Pansus SOTK akan Evaluasi Seluruh OPD

Screenshot 20211021

BICARA OPD. Pansus SOTK berdiskusi dengan sejumlah OPD di Lantai 4 Ruang Banggar Gedung Berlian, belum lama ini. (foto teguh prasetyo)

GEDUNG BERLIAN – Pansus Susunan Organisasi & Tata Kerja (SOTK) Provinsi Jateng akan mengevalusi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Demikian disampaikan Ketua Pansus SOTK Abdul Azis dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Pansus SOTK bersama Akademisi dan dinas terkait di Lantai 4 Ruang Banggar Gedung Berlian, belum lama ini.

“Secara obyektif dan taktis, Pansus SOTK dianggap lebih berani dibanding provinsi lain karena yang disodorkan eksekutif cuma Brida (Badan Riset Daerah). Namun, kita kembangkan ke seluruh OPD karena kebutuhan evaluasi kinerja,” ungkap Ketua Fraksi PPP itu.

Tidak kalah penting, lanjut dia, evaluasi terhadap OPD merupakan kebutuhan untuk memproyeksi langkah-langkah ke depan. Hal itu terkait optimalisasi layanan yang akan diberikan kepada masyarakat. 

“Dalam diskusi dengan dinas dan biro yang menjadi mitra Komisi A dan Komisi B sebelumnya, muncul beberapa poin evaluasi. Diantaranya, kebutuhan untuk memisahkan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset menjadi menjadi dua dimana Badan Aset berdiri sendiri,” ungkapnya.

Selain itu, memisahkan Dinas Kepemudaan Olahraga & Pariwisata menjadi dua. Dinas Kepemudaan & Olahraga dan Dinas Pariwisata. Seperti halnya Provinsi Jatim, Dinas Pemuda & Olahraga berdiri sendiri dan pariwisata tidak digabung.

“Muncul juga diskusi terkait Dinas pemberdayaan masyarakat desa kependudukan & dukcapil. Kemudian, Dinas Ketahanan Pangan yang memang pada 2016 dimunculkan karena dorongan ingin melayani fungsi-fungsi ketahanan pangan Jateng. Pada 2018, dimunculkan sistim logistik daerah dalam keputusan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah). Akan tetapi, kemudian pada tahun pertamanya sistem logistik daerahnya tidak dapat dukungan politik sehingga seolah-olah dinas ini kehilangan roh substansinya,” pungkasnya. (teguh/ariel)

Info Lainnya

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.

  • RAPAT PARIPURNA: Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal 

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (2/7/2026), Komisi E DPRD Provinsi Jateng memberikan penjelasan tentang Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal. Disampaikan oleh Anggota Komisi E, Jafar Shodiq, raperda itu didasarkan atas tingginya kontribusi tenaga kerja informal memberikan kontribusi besar dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran. 

  • Bahas Panti Sosial, Risiko Penularan TBC Disorot

    SURABAYA — Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendesak Pemerintah Provinsi segera membenahi standard operating procedure (SOP) dari pengelolaan panti rehabilitasi sosial. Pasalnya, penataan penanganan pasien dengan penyakit menular dinilai masih sangat longgar dan mengancam keselamatan penghuni panti lainnya.

  • Pengelolaan Aset Jalan Dapat Berkontribusi PAD

    YOGYAKARTA — Penyusunan Raperda tentang Standardisasi Penyelenggaraan Jalan Provinsi tidak hanya mengatur aspek teknis pembangunan dan pemeliharaan jalan tapi juga pemanfaatan aset jalan secara optimal. Komisi D DPRD Provinsi Jateng menilai pengaturan tersebut dapat menjadi instrumen baru untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).