Sumanto Ajak Tanam Pohon Pengikat Air Sungai Kledung

IMG 20260425 WA0177

TANAM POHON. Sumanto dalam kegiatan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ di Desa Karangpandan Kabupaten Karanganyar, Sabtu (25/4/2026). (foto rahmat yasir widayat

KARANGANYAR – Menjaga ekosistem sungai merupakan salah satu kunci berlangsungnya kehidupan. Ditengah maraknya Ikan Sapu Sapu yang mengancam ekosistem di sejumlah sungai, Ketua DPRD Provinsi Sumanto mengajak seluruh masyarakat untuk sadar dan merawat sungai.

Hal itu disampaikannya dalam acara ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ di Desa Karangpandan Kabupaten Karanganyar, Sabtu (25/4/2026), dengan agenda menanam pohon dan tebar ikan sungai. “Kita harus memulai untuk sadar akan pentingnya sungai dan air. Kita tanami pohon di sekitar sungai, selain untuk menjaga air, juga menjaga tanah agar tidak longsor. Mengingat kontur tanah di sekitar Sungai Kledung ini, kita tanami supaya ekosistem sungai dan sekitar ya terjaga,” jelasnya.

Dalam penanaman pohon di sekitar sungai, ia mengingatkan untuk memilah jenis pohon yang sesuai dengan tujuan sungai itu ada. Pohon yang sesuai ditanam di sepanjang sungai antara lain pohon pohon yang mampu menyimpan air seperti pohon Beringin, Pohon Bambu, dan pohon Randu.

“Tidak sembarang yang ditanam, sudah betul ini Pak Arif Wibisono yang menanam Pohon Bulu di bantaran Sungai Kledung Karangpandan. Beliau sudah menanam sejak 1995, sudah kelihatan ini. Jadi, zaman dulu sendang atau belik muncul di sekitar pohon besar, ndayangan kalau bahasane wong deso,” terangnya.

Turut terlibat dalam kegiatan itu, Anggota DPRD Kabupaten Karanganyar Sri Harjono, Kepala Desa Karangpandan beserta perangkatnya, dan tokoh masyarakat. Pada kesempatan itu juga dikukuhkannya Relawan Jogo Kali yang akan bersama-sama bersinergi dengan masyarakat menjaga sungai untuk generasi penerus. (azam/red.)

Info Lainnya

  • Perlu, Penguatan Pengawasan Pesantren Ramah Perempuan & Anak

    JAKARTA – Meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan pesantren menjadi alasan Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendatangi Kantor Kementerian Agama RI, Kamis (23/7/2026). Langkah itu ditempuh untuk memastikan kebijakan perlindungan santri tidak berhenti pada regulasi tapi benar-benar berjalan efektif di setiap pesantren.

  • Destinasi Wisata Terintegrasi Potensi Alam Perlu Diperbanyak

    BANDUNG – Provinsi Jateng membutuhkan model pengelolaan destinasi wisata yang mampu mengintegrasikan potensi alam, masyarakat, dan investasi agar mampu bersaing dengan daerah lain. Untuk itu, Komisi B DPRD Provinsi Jateng memilih mempelajari pengelolaan Floating Market Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (23/7/2026), yang dinilai berhasil mengembangkan wisata berbasis perairan secara berkelanjutan

  • Dikonsultasikan, Dana Cadangan Pilkada ke Kemendagri

    JAKARTA — Komisi A DPRD Provinsi Jateng mewanti-wanti potensi ledakan anggaran pada gelaran Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2029. Mengacu pada pengalaman sebelumnya, total kebutuhan dana untuk menyokong pesta demokrasi lima tahunan di Jateng diperkirakan tembus hingga Rp 2,2 triliun.  

  • Penting, Akuntabilitas Tata Kelola Pemerintah Desa

    SEMARANG — Komisi A DPRD Provinsi Jateng mendorong pemerintah desa di seluruh Jateng untuk memperbaiki tata kelola perencanaan dan evaluasi anggaran desa. Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jateng Putro Negoro Rekthosetho menegaskan bahwa indikator keberhasilan pembangunan nasional sangat ditentukan sejauh mana pemdes mampu mengelola anggarannya secara terbuka dan berintegrasi.