Kerja Sama Jadi Modal Pengendalian Covid-19 Varian Omicron

1 covid1

JADI PEMBICARA : Ketua DPRD Bambang Kusriyanto jadi narasumber bersama Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening dan Dinkes setempat.(foto: faiz fuadi)

UNGARAN – Kerja sama semua pihak baik masyarakat bersama pemerintah menjadi modal dalam pencegahan, pengendalian lonjakan Covid-19 varian Omicron. Semua wajib sadar dan menyadari akan pentingnya penerapan protokol kesehatan terutama untuk 5 M baik di mana pun maupun kapan pun. Pemerintah juga tidak lengah untuk terus melakukan 3T (tracing, testing, treatment).

Hal ini mengemuka dalam sosialisasi antisipasi virus Omicron oleh Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto bertempat di ruang pertemuan Hotel the Wujil Resort & Conventions Jalan Soekarno Hatta, Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, baru-baru ini.

Dalam acara yang dimoderatori Ricky Fitriyanto turut menghadirkan Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening dan Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang dr Endah Indriyati Wuryaningrum.

Bondan mengatakan, DPRD menyetujui anggaran Rp 30 miliar untuk pencegahan, pengendalian, lonjakan covid 19 Varian Omicron serta pengendalian ekonomi dampak pandemi.

“Masyarakat, pemerintah dan semua kalagan untuk memiliki kesadaran akan pentingnya protokol kesehatan agar tidak terjadi lonjakan sehingga tidak ada pembatasan lagi,” ucapnya.

Sementara, Endah mengatakan, pada awal 2022 ini di Kabupaten Semarang sudah ditemukannya virus Omicron. Sebagai langkah antisipasi, lanjutnya, Dinas Kesehatan bekerja keras dengan melakukan percepatan vaksinasi booster dan anak. Sejumlah puskesmas maupun rumah sakit rujukan sudah diminta mempersiapkan ruang isolasi, ICU, termasuk APD, obat-obatan dan oksigen.

Di lapangan, Dinas Kesehatan turut menyosialisasikan soal protokol kesehatan melalui medsos maupun berkeliling mengajak masyarakat agar tetap taat protokol kesehatan.(cahya/priyanto)

Info Lainnya

  • Hadapi Kekeringan, Stok Air Bendungan Masih Aman

    JEPARA – DPRD Provinsi Jateng meminta pemerintah daerah memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang. Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jateng Nur Saadah menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah dalam menjamin kebutuhan air masyarakat, termasuk memastikan distribusi bantuan air bersih dilakukan tanpa membebani warga terdampak.

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.

  • RAPAT PARIPURNA: Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal 

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (2/7/2026), Komisi E DPRD Provinsi Jateng memberikan penjelasan tentang Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal. Disampaikan oleh Anggota Komisi E, Jafar Shodiq, raperda itu didasarkan atas tingginya kontribusi tenaga kerja informal memberikan kontribusi besar dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran.