Bertemu Kementerian PUPR, Komisi D Pertanyakan Penanganan Banjir dan Rob

SAVE 20240506

SOAL BANJIR. Komisi D DPRD Provinsi Jateng saat berdiskusi di Kantor Ditjen SDA Kemen PUPR, Jakarta, Senin (29/4/2024), membahas soal penyelesaian permasalahan banjir dan rob. (foto setyo herlambang)

JAKARTA – Komisi D DPRD Provinsi Jateng berupaya mendapatkan informasi terkait kebijakan pemerintah mengenai penanganan serta penyelesaian masalah banjir dan rob terutama menjelang musim penghujan pada 2024 nanti. Penanganan masalah banjir dan rob secara keseluruhan berada dalam kebijakan Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR di Jakarta, Senin (29/4/2024).

Jajaran Komisi D ditemui Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur dan Bali Rakhman Taufik. Pada pertemuan itu, satu per satu anggota Komisi D menyoroti masalah banjir dan rob yang tak kunjung selesai, terutama di sepanjang daerah pintura. Mulai dari Brebes sampai Rembang, banjir dan rob selalu ada bahkan cakupan areal yang tergenang pun mulai melebar.

Sekretaris Komisi D Chamim Irfani mempertanyakan soal kebijakan strategis apa yang akan dilakukan pemerintah pusat. Termasuk, pola pembangunan yang terintegrasi terutama untuk jalur darat.

“Langkah-langkah strategis apa yang dilakukan pusat untuk penanganan di pintura. Masalah gaint wall atau tanggul laut sejauh ini perkembangannya seperti apa. Terlebih masalah di Sayung, Demak. Juga kasus banjir bandang di Karanganyar, Demak apakah ada rencana normalisasi sejumlah sungai. Kasus banjir di Pemalang, Pekalongan, Brebes juga bagaimana nasib penanganannya,” ucapnya.

Rakhman mengemukakan sebagian daerah di sepanjang pantai utara Jawa mengalami abrasi, land subsidence (penurunan muka tanah). Akibatnya banjir dan rob selalu dating setiap saat. Berkaca pada penanganan banjir dan rob di Provinsi DKI Jakarta, lanjut dia, ada semacam bentuk kerja sama antara pusat daerah.

“Perlunya kerja sama ini supaya ada kesejelasan mengenai siapa menangani apa. Pemprov DKI dan Kementerian PUPR jadi jelas. Kami pun dalam penanganannya bila bersinggungan dengan pembebasan lahan tidak bisa berbuat banyak. Itu menjadi masalah pemerintah daerah. Di Jateng sampai sekarang ini belum ada MoU,” ucapnya.

Soal penanganan banjir, skemanya adalah pembangunan kolam retensi di sejumlah daerah. Fungsi kolam tersebut merupakan kawasan tangkapan air untuk kemudian dipompa ke sungai atau laut terdekat.
Untuk pengendalian banjir, sekarang sudah mulai dilakukan normalisasi.

Seperti yang dilakukan Sungai Serang Wulan yang terbagi menjadi dua subdrainase yakni Serang Wulan Drainase (SWD) I dan SWD II. Sungai Juwana pun sudah dilakukan normalisasi.

Anggota Komisi D Ida Nur Sa’adah lebih menyoroti ketimpangan pembangunan antara ibu kota provinsi dengan daerah. Terbukti, pembangunan normalisasi Banjirkanal barat dan timur di Kota Semarang begitu megah, sedang daerah biasa saja. Penanganan masalah Sungai Wulan patut menjadi perhatian pusat.

Wahyudi Noor Aly menyatakan PR besar pemerintah pusat adalah penanganan banjir dan abrasi. Sudah bertahun-tahun kedua masalah itu tak selesaikan. (ashar/ariel)

Berita Terkait

  • Optimalisasi Pelayanan KA di Stasiun Tugu pada Libur Nataru

    YOGYAKARTA – Dalam upaya optimalisasi pelayanan angkutan kereta api dalam masa libur Natal dan Tahun Baru 2023,  Komisi D Melakukan studi banding  ke PT KAI ( Persero) Daop 6 Bertempat di Stasiun Tugu Yogyakarta, Rabu (28/12/2022). Hadi Santoso Wakil Ketua Komisi D selaku pimpinan rombongan menjelaskan, pihaknya ingin mengetahui optimalisasi pelayanan kereta api dalam masa libur ini.

  • FOCUS GROUP DISCUSSION: Berdayakan UMKM, Jateng Sejahtera

    JADI NARASUMBER: Wakil Ketua DPRD Quatly Abdulkadir Alkatiri menjadi narasumber dalam FGD di Surakarta.(foto: dewi sekarsari) SURAKARTA – Wakil Ketua DPRD Jateng Quatly Abdulkadir Alkatiri meyampaikan peran usaha mikro kecil menengah (UMKM) pada pengembangan perekonomian daerah sangat signifikan. Terlebih pada…

  • Perlu, Restrukturisasi TPS dilakukan secara Detail

    BOYOLALI – Komisi A DPRD Provinsi Jateng mendorong restrukturisasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) di KPU Kabupaten Boyolali karena akan berdampak pada efektifitas anggaran, baik anggaran Pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten. Restrukturisasi itu harus mempertimbangkan rasio dan keterjangkauan mengingat Boyolali memiliki letak geografis yang konturnya beragam, sangat dekat dengan puncak gunung berapi di bagian atas dan Bendung Kedung Ombo dibawahnya.

  • RAPAT PARIPURNA VIRTUAL: PAW Anggota Dewan

    GEDUNG BERLIAN – Ketua DPRD Provinsi Jateng Bambang Kusriyanto bersama Wakil Ketua DPRD Sukirman dan Quatly Abdulkadir Alkatiri membuka rapat paripurna yang digelar secara virtual, Senin (22/3/2021), mengagendakan Pengucapan sumpah/ janji Anggota Pengganti Antar Waktu (PAW) DPRD Provinsi Jateng. Turut hadir dalam rapat itu, Gubernur Ganjar Pranowo.