DPRD Karanganyar Suarakan Aspirasi kepada Komisi D

WhatsApp Image 2025 01 22 at 08.34.37

KUNJUNGAN KERJA : Wakil Ketua Komisi D Joko Purnomo menerima rombongan dari DPRD Karanganyar.(foto: agung eswe)

GEDUNG BERLIAN – DPRD Karanganyar menyuarakan aspirasi mengenai kondisi daerahnya yang belum ada penanganan dari pemerintah kepada DPRD Jateng. Kepada Wakil Ketua Komisi D Joko Purnomo, perwakilan DPRD Karanganyar menyampaikan kondisi kerusakan jalan sejumlah daerah serta masih ada daerah belum memiliki gedung SMA.  

Ketua DPRD Karanganyar Bagus Selo menyebutkan sejumlah lokasi jalan yang rusak seperti Jl. Jatipuro menuju Wonogiri. Di Kecamatan Jaten masih ada sejumlah daerah belum memilikii SMA.

“Di Jalan Jatipuro menuju Wonogiri banyak yang rusak dan juga daerah Jaten yang banyak penduduk usia sekolah tapi jumlah SMA tidak memadai sehingga pada sekolah ke Solo,” ujar Bagus, Selasa (21/1/2025).

Menanggapi hal itu Joko Purnomo menyampaikan bahwa aspirasi yang disampaikan akan di koordinasikan dengan dinas-dinas terkait agar bisa terlesesaikan.

“Memang anggaran di Bina Marga Cipta Karya turun sehingga belum bisa menyeluruh dalam pemerataan pembangunan di Jawa Tengah, dan untuk penanganan kurangnya jumlah SMA di kecamatan jaten akan kita diskusikan dengan dinas pendidikan agar nanti seperti lahan dan pembangunan bisa dicarikan solusi,” ungkap Joko.

Iwan Budianto perwakilan dari Dinas Bina Marga Cipta Karya membenarkan apa yang disampaikan oleh Joko Purnomo bahwa memang anggaran dari Bina Marga Cipta Karya turun dari tahun sebelumnya.

“Terkait dengan jalan yang ada di Karanganyar secara umum dari hasil pemeriksaan kami, Jatipuro jalannya sudah tinggi kemantapan kurang lebih 97% dari segi kenyamanan 68,38%, jadi ada dua indikator yaitu dari keadaan mantap jalan dan dari segi kenyamanan jalan, sudah di sampaikan oleh pak Joko, anggaran binamarga turun drastis dari 800 m menjadi 295m itupun masih dibagi dengan cipta karya, jadi fokus kami ke perawatan jalan, peningkatan jalan ada 6 paket dari DAU (Dana Alokasi Umum) dan DAK (Dana alokasi khusus), jadi untuk jalan provinsi Karanganyar kami pada saat ini fokusnya ke pemeliharaan dan dana untuk itu Rp 40 juta per kilometer,” jelas Iwan.

Dari hasil kunjungan ke DPRD Jateng, rombongan dari DPRD kabupaten Karanganyar berharap agar aspirasi yang sudah disampaikan yang ada di kabupaten Karanganyar bisa dicarikan solusi.(agung/priyanto)

Info Lainnya

  • DPRD Jateng Dukung Collaborative Government

    SUKOHARJO – DPRD Provinsi Jateng mendukung prinsip pemerintahan kolaboratif (collaborative government) dalam pembangunan daerah. Prinsip itu disampaikan Gubernur saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Jateng periode 2025-2030 di Hotel Grand Mercure, Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (5/9/2026)

  • Komisi E Bahas KB Pascapersalinan di Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal

    TEGAL — Komisi E DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal, Rabu (2/9/2026), untuk memperoleh data dan informasi terkait penguatan kebijakan serta komitmen pemerintah daerah guna peningkatan Keluarga Berencana Pascapersalinan (KBPP). Berdasarkan paparan Pemerintah Kabupaten Tegal, jumlah ibu bersalin hingga Juli 2026 mencapai 9.887 orang, dengan estimasi persalinan sepanjang tahun sebanyak 19.344 orang

  • Rehabilitasi Berkelanjutan untuk Menangani Lahan Kritis

    SURAKARTA – Luas lahan kritis di Provinsi Jateng selama 3 tahun terakhir berkurang sekitar 75 ribu hektare. Capaian itu menjadi modal penting pemerintah daerah untuk terus memperkuat rehabilitasi hutan dan lahan, sekaligus mencegah munculnya kawasan kritis baru yang berpotensi memicu bencana

  • Balai Tahura Karanganyar Butuh Pembenahan

    KARANGANYAR – Komisi D DPRD Provinsi Jateng menaruh perhatian serius terhadap masih terbatasnya sarana dan prasarana di Balai Taman Hutan Raya (Tahura) KGPAA Mangkunagoro I. Sejumlah fasilitas dinilai perlu segera dibenahi dan dilengkapi agar kawasan hutan seluas 2.549 hektare itu semakin optimal menjalankan fungsi konservasi, edukasi, mitigasi bencana hingga wisata alam