Pelayanan Kesehatan Masyarakat Harus Dioptimalkan

IMG 20220113 WA0015

BICARA KESEHATAN. Komisi E DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal kesehatan masyarakat di Kantor Dinkes Provinsi DIY, Kamis (13/1/2022). (foto cahya dwi prabawa)

YOGYAKARTA – Dalam indeks tingkat kesehatan masyarakat, Provinsi DIY menempati urutan kedua nasional terbaik. Melihat keberhasilan provinsi tetangga itu, Komisi E DPRD Provinsi Jateng tertarik untuk mengajak Dinkes Provinsi DIY berdiskusi seputar pengelolaan, penanganan, dan pelayanan bidang kesehatan masyarakat.

Bertempat di Kantor Dinkes Provinsi DIY, Kamis (13/1/2022), diskusi digelar membahas pelayanan rumah sakit (RS) yang dikelola daerah, vaksinasi corona, jaminan kesehatan masyarakat, dan persoalan stunting. “Kami ingin menggali informasi dan mendapat masukan seputar penanganan dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” kata Abdul Hamid, Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jateng, dalam diskusi bersama dinkes.

Sementara, Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jateng Joko Hariyanto menanyakan soal progres vaksinasi. Menurut dia selama ini pencapaian DIY lebih baik dibanding Jateng. 

“Bagaimana kiat-kiat DIY mencapai target vaksinasi yang baik dan bagaimana penyelesaian permasalahan BPJS di DIY?,” tanya Joko.

Menyoal stunting, Anggota Komisi E lainnya messy widyastuti, menanyakan, “apakah ada program-program untuk mendukung preventif tentang stunting?”

Siti Badriah selaku Sekretaris Dinkes Provinsi DIY menanggapinya satu persatu. Dikatakan, saat ini DIY sudah memiliki RS dengan pelayanan yang cukup baik. Namun, diakuinya pula, masih banyak yang terkonsentrasi di kota. 

“Kami memiliki RS yang memberikan pelayanan masyarakat dengan baik. Kekurangannya hanya RS masih terkonsentrasi di kota dan belum menyentuh ke daerah penyokong kota seperti Gunung Kidul dan Kulon Progo. Namun demikian, kami juga memiliki Balai Penjamin Kesehatan Masyarakat yang bisa menyentuh sampai pedesaan,” jelas Siti. 

Terkait vaksin, lanjut dia, Provinsi DIY telah mencapai 98% dan penurunan pasien Covid-19 kini sudah sangat menurun. Saat ini juga sudah banyak shelter corona yang kosong.

“Kami berharap pemberian vaksin dan penurunan pasien terus berbanding lurus agar jangan sampai ada penambahan kasus baru. Ajakan prokes (protokol kesehatan) tetap disosialisasikan terus menerus,” katanya.

Mengenai progres vaksinasi, ia menjelaskan program itu bisa berjalan baik karena ada kesadaran masyarakat itu sendiri. Terkait persoalan BPJS dalam jaminan kesehatan, DIY memiliki Balai Penjamin Kesehatan Masyarakat yang bertugas mengurusi kesehatan masyarakat.

“Itu terkhusus bagi masyarakat yang belum bisa mengklaim jaminan kesehatan dari BPJS,” terangnya.

Soal stunting, menurut Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Provinsi DIY Endang, hal tersebut adalah masalah gizi kronis di masyarakat yang penyebabnya dari multifaktor. Mengatasinya, Provinsi DIY memiliki komitmen untuk menjadi perencanaan daerah dalam pencegahan stunting. 

“Kami memiliki program inovasi kesehatan bagi masyarakat sehingga dalam penanggulangan masalah gizi, mulai dari pemantauan kesehatan ibu hamil sampai kesehatan anak terus kami lakukan,” jawab Endang. (cahyo/ariel)

Info Lainnya

  • Bahas Raperda Perlindungan Pekerja Informal di Grobogan

    GROBOGAN – Besarnya jumlah pekerja informal yang belum sepenuhnya tersentuh perlindungan jaminan sosial dan regulasi yang komprehensif mendorong Komisi E DPRD Provinsi Jateng mengunjungi Kabupaten Grobogan, baru-baru ini. Kunjungan itu sendiri dilakukan untuk menghimpun data, masukan, dan praktik baik daerah sebagai bahan penyusunan Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal.

  • Laporan Bulanan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak, mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah, periode data 1-28 Juni 2026. Ringkasan Eksekutif – DPRD Jawa Tengah Pada periode 1–28 Juni 2026, pemberitaan mengenai DPRD…

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 29 June 2026 – 5 July 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 29 Juni 2026 – 5 Juli 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Laporan…

  • Komisi D Dorong Perluasan PLTS untuk Ponpes

    SOAL PLTS. Komisi D DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal pemanfaatan PLTS di Ponpes Alqur’an Roudlotul Huffadh Almalikiyah, Kelurahan Banyuurip Kecamatan Pekalongan Selatan, Senin (13/7/2026). (foto dwi nugrahini) KAJEN – Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong perluasan program Pembangkit Listrik Tenaga…

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.