Aset Daerah di Pekalongan Terendam Rob

IMG 20190710 WA0012

ASET ROB. Komisi A DPRD Jateng saat memantau aset daerah berupa rumah dinas yang kini terendam rob di Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 29 Pekalongan Barat Kota Pekalongan, Rabu (10/7/2019), didampingi BPKAD Jateng. (foto ariel noviandri)

PEKALONGAN – Komisi A DPRD Jateng meminta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk mendata aset dalam kondisi mangkrak. Dari data itu nantinya bisa diketahui anggaran untuk perbaikan sehingga dapat dimanfaatkan lagi.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono saat memimpin rombongan Komisi A meninjau aset milik pemprov yang mangkrak/ terbengkalai di Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 29 Pekalongan Barat Kota Pekalongan, Rabu (10/7/2019). Pada kesempatan itu, ia juga menilai masih banyak aset yang bisa dioptimalkan fungsinya, jika mendapat perawatan serius dari pemerintah.

“Harusnya ada data semua aset yang sudah tidak bisa dipakai atau terbengkalai sehingga dapat dianggarkan untuk perbaikannya. Untuk itu, kebijakan pemerintah dalam hal pengelolaan aset harus diperjelas sehingga semua aset yang dimiliki bisa dioptimalkan,” kata Politikus Golkar itu ketika melihat aset daerah berupa rumah dinas yang kini sudah terendam rob.

Senada, Sekretaris Komisi A DPRD Jateng Ali Mansyur meminta BPKAD tidak hanya mendata aset tersebut tapi juga menghitung biaya perbaikannya. Dengan begitu, semua aset mangkrak di Jateng ini bisa segera difungsikan kembali.

“Tolong didata dan usulan anggarannya disusun untuk perbaikan aset-aset yang rusak,” kata Legislator NasDem dari Fraksi PDI Perjuangan itu.

Menanggapi hal itu, Kepala Sub Bidang Perubahan Status Hukum dan Pengamanan Aset Daerah BPKAD Jateng Sukiyadi mengaku selama ini pihaknya sudah melakukan pendataan terhada[ semua aset milik pemprov. Soal data aset yang rusak atau butuh perbaikan, pihaknya siap mendata kembali sesuai rekomendasi Komisi A.

“Kami sudah mendata semua dan untuk aset yang rusak akan kami data kembali agar segera diperbaiki,” katanya. (ariel/priyanto)

Berita Terkait

  • Tingkatkan Peran, Sekwan Koordinasikan Tenaga Ahli

    GEDUNG BERLIAN – Guna meningkatkan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) DPRD Provinsi Jateng, Sekretaris DPRD (Sekwan) Urip Sihabudin menginginkan peran lebih dari Tenaga Ahli (TA) DPRD. Penegasan itu disampaikannya di ruang Rapat Banggar Lantai 4 didampingi Kasubbag Protokol Yohan Fitriadi dan Kasubbag Perundang-undangan Novi Herawati, Jumat (24/9/2021).

  • RAKER RKPD 2023: OPD Paparkan Rencana Pendapatan 2023

    GEDUNG BERLIAN – Setelah sebelumnya menggelar rapat kerja (raker) rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) 2023, Komisi C DPRD Provinsi Jateng kembali membuka raker lanjutan. Kali ini, Kamis (14/7/2022), raker dilakukan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) setelah kemarin (13/7/2022) rapat dengan sejumlah BUMD.

  • Reaktivasi Jalur Rel KA di Jateng Dipercepat

    SURAKARTA – Reaktivasi jalur rel kereta api di sejumlah daerah di Jawa Tengah menjadi sebuah keharusan. Peran moda kereta api di Pulau Jawa perlu ditingkatkan dalam mendukung perbaikan kinerja layanan transportasi publik dan peningkatan logistik nasional.

  • Stabilitas Politik Untuk Nataru Damai

    STABILITAS POLITIK. Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Ferry Wawan Cahyono menyampaikan sambutan dalam Rakor Forkopimda Jateng. (Foto: Azam) SEMARANG – Jelang pelaksanaan ibadah hari Natal bagi umat Kristiani dan Katolik serta pergantian tahun baru 2020, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah…

  • Digitalisasi & Keamanan Arsip Jadi Tuntutan Zaman

    JAKARTA – Pola pengarsipan data di semua lembaga pemerintah terutama dibawah Pemprov Jateng sudah terintegerasi. Digitalisasi arsip menjadi tuntutan zaman dengan tetap mengedepankan keamanan data. Sistem pengarsipan data sudah harus ditata sejak sekarang untuk memudahkan pencarian bila sewaktu-waktu ada pihak-pihak yang menginginkan data yang dimaksud.

  • Gapoktan Sidomulyo Sukses Kembangkan Jenis Usaha, Komisi B Tertarik Kembangkan di Jateng

    SLEMAN – Pengembangan lembaga usaha ekonomi yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sidomulyo di Kecamatan Godean, Sleman, DIY, patut diacungi jempol. Sejak berdiri pada 2008, sampai sekarang ini mampu memenuhi kebutuhan pasokan beras hingga 270 ton/bulan. Bahkan aneka jenis beras organik tersedia di sini, seperti beras putih, beras merah, hingga beras hitam serta bawang merah dan bekatul.