MEDIA TRADISIONAL: Seni & Budaya Jawa Perlu Promosi ke Medsos

IMG

Wulan Purnama Sari. (foto r. ariel rizja)

SRAGEN – Kesenian dan kebudayaan Jawa perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak. Karena, jika hal itu diabaikan, jatidiri bangsa tersebut akan tergerus dengan seni dan budaya modern milik bangsa luar.

Pesan itu disampaikan Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jateng Wulan Purnama Sari dihadapan ratusan Warga Desa Sambirejo Kabupaten Sragen, Minggu (10/11/2024). Pertemuan dengan warga tersebut dilakukannya dalam rangka kegiatan ‘Sosialisasi Kebijakan melalui Media Tradisional (Metra) DPRD Provinsi Jateng.’

Dalam kegiatan itu, selain sosialisasi, ia menyuguhkan kesenian tradisional asli Sragen yakni Reog. Pada kesempatan tersebut, ia juga berharap pada kaum muda lokal untuk ikut berperan aktif mempromosikan kesenian dan kebudayaan asli Sragen.

Promosi itu, kata dia, dapat dilakukan melalui media sosial (medsos). Hal tersebut mengingat banyak kaum muda yang lebih concern pada gadget dan dunia digital.

“Saya banyak berharap agar anak-anak muda ikut memperkenalkan kesenian Sragen lewat medsos agar lebih banyak orang yang mengetahui soal keseniannya,” harapnya.

Ia juga mengaku sangat apresiatif karena banyak kaum muda terlibat dalam Pagelaran Reog di Desa Sambirejo. “Harapannya juga anak-anak muda Sragen dapat terus melestarikan kesenian lokal yang ada selama ini,” tambahnya. (ariel/priyanto)

Info Lainnya

  • Perlu, Penguatan Pengawasan Pesantren Ramah Perempuan & Anak

    JAKARTA – Meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan pesantren menjadi alasan Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendatangi Kantor Kementerian Agama RI, Kamis (23/7/2026). Langkah itu ditempuh untuk memastikan kebijakan perlindungan santri tidak berhenti pada regulasi tapi benar-benar berjalan efektif di setiap pesantren.

  • Destinasi Wisata Terintegrasi Potensi Alam Perlu Diperbanyak

    BANDUNG – Provinsi Jateng membutuhkan model pengelolaan destinasi wisata yang mampu mengintegrasikan potensi alam, masyarakat, dan investasi agar mampu bersaing dengan daerah lain. Untuk itu, Komisi B DPRD Provinsi Jateng memilih mempelajari pengelolaan Floating Market Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (23/7/2026), yang dinilai berhasil mengembangkan wisata berbasis perairan secara berkelanjutan

  • Dikonsultasikan, Dana Cadangan Pilkada ke Kemendagri

    JAKARTA — Komisi A DPRD Provinsi Jateng mewanti-wanti potensi ledakan anggaran pada gelaran Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2029. Mengacu pada pengalaman sebelumnya, total kebutuhan dana untuk menyokong pesta demokrasi lima tahunan di Jateng diperkirakan tembus hingga Rp 2,2 triliun.  

  • Penting, Akuntabilitas Tata Kelola Pemerintah Desa

    SEMARANG — Komisi A DPRD Provinsi Jateng mendorong pemerintah desa di seluruh Jateng untuk memperbaiki tata kelola perencanaan dan evaluasi anggaran desa. Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jateng Putro Negoro Rekthosetho menegaskan bahwa indikator keberhasilan pembangunan nasional sangat ditentukan sejauh mana pemdes mampu mengelola anggarannya secara terbuka dan berintegrasi.