DIALOG PARLEMEN: Netralitas Peran Media Sangat Diperlukan

20220919215917 IMG

CITRA MEDIA: Ketua Komisi A Muhammad Soleh bersama narasumber lain membahas citra media dalam Dialog Parlemen.(foto: setyo herlambang)

SEMARANG – Membangun citra media politik yang positif dan netral merupakan tantangan besar, terlebih perkembangan media informasi begitu pesat disertai banyak pemberitaan tidak sesuai dengan fakta atau hoaks.

Media menjadi alat perubahan pola pikir masyarakat dengan situasi yang terjadi, maka perlu pengawasan secara luas agar informasi tersajikan bisa dipertanggungjawabkan. Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi A DPRD Jateng Muhammad Soleh dalam Dialog Parlemen : “Peran Media Penyiaran dan Pendidikan Politik” dengan narasumber Guru Besar FISIP Undip Prof Budi Setyono, Kepala LPP RRI Semarang  Widhie Kurniawan, dan Ketua KPID Jateng Muhammad Aulia Assyahiddin di Valle Pizza Resto, Semarang, Senin (19/9/2022).

“Dalam membangun citra politik secara positif memerlukan langkah ekstra, maka dari itu DPRD Jateng mempunyai Berlian TV yang menyajikan kinerja anggota legislatif dalam mengawal juga melaksanakan aspirasi masyarakat. Dengan begitu, masyarakat bisa memahami adanya media penyeimbang di tengah banyak pemberitaan politik yang tidak sesuai dengan fakta. Peran media sangat bisa mempengaruhi pola pikir masyarakat, maka dalam segi penyampaian berita harus sangat berhati-hati dan bisa mengedukasi sistem citra politik positif masih ada,” kata legislator asal Golkar.

Budi Setyono menilai media bagian dari proses demokrasi masyarakat, maka sangat berpengaruh terhadap proses jalannya pemilu. Menurut dia, media saat ini sudah menjadi bagian dari industri besar sehingga sangat mudah disetir berbagai pihak untuk kepentingan pribadi.

“Pemberitaan media massa yang cenderung tidak berimbang, membuat masyarakat cenderung terpecah dan sudah seharusnya ada sikap kritis terhadap soal isu yang sedang berkembang. Adanya media netral dari lembaga pemerintah diharapkan bisa membantu dan membangun opini publik tentang citra positif pembangunan yang terus berjalan,” tegas dia.

Widhie Kurniawan melihat media besar sangat berpengaruh dalam mengubah pola pikir masyarakat secara mudah. Hal tersebut menjadi dorongan agar masyarakat bisa lebih selektif atau melek literasi dalam mencerna suatu informasi dan punya pembanding terhadap pemberitaan yang belum jelas kepastiannya.

“Di balik media besar, banyak tokoh penting ikut andil dalam mendistribusikan informasi ke publik dan cenderung adanya keberpihakan. Maka perlu adanya dorongan melek literasi dan membaca sebuah informasi tidak mengacu pada kulit luarnya saja, tetapi bisa mencerna maksud yang disampaikan. Nilai sikap kritis terhadap pemberitaan yang beredar bisa sangat membantu pola demokrasi masyarakat menentukan arah nasib politik yang akan datang,” kata dia.

Muhammad Aulia Assyahiddin berpendapat media mainstream banyak terikat kontrak politis, maka sangat diperlukan edukasi dan filter literasi media. Adanya pemberitaan secara murni dan transparan sangat dibutuhkan masyarakat, terlebih tahun pesta demokrasi semakin dekat. “Media mainstream mayoritas terikat dengan sangat dipengaruhi dengan keadaan politik dalam negeri. Bicara media netral dan transparan memang sangat diperlukan, sebagai media pembelajaran arah politik yang baik terlebih menjelang pesta demokrasi mendatang. Masyarakat bisa lebih bijak dalam menentukan hak pilihnya lewat media informasi selama ini yang mereka cerna,” imbuhnya.(tyo/priyanto)

Info Lainnya

  • Disorot, Rasio NPL di BPR BKK Jateng Cabang Banjarnegara

    BANJARNEGARA – Hingga Agustus lalu, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loans/NPL) di BPR BKK Jateng Cabang Banjarnegara tercatat pada angka 43,64%. Realisasi NPL itu masih berada di atas batas Rencana Bisnis Bank (RBB) Agustus 2026 sebesar 43,28% maupun target penurunan NPL pada RBB Desember 2026 sebesar 38,65%

  • Anak Muda Perlu Ikut Berperan dalam Pembangunan Daerah

    GEDUNG BERLIAN – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ekonomika & Bisnis Unnes berbondong-bondong mendatangi Gedung Berlian, Selasa (22/9/2026). Kedatangan mereka bukan untuk berunjuk rasa tapi ingin menimba ilmu mengenai lembaga legislatif

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 14 September 2026 – 20 September 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 14 September 2026 – 20 September 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Pemantauan…

  • Resmi Dilantik, Kaukus Perempuan Parlemen Jateng 2025–2030

    GEDUNG BERLIAN — Pengurus Kaukus Perempuan Parlemen Daerah Provinsi Jateng Masa Jabatan 2024–2029 resmi dilantik, Rabu (16/9/2026), bertempat di Lobby Kantor DPRD Provinsi Jateng, Jalan Pahlawan No. 7 Kota Semarang. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Presidium Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia (KPP RI) Badikenita BR. Sitepu yang disaksikan oleh Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto