Minim Alokasi Anggaran, Pelayanan Panti Sosial Belum Optimal

WhatsApp Image 2024 10 17 at 21.38.56

Messy Widiastuti. (foto muh. maarif)

BOYOLALI – Keberadaan panti sosial patut mendapatkan perhatian serius. Sejauh ini, kebijakan anggaran dinilai belum berpihak secara keseluruhan kepada pelayanan panti, adanya ketimpangan antara kebutuhan dan anggaran. 

Kondisi itulah yang menjadikan keberadaan pelayanan panti sosial tak bisa optimal. Hal itu menjadi pembahasan utama saat Komisi E DPRD Provinsi Jateng bertandang ke Panti Pelayanan Sosial Anak ‘Pamardi Utomo’ Kabupaten Boyolali dan Panti Pelayanan Sosial ‘Wanodyatama’ Kota Surakarta pada Selasa-Rabu (16-17/10/2024). Saat berdiskusi, terungkap bahwa kendala optimalisasi dari pelayanan kedua panti itu adalah soal keterbatasan anggaran.

Di sisi lain, kebutuhan yang digunakan terbilang besar. Mulai dari kebutuhan operasional sampai pada belanja rutinitas.

Ketua Komisi E, Messy Widiastuti, mengakui selama ini masalah pengelolaan panti terbilang dilematis. Untuk itu, pemerintah harus hadir sehingga pelayanan panti dapat optimal di tengah keterbatasan anggaran.

“Secara fisik, sarana dan prasarana kita bisa dan evaluasi semestinya dilakukan setiap tahun. Kita utamakan pelayanan dari negara untuk masyarakat atau penerima bantuan. Karena itu merupakan jaring pengaman sosial terbawah, yang tidak terakomodasi. Harapannya, panti sosial, apalagi milik pemerintah pelayanan bagus, sehingga memaksimalkan pelayanan,” jelasnya.  

Sementara, Kepala Panti Pelayanan Sosial Anak ‘Pamardi Utomo’ Kabupaten Boyolali Shodik Wibowo mengaku selama ini pihaknya berkegiatan sesuai dengan program rutin yang dijalankan. Program dilaksanakan untuk anak-anak binaan seperti bimbingan seni musik, bimbingan disiplin dan fisik, bimbingan baca tulis Alquran, bimbingan keagamaan dan bimbingan keterampilan sablon dengan jumlah tidak lebih dari 80 orang.

“Aggaran yang minim untuk panti sebenarnya tidak juga dirasakan panti milik pemprov. Sejumlah daerah memiliki kesamaan kondisi yang serupa. Dengan adanya kekurangan anggaran tersebut, kami memaksimalkan apa yang ada dan membimbing anak-anak tersebut dengan sepenuh hati sehingga menjadikan anak-anak itu, setelah keluar dari sini dapat hidup mandiri dan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan bakat mereka,” ungkap Shodik, yang juga berharap Komisi E DPRD Provinsi Jateng dapat memberikan kebijakan politik yang memperhatikan masalah panti. (arif/ariel

Berita Terkait

  • Pemilu 2024 Harus Jurdil & Kondusif

    SURAKARTA – Beberapa hitung bulan, seluruh masyarakat akan memasuki masa pesta demokrasi yaitu Pemilu 2024. Tentunya berjalannya proses tersebut harus kondusif dan berjalan dengan tertib juga jujur bersih adil menjadi syarat wajib.

  • Maraknya Anak Punk di Jateng Perlu Diselesaikan

    YOGYAKARTA – Hingga kini, masih banyak ‘Anak Punk’ yang bergerombol di sudut-sudut jalan ataupun traffic light. Melihat kondisi itu, Pansus Perlindungan Anak DPRD Provinsi Jateng berupaya untuk mencari solusi agar kalangan muda yang berkecimpung dalam komunitas Anak Punk tersebut tidak terjerumus dalam dunia kriminal dan lebih bermanfaat bagi masyarakat.

  • Jamkrida Perlu Sasar Sektor Pangan

    JAKARTA – Komisi C DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan PT Jamkrida Jakarta, Senin (12/1/2026) guna memperkuat strategi penjaminan daerah. Tujuannya, menyerap inovasi Jamkrida Jakarta untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jateng.

  • DPRD Optimistis Bank Jateng Cabang DIY Mampu Capai Target

    YOGYAKARTA – DPRD Provinsi Jateng meyakini Bank Jateng Kantor Cabang (KC) DI Yogyakarta mampu untuk memenuhi target pendapatan pada 2020 ini. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Sukirman bersama Wakil Ketua DPRD Ferry Wawan Cahyono dan Quatly Abdul Kadir Al Katiri, saat melakukan monitoring dan evaluasi langsung ke Bank Jateng KC DIY. Kamis (12/3/2020).