FOCUS GROUP DISCUSSION: Perlunya Pemahaman Digitalisasi di Desa

IMG

DESA DIGITAL. Kegiatan FGD yang digelar Ketua DPRD Provinsi Jateng Bambang Kusriyanto di Kabupaten Semarang, Jumat (18/11/2022), dibahas mengenai pentingnya digitalisasi desa. (foto diana sulistyana)

UNGARAN – Dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Ketua DPRD Provinsi Jateng Bambang Kusriyanto di Kabupaten Semarang, Jumat (18/11/2022), dibahas mengenai pentingnya digitalisasi desa. Narasumber yang hadir dalam kegiatan itu yakni Kepala Desa Banyubiru Sri Anggoro dan Kabid Aplikasi & Informatika Diskominfo Kabupaten Semarang Vega Lazuardi.

Dalam paparannya, Sri Anggoro menyambut baik layanan digital dapat diterapkan di desa. Karena, dengan digitalisasi itu, maka dapat mempermudah akses pelayanan kepada masyarakat mengenai informasi yang dibutuhkan dan mempunyai banyak manfaat, salah satunya di sektor UMKM.

“Pelayanan yang sifatnya sistem aplikasi desa untuk masyarakat, pemanfaatan era digitalisasi itu agar kita lebih mudah mencari peluang pasar jual/ beli lewat online. Jika kita bisa memanfaatkannya, maka produk UMKM yang ada di masyarakat dapat dimasukkan ke toko online. Kita harus bisa mengikuti perkembangan zaman agar tidak tertinggal. Maka dari itu, peningkatan SDM juga penting di era saat ini,” jelas Sri.

Narasumber lainnya, Vega Lazuardi, menjelaskan secara singkat bahwa digitalisasi bisa dikatakan pemindahan analog ke digital. Untuk itu, masyarakat juga harus upgrade agar bisa mengikuti perkembangan zaman secara baik dan bijak.

“Digitalisasi itu adalah alat yang bisa kita gunakan untuk meningkatkan kualitas SDM melalui pembelajaran online dan bisnis online. Contoh, jual/ beli online lebih praktis karena kita tidak harus memiliki toko karena tokonya bisa lewat aplikasi jual/ beli yang ada. Selain dampak positif, ada pula dampak negatifnya. Dalam hal ini, masyarakat harus bijak menggunakan layanan digital dan harus lebih teliti,” jelas Vega. (diana/ariel)

Info Lainnya

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 20 Juli 2026 – 26 Juli 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah PERIODE DATA 20 Juli 2026 – 26 Juli 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Laporan…

  • Perlu, Penguatan Pengawasan Pesantren Ramah Perempuan & Anak

    JAKARTA – Meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan pesantren menjadi alasan Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendatangi Kantor Kementerian Agama RI, Kamis (23/7/2026). Langkah itu ditempuh untuk memastikan kebijakan perlindungan santri tidak berhenti pada regulasi tapi benar-benar berjalan efektif di setiap pesantren.

  • Destinasi Wisata Terintegrasi Potensi Alam Perlu Diperbanyak

    BANDUNG – Provinsi Jateng membutuhkan model pengelolaan destinasi wisata yang mampu mengintegrasikan potensi alam, masyarakat, dan investasi agar mampu bersaing dengan daerah lain. Untuk itu, Komisi B DPRD Provinsi Jateng memilih mempelajari pengelolaan Floating Market Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (23/7/2026), yang dinilai berhasil mengembangkan wisata berbasis perairan secara berkelanjutan