MEDIA TRADISIONAL: Warga Cilacap Masih Gandrungi Wayang Kulit

WhatsApp Image 2022 10 28 at 22.02.26

PERTUNJUKKAN WAYANG: Sejumlah sinden dalam pergelaran wayang kulit Dialog Parlemen Nguri-uri Kebudayaan Khas Cilacap di Sanggar Ajisaka Cilacap, Jumat (28/10/2022).(foto: mentaripagi)

CILACAP – Wayang kulit bagi warga Cilacap tetap mendapatkan hati. Setiap kali pergelaran kerap dipadati warga.Mereka masih tetap ada yang menyukai kesenian Jawa ini. Kesenian di Cilacap terbilang unik, mengingat ada dua kebudayaan yang mempengaruhi warganya yakni Jawa dan Sunda.

Keunikan inilah sampai sekarang ini masih tetap terjaga. Inilah yang dikemukakan Sukarno Sugiharto dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cilacap saat menjadi narasumber dalam kegiatan Dialog Parlemen Nguri-uri Kebudayaan Khas Cilacap di Sanggar Ajisaka Cilacap, Jumat (28/10/2022). Anggota Komisi D DPRD Jateng Samirun turut menjadi penyaji materi dalam pegiatan itu.

Cilacap merupakan daerah percampuran budaya Jawa dan Sunda. Cilacap bagian barat seperti Majenang, Cimangu, Deyluhur lebih banyak dipengaruhi budaya Sunda. Sementara bagian timur, kuat pada budaya Jawa. Meski demikian, pemerintah kabupaten tetap memberi ruang bagi kesenian lokal untuk berkembang. Tak hanya wayang kulit, ada pula Tari Jayumas, Cowongan, Sintren. Sampai 2020 jumlah kelompok kesenian yang sudah teregristasi di Pemkab Cilacap ada 136 kelompok. Bahkan sampai Agustus 2022, jumlahnya bertambah menjadi 171 kelompok senin.  

Supaya wayang kulit tetap eksis dan berkembang, termasuk memperkenalkan dengan siswa sekolah mada ada program “Wayang Masuk Sekolah”.

Sementara Sugiono, seorang dalang senior dari Cilacap mengakui sebenarnya niat remaja untuk mendalami seni pedalangan dan karawitan cukup ada. Di Sanggar Ajisaka ini saja, hampir keseluruhan siswanya berusia remaja. Kepada pemerintah pun diminta supaya, pergelaran pementasan tetap terus diizinkan. Dengan demikian, akan terus membangtyu seniman untuk terus berkembang dan berusaha.    

Sebagai anggota DPRD Jateng, Samirun menangkap ada semangat untuk menguri-uri budaya. Pelaku seni dan pemerintah akan seiring sejalan demi melestarikan kesenian dan kebudayaan di daerah Cilacap. Harapannya antara eksekutif, legislatif dan yudikatif bareng-bareng untuk menjaga konsistensi kebudayaan dan kesenian. Memasukkan bahasa Jawa di dalam kurikulum, karena sudah ada Perda yang mengaturnya.

“Mari kita masyarakat Cilacap bergotong royong untuk melestarikan kebudayaan ini khususnya wayang kulit dan yang lainnya. tidak hanya menguri-uri, tapi bisa menguripi,” ucapnya.(hini/priyanto)

Info Lainnya

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 20 Juli 2026 – 26 Juli 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah PERIODE DATA 20 Juli 2026 – 26 Juli 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Laporan…

  • Perlu, Penguatan Pengawasan Pesantren Ramah Perempuan & Anak

    JAKARTA – Meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan pesantren menjadi alasan Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendatangi Kantor Kementerian Agama RI, Kamis (23/7/2026). Langkah itu ditempuh untuk memastikan kebijakan perlindungan santri tidak berhenti pada regulasi tapi benar-benar berjalan efektif di setiap pesantren.

  • Destinasi Wisata Terintegrasi Potensi Alam Perlu Diperbanyak

    BANDUNG – Provinsi Jateng membutuhkan model pengelolaan destinasi wisata yang mampu mengintegrasikan potensi alam, masyarakat, dan investasi agar mampu bersaing dengan daerah lain. Untuk itu, Komisi B DPRD Provinsi Jateng memilih mempelajari pengelolaan Floating Market Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (23/7/2026), yang dinilai berhasil mengembangkan wisata berbasis perairan secara berkelanjutan