RAPAT PARIPURNA: Pengumuman Hasil Penetapan Paslon Gubernur & Wagub Terpilih 2025-2030

1738902955491

RAPAT DEWAN. DPRD Provinsi Jateng dalam rapat paripurna, Jumat (7/2/2025), dengan agenda utama pengumuman hasil penetapan paslon gubernur & wagub terpilih masa jabatan 2025-2030.

GEDUNG BERLIAN – DPRD Provinsi Jateng menggelar rapat paripurna, Jumat (7/2/2025), dengan beberapa agenda. Diantaranya pengumuman hasil penetapan paslon gubernur & wagub terpilih masa jabatan 2025-2030.

Kemudian, Laporan Komisi D tentang Raperda Sumber Daya Air (SDA), Pemandangan Umum (PU) Fraksi atas Raperda SDA, Tanggapan Komisi D atas PU Fraksi, persetujuan penetapan Raperda Pemberdayaan & Perlindungan Koperasi & UMKM, Laporan Komisi C soal persetujuan pemindahtanganan Barang Milik Daerah (BMD) Kapal Motor Cepat (KMC) Kartini I kepada Pemprov Jabar melalui hibah. Dan, agenda terakhir adalah pendapat akhir gubernur.

Memasuki agenda pertama, Sumanto membacakan beberapa aturan dalam penetapan paslon gubernur & wagub terpilih masa jabatan 2025-2030. Dikatakan, sesuai dengan Keputusan KPU Provinsi Jateng Nomor 25 Tahun 2025 tanggal 5 Februari 2025 tentang Penetapan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Tahun 2024, dengan ini DPRD Provinsi Jateng secara resmi mengumumkan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah teprilih hasil Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024 yaitu Saudara Ahmad Luthfi dan Saudara Taj Yasin.

“Selanjutnya, DPRD Provinsi Jateng akan menyampaikan penetapan paslon Gubernur dan wagub terpilih kepada Presiden RI melalui Mendagri. Pada kesempatan yang berbahagia ini, kami menyampaikan apresiasi kepada Penyelenggara Pemilihan Umum Kepala Daerah yaitu KPU dan Bawaslu Provinsi Jateng serta penghargaan kepada Cagub dan Cawagub sebagai kontestan demokrasi pada Pilgub 2024. Semoga ikhtiar kita dalam membangun Jateng selalu di Ridhoi oleh Allah SWT, Tuhan yang Maha Esa,” kata Ketua DPRD Sumanto, didampingi Wakil Ketua DPRD Sarif Abdillah, Heri Pudyatmoko, Muhammad Saleh, dan Setya Arinugroho.

Sebelum masuk ke agenda berikutnya, Sumanto menyebutkan jumlah kehadiran Anggota Dewan dalam rapat paripurna. Dikatakan, Anggota DPRD yang hadir sejumlah 86 orang dari 119 orang Anggota Dewan.

“Sesuai ketentuan Pasal 153 ayat (1) huruf β€˜b’ Peraturan DPRD tentang Tata Tertib, bahwa Rapat Paripurna pada hari ini telah memenuhi quorum,” katanya.Β 

Kemudian, Sumanto mempersilahkan Komisi D untuk membacakan laporannya. Dibacakan oleh Sekretaris Komisi D Kholik Idris, Raperda SDA disusun untuk memperkuat pengelolaan SDA di daerah.

“Dalam raperda itu meliputi perencanaan, konservasi, pendayagunaan, pengelolaan sistem air tanah, sistem informasi & kerjasama, dan pendanaan dalam pengelolaan SDA di Jateng,” kata Kholik dalam penggalan laporannya.

Setelah penyampaian dari Komisi D tersebut, dilanjut dengan penyerahan laporan PU dari masing-masing fraksi kepada Pimpinan Dewan (Pimwan). Dilanjut pula dengan agenda Tanggapan Komisi D atas PU Fraksi itu, yang dibacakan oleh Anggota Komisi D, Much Muchlis Ariston.

“Raperda Pengelolaan SDA diharapkan mamou mendukung sistem pengelolaan SDA oleh pemerintah yang lebih efektif dan efisien sekaligus mendukung upaya konservasi,” kata Ariston dalam tanggapan Komisi D atas PU Fraksi.

Agenda selanjutnya adalah Laporan Bapemperda soal Raperda Pemberdayaan & Perlindungan Koperasi & UMKM. Dalam laporannya, Anggota Bapemperda Catur Agus Saptono mengatakan raperda itu disusun untuk memperkuat peran koperasi dan mampu menumbuhkembangkan sektor UMKM di Jateng. 

“Tercatat, ada 141.854 UMKM dan 28.483 koperasi di Jateng yang membutuhkan kepastian hukum. Harapannya, perda nantinya bisa memberikan kepastian hukum dan dorongan masyarakat untuk menumbuhkan perekonomiannya,” kata Catur.

Dilanjutkan dengan Laporan Komisi C soal persetujuan pemindahtanganan BMD KMC Kartini I kepada Pemprov Jabar melalui hibah. Dalam laporannya, Sekretaris Komisi C Anton Lami Suhadi mengatakan hibah itu dilakukan karena biaya perawatan yang sangat besar dan perintisan kapal sudah selesai.

“Sudah tidak ada lagi lembaga/ instansi yang bersedia menerima kapal tersebut. Dalam hal ini, Pemprov Jabar siap menerima hibah kapal tersebut,” kata Anton.

Setelah pembacaan laporan, Sumanto meminta persetujuan Anggota Dewan yang hadir soal Raperda Koperasi & UMKM  menjadi perda. “Apakah raperda tersebut dapat disetujui?,” tanya Sumanto, dan dijawab serentak Para Anggota Dewan, “setuju!”

Setelah mendapat persetujuan, giliran Pj. Gubernur Nana Sudjana memberikan tanggapannya. Dikatakan, Raperda Koperasi & UMKM itu diharapkan menjadi solusi strategis dalam pemberdayaan sehingga dapat lebih tumbuh dan berkembang sekaligus bisa menjadi pedoman dalam rangka pembinaan koperasi dan usaha kecil dan pengembangan teknologi. (ayuut/ariel)

Info Lainnya

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 20 Juli 2026 – 26 Juli 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak β€” mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah PERIODE DATA 20 Juli 2026 – 26 Juli 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Laporan…

  • Perlu, Penguatan Pengawasan Pesantren Ramah Perempuan & Anak

    JAKARTA – Meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan pesantren menjadi alasan Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendatangi Kantor Kementerian Agama RI, Kamis (23/7/2026). Langkah itu ditempuh untuk memastikan kebijakan perlindungan santri tidak berhenti pada regulasi tapi benar-benar berjalan efektif di setiap pesantren.

  • Destinasi Wisata Terintegrasi Potensi Alam Perlu Diperbanyak

    BANDUNG – Provinsi Jateng membutuhkan model pengelolaan destinasi wisata yang mampu mengintegrasikan potensi alam, masyarakat, dan investasi agar mampu bersaing dengan daerah lain. Untuk itu, Komisi B DPRD Provinsi Jateng memilih mempelajari pengelolaan Floating Market Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (23/7/2026), yang dinilai berhasil mengembangkan wisata berbasis perairan secara berkelanjutan