Pentingnya Perencanaan untuk Ketersediaan Pangan

WhatsApp Image 2025 10 30 at 16.10.54

DIALOG KETERSEDIAAN : Komisi B berdialog dengan Dinas Ketahanan Pangan Sragen berkaitan dengan penyediaan dan pengelolaan pangan.

SRAGEN – Komisi B mengunjungi Dinas Ketahanan Pangan Sragen guna menindak lanjuti temuan BPK, Rabu (29/10/2025). Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari tugas Komisi B untuk memastikan temuan yang tercantum dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK telah ditindaklanjuti secara benar oleh OPD terkait.

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Ketua Komisi B, Sholehah Kurniawati mengungkapkan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk memantau langsung pelaksanaan tindak lanjut atas temuan BPK di Dinas Ketahanan Pangan berkaitan dengan penyediaan dan pengelolaan pangan.

Berdasarkan diskusi yang dilakukan, secara sekilas dapat disimpulkan bahwa tidak ada temuan yang bersifat fatal atau krusial yang dapat mengganggu secara signifikan kinerja dinas. Hal ini menunjukkan bahwa secara umum, perencanaan dan pelaksanaan di Dinas Ketahanan Pangan sudah berjalan cukup baik.

Namun, meskipun tidak ada temuan fatal, Komisi B menyoroti adanya aspek yang memerlukan perhatian dan perbaikan. Temuan BPK lebih mengarah pada ketidaksesuaian dalam perencanaan yang berdampak pada ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Sholehah menjelaskan bahwa perencanaan yang ada, meskipun sudah disusun, ternyata belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Sragen secara keseluruhan dalam kurun waktu satu tahun. Ini menunjukkan adanya gap antara perencanaan dan realita kebutuhan di lapangan.

“Perlu ada penambahan alokasi atau perbaikan dalam skema pengadaan dan penyediaan pangan di tahun-tahun mendatang,” jelasnya.

Komisi B melalui DR Sholehah menyampaikan saran kepada Dinas Ketahanan Pangan agar ke depan, perencanaan harus benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Sragen, khususnya Dinas Ketahanan Pangan, harus lebih teliti dalam membuat perhitungan. Perencanaan harus lebih dibukukan dan disesuaikan agar alokasi yang disiapkan benar-benar mencukupi dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Komisi B mengingatkan pentingnya antisipasi dan perencanaan jangka panjang untuk menghindari kekurangan pangan di masa mendatang, demi kesejahteraan masyarakat Sragen.(ganang/priyanto)

Info Lainnya

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 20 Juli 2026 – 26 Juli 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah PERIODE DATA 20 Juli 2026 – 26 Juli 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Laporan…

  • Perlu, Penguatan Pengawasan Pesantren Ramah Perempuan & Anak

    JAKARTA – Meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan pesantren menjadi alasan Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendatangi Kantor Kementerian Agama RI, Kamis (23/7/2026). Langkah itu ditempuh untuk memastikan kebijakan perlindungan santri tidak berhenti pada regulasi tapi benar-benar berjalan efektif di setiap pesantren.

  • Destinasi Wisata Terintegrasi Potensi Alam Perlu Diperbanyak

    BANDUNG – Provinsi Jateng membutuhkan model pengelolaan destinasi wisata yang mampu mengintegrasikan potensi alam, masyarakat, dan investasi agar mampu bersaing dengan daerah lain. Untuk itu, Komisi B DPRD Provinsi Jateng memilih mempelajari pengelolaan Floating Market Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (23/7/2026), yang dinilai berhasil mengembangkan wisata berbasis perairan secara berkelanjutan