REMBUG JATENG 2026: Bergasmalang Petanglong, Wisata Berkelanjutan & Ekonomi Syariah

Doktor M. Saleh

Doktor Mohammad Saleh. (foto setyo herlambang)

TEGAL – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Doktor Mohammad Saleh menghadiri acara Rembug Jateng bertema ‘Mengembangkan Pariwisata Berkelanjutan & Ekonomi Syariah sebagai Tulang Punggung Pertumbuhan Ekonomi” di Pendopo Gedhe Sebayau Kota Tegal, Senin (22/6/2026). Rembug itu menjadi forum sinergi Pemprov Jateng dengan pemerintah kabupaten/ kota se-Jateng untuk memantapkan arah pembangunan tahun mendatang.

Dalam sambutannya, Doktor Mohammad Saleh menyoroti wilayah Bergasmalang Petanglong yang meliputi Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Batang, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes, Kota Pekalongan, dan Kota Tegal. Menurut dia kawasan pesisir utara itu punya kekuatan besar di sektor industri, perdagangan, pertanian, perikanan, UMKM, dan pariwisata.

“Wilayah tersebut merupakan kawasan strategis di pesisir utara Jateng yang potensinya luar biasa. Jika dikelola tepat, bisa menjadi penggerak utama ekonomi Jateng,” katanya.

Doktor M. Saleh

Ia menilai tema Rembug Jateng sangat relevan dengan arah pembangunan ke depan. Terutama dalam menghadapi tatanan global sekaligus memanfaatkan potensi daerah.

“Kita butuh pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada 2027 mendatang,” ujarnya.

Ia menegaskan DPRD Provinsi Jateng berkomitmen penuh mendukung kebijakan pembangunan yang berpihak pada rakyat. Komitmen itu meliputi 3 pilar utama yakni penguatan ekonomi rakyat, pengembangan wisata berkelanjutan, dan penguatan ekonomi syariah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru di Jateng.

Melalui forum Rembug Jateng, ia berharap lahir gagasan, strategi, dan langkah konkret yang bisa memperkuat pembangunan daerah. “Forum tersebut harus menghasilkan langkah nyata yang menjawab tantangan ekonomi ke depan. Bukan sekadar wacana tapi aksi yang dirasakan langsung masyarakat,” harapnya.

Rembug Jateng dapat menjadi titik awal kolaborasi yang lebih erat antara DPRD, Pemprov, dan pemerintah daerah. Dengan sinergi tersebut, potensi wisata pantai, kuliner, dan UMKM di jalur pantura bisa dikembangkan, sementara ekonomi syariah didorong sebagai alternatif pembiayaan yang berkeadilan bagi pelaku usaha kecil. (agung/red.)

Info Lainnya

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 20 Juli 2026 – 26 Juli 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak β€” mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah PERIODE DATA 20 Juli 2026 – 26 Juli 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Laporan…

  • Perlu, Penguatan Pengawasan Pesantren Ramah Perempuan & Anak

    JAKARTA – Meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan pesantren menjadi alasan Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendatangi Kantor Kementerian Agama RI, Kamis (23/7/2026). Langkah itu ditempuh untuk memastikan kebijakan perlindungan santri tidak berhenti pada regulasi tapi benar-benar berjalan efektif di setiap pesantren.

  • Destinasi Wisata Terintegrasi Potensi Alam Perlu Diperbanyak

    BANDUNG – Provinsi Jateng membutuhkan model pengelolaan destinasi wisata yang mampu mengintegrasikan potensi alam, masyarakat, dan investasi agar mampu bersaing dengan daerah lain. Untuk itu, Komisi B DPRD Provinsi Jateng memilih mempelajari pengelolaan Floating Market Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (23/7/2026), yang dinilai berhasil mengembangkan wisata berbasis perairan secara berkelanjutan