada 27 instansi melakukan rapat kerja lanjutan dengan Komisi C seperti Sekretariat DPRD, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Disnakertrans, Disperindag, Dinkop dan UKM, Distanbun, Disnakeswan, Dislutkan, Badan Penghubung. Selanjutnya BKD, Badan Pengembangan SDM, Dishub, Disarpus, Dinsos, Disporapar, Dinas ESDM, Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya, DPMPTSP, Satpol PP, Biro Umum, Bapenda, BPKAD, dan Bappeda.(cahyo/ariel)

Info Lainnya

  • DPRD Jateng Dukung Collaborative Government

    SUKOHARJO – DPRD Provinsi Jateng mendukung prinsip pemerintahan kolaboratif (collaborative government) dalam pembangunan daerah. Prinsip itu disampaikan Gubernur saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Jateng periode 2025-2030 di Hotel Grand Mercure, Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (5/9/2026)

  • Komisi E Bahas KB Pascapersalinan di Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal

    TEGAL — Komisi E DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal, Rabu (2/9/2026), untuk memperoleh data dan informasi terkait penguatan kebijakan serta komitmen pemerintah daerah guna peningkatan Keluarga Berencana Pascapersalinan (KBPP). Berdasarkan paparan Pemerintah Kabupaten Tegal, jumlah ibu bersalin hingga Juli 2026 mencapai 9.887 orang, dengan estimasi persalinan sepanjang tahun sebanyak 19.344 orang

  • Rehabilitasi Berkelanjutan untuk Menangani Lahan Kritis

    SURAKARTA – Luas lahan kritis di Provinsi Jateng selama 3 tahun terakhir berkurang sekitar 75 ribu hektare. Capaian itu menjadi modal penting pemerintah daerah untuk terus memperkuat rehabilitasi hutan dan lahan, sekaligus mencegah munculnya kawasan kritis baru yang berpotensi memicu bencana

  • Balai Tahura Karanganyar Butuh Pembenahan

    KARANGANYAR – Komisi D DPRD Provinsi Jateng menaruh perhatian serius terhadap masih terbatasnya sarana dan prasarana di Balai Taman Hutan Raya (Tahura) KGPAA Mangkunagoro I. Sejumlah fasilitas dinilai perlu segera dibenahi dan dilengkapi agar kawasan hutan seluas 2.549 hektare itu semakin optimal menjalankan fungsi konservasi, edukasi, mitigasi bencana hingga wisata alam