VAKSIN KEDUA. Bambang Kribo saat mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 yang kedua di RSUD Tugurejo Kota Semarang, Kamis (25/3/2021). (foto humas)
SEMARANG – Program vaksinasi yang dijalankan pemerintah terus berjalan dan kini sudah memasuki tahap kedua. Saat menjalani vaksinasi di RSUD Tugurejo, Kamis (25/3/2021), Ketua DPRD Provinsi Jateng Bambang Kusriyanto meminta Dinkes melakukan sosialisasi aktif kepada masyarakat mengenai tahapan dalam program vaksinasi tersebut.
“Kami menghimbau masyarakat bersabar untuk mendapatkan vaksin karena ada tahapan-tahapannya. Tahapannya nanti dari dinkes yang mensosialisasikan kepada masyarakat,” terang Bambang Kribo, sapaan akrab Legislator PDI Perjuangan itu, usai vaksinasi didampingi dokter Haryadi Ibnu selaku Dirut RSUD Tugurejo.

Ia juga mengatakan, bagi masyarakat yang sudah mendapatkan vaksin, protokol kesehatan mutlak untuk diterapkan. Dengan begitu, masyarakat mampu ikut menekan kasus Covid-19 sekaligus meredam pandemi yang masih terjadi ini.
“Tetap mematuhi protokol kesehatan. Sampai saat ini masih melakukan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) skala mikro untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19,” tegasnya, yang sebelumnya sudah mendapatkan suntikan vaksin pertama pada 24 Februari 2021 di Gedung Grhadika Bhakti Praja, Komplek Gubernuran, Jalan Pahlawan No.9 Kota Semarang.

Senada, dokter Haryadi Ibnu juga menyarankan kepada masyarakat untuk tetap melakukan uji tes cepat/ Rapid Test Antigen atau Polymerase Chain Reaction (PCR) saat akan bepergian. “Setelah divaksin, masyarakat mendapatkan sertifikat bukti telah divaksin. Namun, meskipun sudah divaksin, kalau berpergian menggunakan pesawat atau kereta, tetap harus tes Rapid Antigen atau PCR,” jelas dokter.
Data Dinkes Provinsi Jateng per 25 Maret 2021 mencatat, jumlah total terkonfirmasi kasus Covid-19 di Provinsi Jateng sebanyak 168.598 kasus, yang merupakan hasil penjumlahan angka dirawat, sembuh, dan meninggal. Dari angka tersebut, jumlah dirawat 5.630 orang, jumlah sembuh sebanyak 152.347 orang, dan jumlah meninggal 10.621 orang. (ariel/priyanto)








