Pos Terpadu Tol Pejagan Brebes Siap Sambut Pemudik

01 kom A BREBES MUDIK

POS PEMUDIK. Komisi A DPRD Jateng saat memantau kesiapan tenda pos terpadu saat melayani para pemudik lebaran tahun ini, salah satunya tenda Pos Terpadu di Exit Toll Pejagan Kabupaten Brebes, Selasa (28/5/2019). (foto ariel noviandri)

BREBES – Provinsi Jateng merupakan tujuan utama para pemudik lebaran. Untuk itu, Komisi A DPRD Jateng melakukan pantauan terhadap pos pelayanan mudik di beberapa titik, salah satunya di Pos Terpadu Tol Pejagan Kabupaten Brebes, Selasa (28/5/2019).

(kiri-kanan) Ayuning Sekar Suci, Annisa Devy Ika Natalia, Irna Setyowati, Ali Mansyur, dan AnAmir Darmanto, (foto ariel noviandri)

Di lokasi itu, Dewan melihat kesiapan pos saat menerima dan melayani pemudik yang melintasi Tol Pejagan. Menurut Ketua Komisi A DPRD Jateng Masruhan Samsurie tenda pos yang telah didirikan di beberapa titik sudah sangat baik karena fasilitas yang ada mampu melayani para pemudik yang lelah melakukan perjalanan dari arah barat.

(kiri-kanan) Anggota Komisi A DPRD Jateng Joko Haryanto dan Amir Darmanto bersama Wakil Ketua Komisi A Fuad Hidayat dan Sekretaris Komisi A Ali Mansyur.
(foto ariel noviandri)

Senada, Wakil Ketua Komisi A, Fuad Hidayat, juga mengatakan fasilitas Pos Terpadu di Tol Pejagan sudah sangat baik karena sudah ada beberapa pos yang dibutuhkan pemudik seperti pos kesehatan. Ia berharap Pos Terpadu itu bisa dimanfaatkan para pemudik, yang sebagian besar datang dari arah Jakarta.

“Di tenda pos terpadu ini sudah sangat nyaman karena dilengkapi dengan pendingin ruangan. Kami (DPRD) berharap pos ini dapat dimanfaatkan para pemudik untuk beristirahat sejenak setelah melakukan perjalanan panjang,” kata Fuad.

Adit Priyansyah (kiri) saat berbincang dengan Anggota Komisi A DPRD Jateng Ayuning Sekar Suci, Amir Darmanto, Sekretaris Komisi A Ali MAnsyur, dan Wakil Ketua Komisi A Fuad Hidayat. (foto ariel noviandri)

Sementara, Adit Priansyah selaku Pengawas Tenda Pos Terpadu Exit Toll (Pintu Keluar Tol) Pejagan menjelaskan tenda pos didirikan Pabrik Rokok (PR) Sukun Kudus sebagai salah satu upaya corporate social responsibility (CSR/ tanggungjawab sosial perusahaan). Dalam hal ini, pihaknya hanya mendirikan tenda dan menyediakan pendingin ruangan, fasilitas selebihnya dipenuhi Polda Jateng.

“Di Provinsi Jateng ini ada 77 tenda yang didirikan PR Sukun Kudus, 2 tenda diantaranya di Exit Toll Brebes Timur dan Brebes Barat. Disini kami hanya menyediakan tenda dan mesin pendingin ruangan, selebihnya dari pihak lain,” kata Adit singkat. (ariel/priyono)

Info Lainnya

  • Perlu, Penguatan Pengawasan Pesantren Ramah Perempuan & Anak

    JAKARTA – Meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan pesantren menjadi alasan Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendatangi Kantor Kementerian Agama RI, Kamis (23/7/2026). Langkah itu ditempuh untuk memastikan kebijakan perlindungan santri tidak berhenti pada regulasi tapi benar-benar berjalan efektif di setiap pesantren.

  • Destinasi Wisata Terintegrasi Potensi Alam Perlu Diperbanyak

    BANDUNG – Provinsi Jateng membutuhkan model pengelolaan destinasi wisata yang mampu mengintegrasikan potensi alam, masyarakat, dan investasi agar mampu bersaing dengan daerah lain. Untuk itu, Komisi B DPRD Provinsi Jateng memilih mempelajari pengelolaan Floating Market Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (23/7/2026), yang dinilai berhasil mengembangkan wisata berbasis perairan secara berkelanjutan

  • Dikonsultasikan, Dana Cadangan Pilkada ke Kemendagri

    JAKARTA — Komisi A DPRD Provinsi Jateng mewanti-wanti potensi ledakan anggaran pada gelaran Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2029. Mengacu pada pengalaman sebelumnya, total kebutuhan dana untuk menyokong pesta demokrasi lima tahunan di Jateng diperkirakan tembus hingga Rp 2,2 triliun.  

  • Penting, Akuntabilitas Tata Kelola Pemerintah Desa

    SEMARANG — Komisi A DPRD Provinsi Jateng mendorong pemerintah desa di seluruh Jateng untuk memperbaiki tata kelola perencanaan dan evaluasi anggaran desa. Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jateng Putro Negoro Rekthosetho menegaskan bahwa indikator keberhasilan pembangunan nasional sangat ditentukan sejauh mana pemdes mampu mengelola anggarannya secara terbuka dan berintegrasi.