Dorong Pengembangan Bibit Ikan Beong di Loka Ngrajek

WhatsApp Image 2025 06 11 at 18.20.50

MUNGKID – Potensi pengembangbiakan bibit ikan air payau sangat besar. Minat masyarakat mengonsumsi ikan meski terbilang rendah namun masih cukup banyak. Masalah itu mengemuka dalam pertemuan Komisi B DPRD Jateng saat melihat Loka Ngrajek milik Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jateng di Kecamatan Muntilan, Kab. Magelang, Selasa (10/6/2025).

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut LHP BPK mengenai pengembangan pembibitan di DKP Jateng. Kepada Koordinator Loka Ngrajek Toni Kuswoyo, anggota Komisi B Endrianingsih Yunita menyatakan, budi daya nila di Ngrajek sebenarnya cukup menjanjikan. Sebagai orang asli Magelang, dia mengakui Ngrajek masih menjadi tempat beli bibit ikan nila, lele dan karpet dan tawes.

Karena itulah, pihaknya sangat mendorong adanya inovasi dan kreativitas dari pengelola serta dinas terkait untuk menghasilkan benih unggulan.
“Dengan hasil dari benih unggulan setidaknya turut menjadi salah satu penyokong dari pengelolaan sistem pertanian yang baik,” kata dia.

Sebagai informasi, Loka Ngrajek Kabupaten Magelang secara teknis merupakan salah satu dari 11 Loka pada Balai Budidaya Ikan Air Payau dan Laut, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah. Dibangun pada tahun 1960, dengan luas total 5,3 Ha. dan luas kolam 3,5 Ha.

Toni Kuswoyo sampai saat ini tetap berorientasi pada penyediaan benih ikan air tawar antara lain lele, nila merah, nila hitam, tawes, karper, nilem, beong dan grass carp. Mengenai ikan Beong, ia menegaskan, Loka Ngrajek turut mengembangkan ikan asli berkembang biak di di sekitar Kedu raya terlebih ada di Sungai Progo.


“Ikan Beong ini asli endemis Kali Progo. kami sedang mengembangkan bibitnya mengingat permintaan ikannya sangat tinggi. Orang Magelang yang merantau kalau belum menyantap Ikan Beong belum pulang,” ucap dia.(con/priyanto)

Info Lainnya

  • Perlu, Penguatan Pengawasan Pesantren Ramah Perempuan & Anak

    JAKARTA – Meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan pesantren menjadi alasan Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendatangi Kantor Kementerian Agama RI, Kamis (23/7/2026). Langkah itu ditempuh untuk memastikan kebijakan perlindungan santri tidak berhenti pada regulasi tapi benar-benar berjalan efektif di setiap pesantren.

  • Destinasi Wisata Terintegrasi Potensi Alam Perlu Diperbanyak

    BANDUNG – Provinsi Jateng membutuhkan model pengelolaan destinasi wisata yang mampu mengintegrasikan potensi alam, masyarakat, dan investasi agar mampu bersaing dengan daerah lain. Untuk itu, Komisi B DPRD Provinsi Jateng memilih mempelajari pengelolaan Floating Market Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (23/7/2026), yang dinilai berhasil mengembangkan wisata berbasis perairan secara berkelanjutan

  • Dikonsultasikan, Dana Cadangan Pilkada ke Kemendagri

    JAKARTA — Komisi A DPRD Provinsi Jateng mewanti-wanti potensi ledakan anggaran pada gelaran Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2029. Mengacu pada pengalaman sebelumnya, total kebutuhan dana untuk menyokong pesta demokrasi lima tahunan di Jateng diperkirakan tembus hingga Rp 2,2 triliun.  

  • Penting, Akuntabilitas Tata Kelola Pemerintah Desa

    SEMARANG — Komisi A DPRD Provinsi Jateng mendorong pemerintah desa di seluruh Jateng untuk memperbaiki tata kelola perencanaan dan evaluasi anggaran desa. Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jateng Putro Negoro Rekthosetho menegaskan bahwa indikator keberhasilan pembangunan nasional sangat ditentukan sejauh mana pemdes mampu mengelola anggarannya secara terbuka dan berintegrasi.