Jateng Perlu Miliki Under Pass Terpanjang

WhatsApp Image 2021 11 29 at 08.28.32

LIHAT PROYEK : Komisi D melihat under pass YIA di Kulonprogo.(foto: humas)

YOGYAKARTA – Komisi D ingin Jawa Tengah dapat memiliki under pass dengan dilengkapi sarana dan prasarana yang terintegrasi dalam mengurai kemacetan lalu lintas khususnya di persimpangan jalan. Sejauh ini, baru Yogyakarta yang memiliki under pass dengan sarana yang komplet serta ditunjang teknologi.

Masalah tersebut mengemuka saat Komisi D berkunjung di lokasi under pass Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo, Jumat (26/11/2021). Ketua Komisi D Alwin Basri berharap banyak kepada Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karta Jateng agar ada proyek nasional yang bisa dibangun di Jateng.

“Kami akui under pass di YIA merupakan jalan bawah tanah terpanjang di Indonesia yang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Provinsi DIY,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui jalan bawah tanah itu memiliki panjang bentangan 1,4 km yang terdiri dari kontruksi terowongan (slab tertutup) sepanjang 1.095 meter, lebar tiap jalur 7,85 meter, Clearence atas 5,2 meter dan samping 18,4 meter. Waktu Pelaksanaan Proyek selama 390 Hari Kalender dari 12 November 2018 sampai 6 Desember 2019 dan untuk waktu pemeliharaan selama 730 Hari Kalender dengan menelan biaya sebesar Rp 293 miliar.

“Under Pass YIA juga dilengkapi dengan rumah pompa dan dilapisi waterstop guna mengantisipasi terjadinya genangan air saat hujan turun,” jelas Alwin.(dewi/priyanto)

Info Lainnya

  • Penting, Akuntabilitas Tata Kelola Pemerintah Desa

    SEMARANG — Komisi A DPRD Provinsi Jateng mendorong pemerintah desa di seluruh Jateng untuk memperbaiki tata kelola perencanaan dan evaluasi anggaran desa. Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jateng Putro Negoro Rekthosetho menegaskan bahwa indikator keberhasilan pembangunan nasional sangat ditentukan sejauh mana pemdes mampu mengelola anggarannya secara terbuka dan berintegrasi.

  • Sekolah Vokasi Pertanian Harus Ikuti Kebutuhan Industri

    BANJARNEGARA – Komisi E DPRD Provinsi Jateng menaruh perhatian pada penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi di Balai Latihan Kerja Pertanian (BLKP) Klampok, Kabupaten Banjarnegara. Saat mengunjungi balai milik Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jateng itu, Selasa (21/7/2026), Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jateng Messy Widiastuti menegaskan pelatihan harus terus diperbarui agar mampu menjawab kebutuhan dunia kerja dan perkembangan sektor pertanian modern.

  • Komisi C Pantau Kinerja Bank Jateng Cabang Karanganyar & Sukoharjo

    KARANGANYAR – Komisi C DPRD Provinsi Jateng menyoroti kinerja Bank Jateng di tingkat kantor cabang agar mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jateng Bambang Haryanto Baharudin menegaskan, sebagai penyumbang sekitar 90% pendapatan BUMD bagi daerah, Bank Jateng harus menunjukkan kinerja yang sehat dan terus meningkat.

  • Tata Kelola Lahan yang Baik Dukung Sektor Pariwisataan

    PEMALANG – Guna mendapatkan data dan informasi yang lebih komprehensif, Komisi B DPRD Provinsi Jateng bertandang ke Kantor Dinas Kebudayaan Pariwisata Kabupaten Pemalang dan Kantor Cabang Kehutanan Wilayah IV Dinas Lingkungan Hidup & Kehutanan Provinsi Jateng di Kota Pekalongan, Senin (20/7/2026). Kegiatan itu dilakukan dalam rangka penyusunan Raperda tentang Tata Kelola & Rehabilitasi Lahan Kritis & Reklamasi Hutan Daerah