Bulan Puasa, Disiapkan 136 Ekor Sapi

1 abudi1

LIHAT KANDANG. Jajaran Komisi B melihat kandang di Balai Budi Daya dan Pembibitan Ternak Terpadu di Kendal, Selasa (7/5/2019).(Foto: Ervan Ramayudha)

KENDAL – Komisi B DPRD Jateng melakukan kunjungan kerja ke Balai Budi Daya dan Pembibitan Ternak Terpadu di Kendal, Selasa (7/5/2019). Kunjungan pemantauan itu guna melihat kegiatan dan tugas serta kendala dari balai dalam pemenuhan kebutuhan daging di masyarakat.

Hal itu disampaikan Sekretaris Komisi B Messy Widiastuti saat memimpin rombongan Dewan yang diterima langsung Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah LM Syafriyadi di ruang kerja Balai Budi Daya dan Pembibitan Ternak Terpadu.

Komisi B bertemu dengan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jaeng LM Syafriyadi di Kendal.

Dalam pertemuan tersebut Syafriyadi menjelaskan, populasi ternak Sapi PO 301 ekor, kerbau enam ekor, kambing PE 279 ekor, domba 73 ekor. Di Balai juga menargetkan untuk komoditas sapi potong target kelahiran 95 ekor, kambing PE dan domba 100 ekor kelahiran. Tantangan yang dihadapi kurang tersedianya pakan ternak dari hijauan daun, kurang tersedianya air untuk lahan kandang dan ternak, serta ancaman penyakit hewan menular, prosedur penghapusan ternak, reproduktivitas, pengadaan ternak, taman ternak yang menyebar.

Untuk kebutuhan ternak di Jateng berdasarkan data BPS mengalami surplus sebesar 2,2 juta ekor. Untuk pemenuhan permintaan daging konsumsi pada bulan Ramadan, Pemprov Jateng, lanjut Syafriyadi, telah menyiapkan 136 ribu ekor sapi.

Guna menjaga kesediaan daging, Balai Budi Daya dan Pembibitan Ternak Terpadu telah melakukan kerja sama dengan Direktorat Jendral Perlindungan dan Konservasi Alam (PKA), kepolisian untuk mengawasi pemotongan sapi betina yang masih produktif di tempat- tempat pemotongan hewan. Pada 2020 nanti akan dilakukan evaluasi ternak mana saja yang sudah tua akan diganti dengan hewan ternak yang masih muda dan masa produktifnya masih panjang dan biaya untuk perawatana lebih murah hewan yang masih mudah dibandingkan dengan hewan ternak yang sudah tua.

Syafriyadi menambahkan, kekurangan air untuk pemenuhan kebutuhan ternak diakibatkan karena adanya galian C, serta luasan lahan hijau yang dimiliki berkurang karena terimbas pembangunan jalan tol.(ervan/priyanto)

Berita Terkait

  • Setwan Jateng Laksanakan ‘Gerakan Jumat Bersih’

    SEMARANG – Usai melaksanakan apel pagi yang dipimpin Sekda Jateng Sri Puryono, para pegawai Setda dan Setwan melakukan kegiatan ‘Gerakan Jumat Bersih’ di sekitar Jalan Pahlawan dan Lapangan Simpang Lima Kota Semarang, Jumat (27/9/2019). Pada kesempatan itu, Plh. Sekwan Jateng Edy Iswanto mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

  • DPRD Dukung Kegiatan Siswa Jateng dalam ‘Parlemen Remaja’

    GEDUNG BERLIAN – Komisi A DPRD Provinsi Jateng menyambut baik kegiatan ‘Parlemen Remaja 2021’ yang digelar Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI. Hal itu diungkap Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jateng Dwi Yasmanto, saat mengikuti dialog secara virtual dengan 10 siswa asal Jateng yang mengikuti kegiatan Parlemen Remaja, Senin (13/9/2021).

  • Balai Benih Dioptimalkan Pemasaran Benih atau Bibit

    SURAKARTA – Komisi B DPRD Jateng berkunjung ke Balai Benih Tanaman Pangan Hortikultura Wilayah Surakarta, Senin (5/8/2024). Saat memimpin rombongan, Ketua Komisi B Sarno mendorong agar pemasaran benih bisa lebih ditingkatkan. Dengan demikian dapat menunjang kebutuhan petani, dan bisa meningkatkan bibit dan produksinya.

  • Komisi D Tertarik Pengembangan Rekayasa Lalin Milik Pemkot Jogja

    YOGYAKARTA – Komisi D DPRD Jateng tertarik dengan Intellegence Transportation System dalam Pengendalian Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Kawasan yang dikembangkan Pemkot Yogyakarta. Pada Jumat (31/3/2023), dewan berkesempatan berkunjung ke Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta untuk mengetahui cara kerja sistem rekayasa itu.