Disorot, Kredit Macet Bank Jateng Cabang Boyolali

IMG 20260614

SOAL KINERJA. Komisi C DPRD Provinsi Jateng berdiskusi membahas kinerja keuangan di Kantor Bank Jateng Cabang Klaten, Jumat (12/6/2026). (foto erpan)

KLATEN – Kinerja Bank Jateng Cabang Boyolali menjadi perhatian Komisi C DPRD Provinsi Jateng. Saat berdiskusi dengan Direksi Bank Jateng Cabang Klaten dan Cabang Boyolali di Kantor Bank Jateng Cabang Klaten, Jumat (12/6/2026), Komisi C mencatat rasio Non-Performing Loans (NPL) atau kredit macet di Boyolali telah mendekati ambang batas yang perlu diwaspadai, sementara kondisi di Klaten dinilai relatif lebih terkendali.

Ketua Komisi C, Bambang Hariyanto, mengatakan pengawasan terhadap rasio NPL menjadi salah satu indikator utama yang diperhatikan pihaknya dalam menilai kesehatan kinerja perbankan daerah. Menurut dia kondisi di Boyolali menunjukkan rasio NPL yang hampir menyentuh batas 5%.

“Kalau kita lihat di sini, ada dua cabang yang kita datangi. Klaten relatif tidak ada masalah dalam hal NPL-nya. Sementara Boyolali agak mendekati problem NPL secara umum karena tingkat NPL-nya hampir menyentuh 5 persen, hampir 4 persen lebih,” ujar Bambang, usai bertemu dengan jajaran direksi kantor cabang.

1000994248

Ia menjelaskan tantangan yang dihadapi sektor perbankan saat ini tidak hanya terjadi di Bank Jateng tapi merupakan persoalan umum industri jasa keuangan. Dua persoalan utama yang dihadapi adalah keterbatasan penghimpunan dana pihak ketiga dan penyaluran kredit kepada masyarakat maupun dunia usaha.

Menurut Bambang lembaga perbankan memiliki fungsi sebagai lembaga intermediasi yang mempertemukan kepentingan penabung dengan pihak yang membutuhkan kredit. Karena itu, keseimbangan antara penghimpunan dana dan penyaluran kredit menjadi faktor penting dalam menjaga kinerja perbankan tetap sehat. Dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut, lanjut Bambang, Komisi C menilai diperlukan kolaborasi dan inovasi dari para pimpinan cabang untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang muncul.

“Yang penting adalah bagaimana kolaborasi dan inovasi dari para pimpinan cabang ini untuk bisa keluar dari problem-problem yang sangat pelik seperti hari ini,” katanya.

Bambang menambahkan kondisi ekonomi global yang dipengaruhi faktor geopolitik dan geoekonomi turut memberikan tekanan terhadap sektor perbankan. Meski demikian, kunjungan Komisi C dilakukan tidak hanya sebagai bentuk pengawasan tapi juga untuk memberikan motivasi kepada jajaran Bank Jateng agar tetap optimistis menghadapi tantangan.

“Kita harus meyakini di tengah keterbatasan dan kesulitan pasti akan ada kemudahan yang bisa ditemukan,” pungkasnya.

Sementara dalam paparan dihadapan Komisi C, Kepala Bank Jateng Cabang Klaten Tri Santoso meyakini sampai akhir 2026 target penghimpunan dana pihak ketiga akan bisa memenuhi target. Sampai Mei 2026, tercatat dana pihak ketiga yang terhimpun sudah melebihi rencana bisnis. Dari rencana Rp 1,62 miliar bisa terealisasikan Rp 1,82 miliar atau 112%.

Selanjutnya penjelasan Kepala Bank Jateng Cabang Boyolali Umi Laila Sholichah berjanji akan optimal menarik dana pinjaman yang selama ini tersalurkan melalui KUR. Usaha kecil di Boyolali diakuinya sedang tidak baik-baik saja. Akibatnya, berimbas pada pembayaran kredit.

“Kami sudah memberikan penjelasan dan strategis kepada direksi untuk menarik pembayaran dari kreditur,” jelasnya. (boy/red.)

Info Lainnya

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 20 Juli 2026 – 26 Juli 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah PERIODE DATA 20 Juli 2026 – 26 Juli 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Laporan…

  • Perlu, Penguatan Pengawasan Pesantren Ramah Perempuan & Anak

    JAKARTA – Meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan pesantren menjadi alasan Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendatangi Kantor Kementerian Agama RI, Kamis (23/7/2026). Langkah itu ditempuh untuk memastikan kebijakan perlindungan santri tidak berhenti pada regulasi tapi benar-benar berjalan efektif di setiap pesantren.

  • Destinasi Wisata Terintegrasi Potensi Alam Perlu Diperbanyak

    BANDUNG – Provinsi Jateng membutuhkan model pengelolaan destinasi wisata yang mampu mengintegrasikan potensi alam, masyarakat, dan investasi agar mampu bersaing dengan daerah lain. Untuk itu, Komisi B DPRD Provinsi Jateng memilih mempelajari pengelolaan Floating Market Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (23/7/2026), yang dinilai berhasil mengembangkan wisata berbasis perairan secara berkelanjutan