Jalan Alternatif Tawangmangu Diperlebar

Screenshot 20210920

JALAN DIPERLEBAR. Komisi D DPRD Provnsi Jateng memantau Jalan penghubung Sragen dan Karanganyar yang kini sudah dilebarkan. (foto teguh prasetyo)

SRAGEN – Jalan penghubung Sragen dan Karanganyar yang semula terlihat sempit kini sudah dilebarkan. Arus kendaraan dari arah Sragen yang melalui kawasan itu dengan tujuan wisata Karanganyar akan lebih leluasa.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jateng Hadi Santoso menyampaikan ruas tersebut dilakukan penanganan pelebaran beton dari 4,5 meter menjadi 7 meter dan dilakukan pelapisan aspal. Sebelumnya, direncanakan peningkatan sepanjang 3 km tapi karena ada refocusing anggaran guna penanganan Covid, maka hanya dianggarkan penanganan sepanjang 1,6 km. 

“Akhirnya, kita sarankan fokus untuk penanganan badan jalan saja.Jadi, untuk bagian-bagian sisi jalan, baik saluran dapat dan sebagainya, kita hilangkan. Alhamdulillah, ini untuk pelaksanaan efektifnya nambah, dari target 1,6 kilometer sekarang terealisasi 2,27 kilometer. Sampai dengan Sambirejo Sragen, masih sekitar 2,4 kilometer dan Plosorejo menuju Mojogedang masih ada 3 kilometer yang belum ditangani,” jelas Anggota Fraksi PKS itu, usai memimpin rombingan Komisi D memantau proyek pengerjaan jalan tersebut, Senin (20/9/2021).

Pria asal Wonogiri itu menambahkan ruas jalan tersebut load faktornya sangat tinggi karena menghubungkan ke pusat pariwisata. Khususnya Sabtu-Minggu, jalan tersebut sangat padat. Selain itu,  dengan dibukanya pintu Tol Sragen Timur, menjadi semakin padat karena merupakan jalan menuju exit tol Sragen Timur. 

“Jalan ini memang sangat berpengaruh dengan pariwisata. Juga, terkait dengan ekonomi masyarakat di kawasan Ngargoyoso Jenawi Tawangmangu karena ini jalur untuk melempar sayur mayur ke kota-kota besar,” ungkapnya.

Mengingat adanya recovery penanganan Covid 19, diharapkan pemerintah provinsi melakukan kodifikasi pelaksanaan penanganan jalan. Dengan tidak perlu mengejar terlalu detail berkaitan dengan kualitas, tetapi fokus melayani masyarakat dengan tidak ada jalan yang berlubang.

“Pada 2022, ada gambaran anggaran Rp 811 miliar. Kalau dilihat dari progres jalan yang belum ditangani, memang sangat kurang. Tapi, dengan strategi fokus dengan penanganan badan jalan, kecuali bangunan pelengkap jalan yang mendesak, maka insyaallah cukup. Kita berharap ini berpengaruh dengan segera bangkitnya ekonomi Jawa Tengah,” pungkasnya. (teguh/ariel)

Berita Terkait

  • Pesan Quatly, Generasi Milenial Harus Cermat Bersosial Media

    SURAKARTA – Meningkatnya isu suku, agama, ras, antar golongan (SARA) yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila terus bertambah dewasa ini. Banyak di antara mereka melakukannya melalui akun-akun media sosial seperti Facebook, Instagram hingga Twitter. Media digital tidak lagi menjadi ajang menanamkan karakter dan moral Pancasila, namun yang terjadi justru sebaliknya.

  • Komisi D Puji Pengelolaan Energi Ramah Lingkungan PT USG

    UNGARAN – Komisi D terus mematangkan draf rancangan peraturan daerah tentang ketenagalistrikan. Dalam upaya mendapatkan masukan dari masyarakat, Komisi D mendatangi PT Ungaran Sari Garment (USG) yang berada di Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Kamis (18/7/2019). Perusahaan pakaian itu dipilih karena telah menerapkan green building atau gedung ramah lingkungan.

  • Diskusikan Pengelolaan Limbah bersama DLH Tegal

    TEGAL – Dalam penyusunan Raperda tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik Regional, Kamis (11/11/2021), Komisi D DPRD Provinsi Jateng terus menyoroti persoalan air limbah yang ada di beberapa daerah. Salah satunya di Kota Tegal, yang selama ini dinilai sudah cukup baik dalam pengelolaannya.

  • Belajar Kerjasama Luar Negeri ke Jakarta

    BAHAS KERJASAMA. Komisi A DPRD Jateng saat berkunjung ke Balai Kota DKI Jakarta, Senin (22/7/2019), membahas soal kerjasama antar daerah dan luar negeri. (foto dewi sekarcantik) JAKARTA – DKI Jakarta merupakan provinsi paling berhasil dalam kegiatan kerjasama daerah, baik kerjasama…

  • Bagus, Perkembangan Tlogo Resort Tuntang

    TLOGO RESORT. Komisi C DPRD Provinsi Jateng berdiskusi bersama jajaran manajemen CMJT dan Tlogo Resort membahas soal perkembangan kinerja, Jumat (25/2/2022). (foto choirul amin) TUNTANG – Komisi C DPRD Provinsi Jateng melaksanakan monitoring terkait perkembangan dan pengelolaan Unit Usaha Perkebunan dan…