Perlunya Standar ‘Wisata Halal’ di Jateng

IMG 20260406 WA0008

Sri Hartini. (foto rahmat yasir widayat)

SURAKARTA – Komisi B DPRD Provinsi Jateng mengajak seluruh pihak penyelenggaraa wisata untuk mempersiapkan standar ‘Wisata Halal.’ Ketua Komisi B, Sri Hartini, menjelaskan untuk menuju Jateng Wisata Halal 2027 butuh peran dari seluruh masyarakat.

“Sebagaimana kita ketahui, target dari Gubernur mengenai Road Map Jateng Nomor 5 Tahun 2027 akan fokus pada Wisata Halal sebagai motor pembangunan. Jadi, perlu disiapkan seluruh perangkatnya pada 2026 ini,” terangnya, usai melakukan melakukan diskusi dengan Perumda Taman Satwa Taru Jurug Kota Surakarta, Rabu (1/4/2026).

Ia menjelaskan, untuk menuju standar halal, perlu adanya perhatian khusus bagi seluruh pihak baik pemetrintah maupun penyelenggara untuk membangun ekosistem halal. Inovasi event yang akan menarik wisatawan timur tengah perlu untuk mulai direncanakan. Selain itu juga jaminan kehalalan untuk berbagai macam produk yang dijajakan kepada wisatawan.

Ia juga menyoroti perihal promosi yang perlu digencarkan dan dikolaborasikan antar kluster Wisata. Guna menunjang hal tersebut, ia meminta Dinas Pariwisata Provinsi Jateng untuk terus berinovasi dan melakukan promosi, baik ke masayarakat Indonesia maupun ke Mancanegara. 

“Untuk menunjang cita-cita Bapak Presiden Indonesia Bapak Prabowo Subianto dan road map Gubernur Ahmad Lutfi perlu disiapkan bersama dan seksama mengenai ekosistem wisata halal ini,” katanya.

Sebagai informasi, Road Map Jateng yang dicanangkan Gubernur Ahmad Lutfi dimulai pada 2025 sebagai tahun Infrastruktur. Pada 2026, Jateng fokus pembangunan di Sektor Pertanian, kemudian pada 2027, fokus pada pembangunan pariwisata dan ekonomi Halal. 

Dan, pada 2028 difokuskan peningkatan dan pemerataan ekonomi berbasis potensi desa dan industri hijau. Sedangkan pada 2029, program yang akan digenjot adalah menumbuhkan daya saing daerah menuju Jateng maju berkelanjutan. Adapun pada 2030 adalah perwujudan Jateng yang maju dan berkelanjutan. (azam/red.)

Info Lainnya

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 20 Juli 2026 – 26 Juli 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah PERIODE DATA 20 Juli 2026 – 26 Juli 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Laporan…

  • Perlu, Penguatan Pengawasan Pesantren Ramah Perempuan & Anak

    JAKARTA – Meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan pesantren menjadi alasan Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendatangi Kantor Kementerian Agama RI, Kamis (23/7/2026). Langkah itu ditempuh untuk memastikan kebijakan perlindungan santri tidak berhenti pada regulasi tapi benar-benar berjalan efektif di setiap pesantren.

  • Destinasi Wisata Terintegrasi Potensi Alam Perlu Diperbanyak

    BANDUNG – Provinsi Jateng membutuhkan model pengelolaan destinasi wisata yang mampu mengintegrasikan potensi alam, masyarakat, dan investasi agar mampu bersaing dengan daerah lain. Untuk itu, Komisi B DPRD Provinsi Jateng memilih mempelajari pengelolaan Floating Market Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (23/7/2026), yang dinilai berhasil mengembangkan wisata berbasis perairan secara berkelanjutan