Pendapatan Klinik Hewan Bawen Perlu Ditingkatkan

Screenshot 20190506 192951

KLINIK HEWAN. Komisi C DPRD Jateng saat membahas pendapatan di Klinik Hewan Bawen Kabupaten Semarang, Selasa (16/4/2019). (foto sunu andhy purwanto).

BAWEN – Komisi C DPRD Jateng menghimbau Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Jateng dapat mendirikan klinik hewan di kota/ kabupaten yang memiliki komunitas penyayang binatang. Menurut Anggota Komisi C Muhammad Rodhi hal itu dapat dijadikan sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengingat sejumlah pet shop maupun klinik hewan swasta bahkan usaha rumahan dapat meraih keuntungan yang cukup memadai.

Demikian disampaikan Politikus Partai Keadilan Sejahtera itu, saat  bersama Komisi C menyambangi Klinik Hewan Bawen, Kabupaten Semarang, Selasa (16/4/2019).  “Di Solo, sekitaran tempat tinggal saya, beberapa pet shop yang menjual pakan  hewan piaraan seperti anjing atau kucing, juga menerima titipan hewan piaraan, bisa bertahan hidup tuh. Berarti usahanya mereka itu mendatangkan keuntungan yang cukup baik,” katanya.

Kantor Klinik Hewan Bawen Kabupaten Semarang. (foto sunu andhy purwanto)

Rodhi menyarankan hal tersebut, setelah melihat kecilnya target pendapatan Klinik Hewan Bawen, salah satu satker Disnakeswan Jateng, yang hanya Rp 17 juta pada 2019 ini. Padahal, fasilitasnya tidak kalah dengan klinik-klinik hewan sawsta yang ada di sejumlah kota.

“Namun bisa kami (Komisi C) pahami, karena Klinik Hewan Bawen ini bukan sekadar cari duit, melainkan juga bukti kehadiran Pemprov di dunia hewan piaraan yang harus dipantau juga agar tidak ada hewan piaraan berkeliaran dan dalam konsisi tidak sehat,” kilahnya.

Senada, Anggota Komisi C Sarwono mendukung himbauan tersebut. Hanya saja harus dikelola sedemikian reupa agar tidak menimbulkan kekecewaan masyarakat.

Dokternya harus selalu berada di tempat pada jam-jam tertentu, minimal tiga hari dalam sepekan. Pengelola klinik sebagian harus tinggal di klinik sehingga klnik dapat buka setiap hari.

“Saya kira kalau dokternya siap, pengelolanya siaga, dapat menghasilkan pendapatan yang memadai. Tidak seperti sekarang ini, mungkin karena di Klinik Hewan Bawen dokternya juga tidak ada yang siap di tempat. Maka, saya maklum jika target PAD nya hanya 17 jutaan,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Klinik Hewan Bawen melayani pemeriksaan kesehatan hewan piaraan, seperti anjing, kucing, unggas, sapi, domba, kambing dan vaksinasi khusus anjing dan kucing. Saat ini sedang menjalin hubungan dengan berbagai komunitas penyayang hewan piaraan di wilayah Kabupaten Semarang dan sekitarnya. (sunu/ariel)

Info Lainnya

  • Penting, Akuntabilitas Tata Kelola Pemerintah Desa

    SEMARANG — Komisi A DPRD Provinsi Jateng mendorong pemerintah desa di seluruh Jateng untuk memperbaiki tata kelola perencanaan dan evaluasi anggaran desa. Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jateng Putro Negoro Rekthosetho menegaskan bahwa indikator keberhasilan pembangunan nasional sangat ditentukan sejauh mana pemdes mampu mengelola anggarannya secara terbuka dan berintegrasi.

  • Sekolah Vokasi Pertanian Harus Ikuti Kebutuhan Industri

    BANJARNEGARA – Komisi E DPRD Provinsi Jateng menaruh perhatian pada penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi di Balai Latihan Kerja Pertanian (BLKP) Klampok, Kabupaten Banjarnegara. Saat mengunjungi balai milik Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jateng itu, Selasa (21/7/2026), Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jateng Messy Widiastuti menegaskan pelatihan harus terus diperbarui agar mampu menjawab kebutuhan dunia kerja dan perkembangan sektor pertanian modern.

  • Koridor Baru Aglomerasi Trans Jateng Siap Layani Rute Gelangmanggung

    MUNGKID – Koridor baru Aglomerasi Trans Jateng untuk wilayah Gelangmanggung (Magelang–Temanggung) rencananya melayani rute Terminal Maron (Temanggung)–Terminal Tidar (Kota Magelang)–Terminal Borobudur (Kabupaten Magelang) pulang-pergi. Layanan itu dioperasikan mulai Agustus 2027 menggunakan 14 armada bus medium.

  • Komisi C Pantau Kinerja Bank Jateng Cabang Karanganyar & Sukoharjo

    KARANGANYAR – Komisi C DPRD Provinsi Jateng menyoroti kinerja Bank Jateng di tingkat kantor cabang agar mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jateng Bambang Haryanto Baharudin menegaskan, sebagai penyumbang sekitar 90% pendapatan BUMD bagi daerah, Bank Jateng harus menunjukkan kinerja yang sehat dan terus meningkat.

  • Tata Kelola Lahan yang Baik Dukung Sektor Pariwisataan

    PEMALANG – Guna mendapatkan data dan informasi yang lebih komprehensif, Komisi B DPRD Provinsi Jateng bertandang ke Kantor Dinas Kebudayaan Pariwisata Kabupaten Pemalang dan Kantor Cabang Kehutanan Wilayah IV Dinas Lingkungan Hidup & Kehutanan Provinsi Jateng di Kota Pekalongan, Senin (20/7/2026). Kegiatan itu dilakukan dalam rangka penyusunan Raperda tentang Tata Kelola & Rehabilitasi Lahan Kritis & Reklamasi Hutan Daerah