Komisi D Minta Fasilitas Terminal C Wonogiri Diperbaiki

WhatsApp Image 2025 07 01 at 12.51.23 (1)

MELIHAT TERMINAL : Komisi D bersama Dishub Jateng berada di Terminal Tipe C Wonogiri.(foto: atsondinata)

WONOGIRI – Terminal Tipe C Wonogiri sebagai titik endap BRT Trans Jateng trayek Solo-Wonogiri sudah selayaknya direnovasi. Pasalnya keberadaan terminal tersebut dinilai kurang representatif, sehingga masyarakat kurang nyaman saat berada di tempat itu.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Joko Purnomo usai melihat kondisi Terminal Tipe C Wonogiri, Senin (30/6/2025). Bersama anggota Komisi D lainnya, pada kesempatan itu turut mendampibgi Dahyan Iswahyudi dari Sub Bagian Program Dishub Jateng.

Joko mengungkapkan, setelah beroperasi pada Agustus 2023 lalu keberadaan BRT Trans Jateng jurusan Solo-Wonogiri sangat diminati Masyarakat. Sayangnya terminal sebagai tempat terakhir BRT itu belum memadahi.

“Meski operasional Terminal Tipe C Wonogiri dibawah pemkab, namun kami berharap Dishub Jateng dapat membantu. Contoh itu selokan terbuka dan mengeluarkan bau tak sedap, harapannya Dishub Jateng bisa membantu menutupnya. Tempat tunggu penumpang pun harus diperbaiki,” ucapnya.

Sebagai orang asli Wonogiri, ia bersyukur dengan keberadaan BRT Trans Jateng. Menurutnya orang Wonogiri bisa langsung ke Solo via Sukoharjo dengan nilai tarif murah. Bukti animo masyarakat tinggi, kerap kali pemberangkatan untuk keberadaan penumpang sudah penuh.

“Bagi orang Sukoharjo kerap tidak bisa tertampung. Dishub Jateng perlu mensimulasikan lagi supaya BRT Trans Jateng dari Wonogiri masih bisa menampung penumpang dari Sukoharjo. Kalaupun ada usulan penambahan armada, saya rasa belumlah. Ada 14 unit masih cukup,” kata dia.

Pada kesempatan itu Dahyan menyatakan pihaknya akan mengkaji terlebih dulu masukan dari Komisi D. Termasuk permohonan untuk membantu renovasi terminal.

“Mengenai daya tamping yang tadi sempat dilontarkan Pak Joko Purnomo, akan kami bahas. Sejauh ini, BRT Trans Jateng Solo-Wonogiri telah dilayani 14 bus medium dengan kapasitas 40 orang. Masing-masing 20 duduk dan sisanya berdiri. Kalau dari Wonogiri, penumpangnya sudah penuh, masalah ini akan kami diskusikan lagi,” jelasnya. TRayek Solo-Wonogiri, lanjut dia, memiliki rentang waktu kedatangan antar bus sekitar 15-20 menit dengan tempat pemberhentian ada 121 lokasi.(soni/priyanto)

Berita Terkait

  • Komisi B Dorong Pengembangan Objek Wisata Pantai Randusanga Kulon

    BREBES – Guna mencari data dan masukan tentang dampak pandemi Covid-19 terhadap pariwisata di Brebes, Komisi B berkunjung ke Pantai Randusanga Kulon. Dalam kegiatan itu mereka diterima diterima Kepala Dinas Kepemudaan, Olah Raga, dan Pariwisata Kab. Brebes Agus Hermanto, Kamis (3/6/2021). Turut bersama mereka Sekretaris Disporapar Jateng Sulistyo.

  • Ferry Bangga Bersama Warga Muhammadiyah

    SEMARANG – Ratusan warga perserikatan Muhammadiyah dan Aisyiyah Kota Semarang mengikuti jalan sehat yang dipusatkan di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Minggu (11/9/2022). Sejak pukul 06.00, mereka sudah memadati jalan protokol di jantung kota. Acara tersebut berlangsung meriah dengan dibuka Gubenur Ganjar Pranowo didampingi Wakil Ketua DPRD Ferry Wawan Cahyono beserta Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah KH Tafsir.

  • KIT Batang Perkuat Perekonomian Nasional

    GEDUNG BERLIAN – Permasalahan infrastruktur kerap mengemuka dalam kegiatan serap aspirasi masyarakat yang dilakukan anggota DPRD Jateng selama reses. Masa reses merupakan waktu masing-masing anggota DPRD menerima aspirasi dari masyarakat/konstituennya di daerah pemilihannya.