Brebes Masih Banjir, Dewan Minta Penjelasan BBWS Cimanuk-Cisanggarung

01 Kom D CIREBAN

BREBES BANJIR. Komisi D DPRD Provinsi Jateng saat berkunjung ke BBWS Cimanuk-Cisanggarung, Selasa (11/2/2019), di Kota Cirebon Provinsi Jawa Barat (Jabar) membahas soal banjir di Kabupaten Brebes Provinsi Jateng. (foto teguh prasetyo)

CIREBON – Komisi D DPRD Provinsi Jateng melakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung mengenai penanganan banjir di Kabupaten Brebes. Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jateng Alwin Basri menuturkan koordinasi itu dilakukan mengingat beberapa daerah di Brebes terendam banjir karena luapan sungai dan tanggul jebol.

Daerah yang terdampak banjir, kata dia, ada di 7 desa di Kecamatan Ketanggungan, Larangan dan Banjarharjo. “Masalahnya, penanganan tidak tuntas. Banjir besar terjadi di Sungai Babakan dan Sungai Tanjung Kulon. Tanggul diperbaharui dan jebol lagi, jebol lagi. Itu yang membuat kami harus ke sini,” jelas Politikus PDI Perjuangan itu, di sela acara diskusi dengan BBWS Cimanuk-Cisanggarung, Selasa (11/2/2019), di Kota Cirebon Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Sukirman menyampaikan banjir yang terjadi di Brebes itu tengah dievaluasi, terkait proses pengendaliannya ke depan. Sama halnya yang dilakukan Komisi D ke BBWS Pemali Juana, BBWS Bengawan Satker O&P, dan BPWS Bengawan Solo.

“Tadi, sudah dijelaskan banyak hal dan banyak kendala. Dukungan Komisi D itu nanti secara politik agar program-program BBWS itu bisa direalisasikan oleh pemerintah pusat. Salah satu kendalanya adalah banyak program yang dikritisi oleh Bappenas,” ungkap Politikus PKB itu.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jateng Hadi Santoso menjelaskan di Kabupaten Brebes ada 5 wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) masuk ke BBWS. Diantaranya paling parah menimbulkan dampak banjir adalah Sungai Babakan, Cisanggarung, dan Kluwud.

Selain itu, ada 37 titik perlintasan sungai dengan jalan tol. Beberapa waktu lalu juga sempat viral, sungai meluap ke Jalan Ketanggungan, yang merupakan jalan nasional sehingga menghentikan aktifitas ekonomi.

“Lha, kami berharap ini tidak terjadi lagi. Mengingat Kabupaten Brebes masuk ke dalam kawasan strategis pengembangan nasional kawasan industri,” tutur Politikus PKS itu.

Ia menambahkan kali ini memang sengaja diberi tekanan karena BBWS Cimanuk-Cisanggarung ini respons terhadap bencana di Brebes dirasa perlu didorong agar bisa optimal. Harapannya, ketika kawasan industri yang ada di Brebes pada 2023 sudah dimulai, tidak ada lagi permasalahan terkait ada banjir maupun limpasan-limpasan yang muncul dari BBWS.

Sebelumnya, dalam pertemuan dengan Komisi D, Kabid Perencanaan Umum Program BBWS Cimanuk-Cisanggarung menyampaikan wilayah Brebes memang sudah menjadi perhatian. Khususnya, dengan adanya rencana pengembangan daerah industri, sudah menyiapkan alat baku maupun pengendalian banjirnya.

“Terkait dengan Sungai Babakan, Ketanggungan, serta jalan yang tergenang, progres kami dalam penanganan darurat masih berjalan. Sudah empat dan lima kali kita dicoba dengan banjir susulan. Alhamdulillah, untuk Cikesa Lor masih aman, hanya di Ketanggungannya memang kemarin ada sisi-sisi tanggul yang masih rendah sehingga masih bisa dilewati banjir. Kemarin sudah diinstruksikan oleh kepala balai untuk ditutup,” jelasnya.

Untuk itu, ia berharap dukungan Komisi D untuk mendorong sektor lain dalam penanganan banjir. Khususnya mendorong Perhutani yang sudah banyak mengkonsesikan lahannya untuk ditanami. Hal tersebut membawa dampak sedimentasi dan penyempitan terhadap sungai.

“DAS kita sudah rusak dan kita menjadi sektor yang terdampak. Sementara, sektor kehutanan di luar kewenangan kami. Karena, sungai ini kalau dinormalisasi tidak akan berumur panjang. Dua atau tiga tahun akan kembali lagi karena sumber masalahnya ada di hulu,” jelasnya. (teguh/ariel)

Berita Terkait

  • Minim SDM, Pengelolaan Balai Benih Solo Tak Optimal

    SURAKARTA – Tak hanya jas keuangan, Komisi C DPRD Provinsi Jateng juga memantau capaian pendapatan di sejumlah Balai Benih. Salah satunya Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Wilayah Surakarta di Kebun Benih TPH Masaran Karanganyar dan Kebun Benih Tohudan Colomadu, Senin (29/6/2020).

  • UNBK di Solo Raya Berjalan Lancar

    SOLO – Selama penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) wilayah Cabang Dinas Pendidikan Jateng Wilayah VII tidak ditemukan kendala serius. Masalah teknis dan nonteknis bisa teratasi sesegera mungkin.

  • DIALOG PROAKTIF: Helmy Janji Kawal Penyaluran Aspirasi Masyarakat

    JEPARA – Berbicara tentang Jepara, tidak lepas dari kata ukiran dan juga wisata pesisir utara Laut Jawa. Tak dipungkiri salah satu wisata unggulan di Jepara adalah Pantai Bandengan. Namun tidak banyak tahu kalau di Jepara juga ada salah satu objek wisata unggulan. Terletak di Desa Bucu, Kecamatan Kembangan, ada air terjun yang eksotis. Namanya air terjun Songgolangit.

  • FOCUS GROUP DISCUSSION : Manajemen BUMDES Perlu Diperbaiki

    UNGARAN – Kiprah Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes sebagai lembaga pengungkit perekonomian desa melalui peningkatan layanan umum dan mengoptimalkan aset desa patut terus didorong. Dengan demikian perekonomian di desa bisa berputar sehingga bisa menjadi salah satu pilar penyokong perekonomian daerah. Pun pada pemanfaatan hasil usaha BUMDes bisa untuk mewujudkan kemandirian desa dan meningkatkan kesejahteraan warganya.

  • HARI KESAKTIAN PANCASILA 2020: Indonesia Berlandaskan Pancasila

    GUBERNURAN – Ketua DPRD Provinsi Jateng Bambang Kusriyanto menghadiri Upacara Hari Kesaktian Pancasila dengan tema ‘Indonesia Berlandaskan Pancasila’ yang digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja kantor Gubernur Jateng, Kamis (1/10/2020). Disana, upacara peringatan dilakukan secara virtual dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.