Komnas Disabilitas Ingin Muatan Lokal Dikuatkan

IMG 20221014 WA0008

PIMPIN RAPAT: Ketua Pansus Penyandang Disabilitas Joko Haryanto memimpin rapat pembahasan raperda bersama Komnas Disabilitas.(foto: ganang faisol)

GEDUNG BERLIAN – Komisi Nasional Disabilitas memberi apresiasi atas usul Rancangan Perda Penyandang Disabilitas yang menjadi inisiasi DPRD Jateng. Hal itu dikemukakan Komisioner Komnas Eka Prastama saat diundang Komisi E dalam rapat dengar pendapat terkait usul raperda tersebut.

Eka mengemukakan, raperda ini sangat penting bagi penyandang disabilitas. Diharapkan dengan adanya produk hukum itu nanti bisa mampu menjadi solusisupaya tidak ada diskriminasi bagi para penyandang disabilitas.

“Sejauh ini saya berterima kasih kepada tim pansus ini dalam membuat raperda karena saya lihat terus ada perkembangannya sehingga saya dan teman-teman disabilitas menunggu perda ini. Tetapi masih menjadi perhatian kami dari raperda ini yakni muatan lokalnya yang terus menjadi perhatian kami,” ucap Eka.

Ketua Pansus Raperda Joko Haryanto mengemukakan, rancangan tersebut sebenarnya telah menjadi pembahasan pansus yang dimotori Komisi E sejak 2020. Berjalannya waktu, pembahasan sempat tersendat mengingat saat itu pemerintah telah menetapkan kasus Covid-19 menjadi pandemi. Pansus, lanjut dia, kesulitan dalam hal koordinasi maupun pembahasannya. Dengan dua tahun berjalan ini, akhirnya pansus membuka kembali pembahasan raperda.

“Pasal per pasal dari Raperda Disabilitas terus berjalan dan telah masuk pembahasan Pasal 134,”  ungkap Joko di Ruang Rapat Badan Anggaran.

Joko menambahkan dalam membuat raperda diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan dari penyandang disabilitas. Raperda ini mampu menjadi acuan bagi daerah lain.

“Saya berharap nantinya perda ini mampu bermanfaat bagi teman-teman penyandang disabilitas dan perda Jateng ini mampu menjadi acuan di kab/kota di Jawa Tengah atau Provinsi di luar Jawa Tengah,” ungkap Joko.(rafdan/priyanto)

Berita Terkait

  • SOSIALISASI NON-PERDA: Pengembangan Potensi Desa dengan Teknologi Digital

    UNGARAN  –  Alpukat dan kopi telah menjadi komoditas unggulan dari Kabupaten Semarang. Perlu sentuhan marketing digital supaya kedua komoditas tersebut bisa mampu menembus pasar ekspor.  Dalam Sosialisasi Non-Perda DPRD Provinsi Jawa Tengah di Aula Kantor Balai Desa Rejosari, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Selasa (15/11/2022), digelar oleh Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto hadir secara virtual.

  • Kunjungi Lampung, Pelajari Kontribusi PAD dari Agribisnis

    LAMPUNG – Sumber pendapatan di luar sektor pajak kendaraan menjadi topik utama saat Komisi C DPRD Provinsi Jateng berkunjung ke Kantor Setda Provinsi Lampung, Selasa (27/2/2020). Kunjungan ke ujung Pulau Sumatera itu dilakukan karena Provinsi Lampung dikenal sebagai penghasil dan pemasok kopi terbesar Indonesia maupun Dunia.

  • Dibahas, Penambahan Modal BPR BKK

    KARANGANYAR – Masalah kecukupan permodalan bagi entitas bisnis seperti perbankan, apalagi bagi Bank Perkreditan Rakyat-Bank Kredit Kecamatan (BPR BKK), bank yang melayani rakyat kecil, modal yang besar sangat penting dan strategis. Dengan modal yang kuat, tak terkecuali untuk BPR-BKK pelat merah, dapat lebih leluasa beroperasi dan menghasilkan deviden yang tinggi untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan di sisi lain mampu menyalurkan kredit dengan bunga yang relatif murah kepada nasabahnya.

  • Promosi Budaya di Anjungan Jateng TMII Terus Digencarkan

    JAKARTA – Anjungan Jawa Tengah di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, terus mempromosikan kebudayaan dan kuliner lokal mulai dari kesenian Tari, karawitan, dan panganan kuliner. Hal itu merupakan cara mendorong masyarakat luar untuk menyambangi kabupaten/ kota yg ada di Jateng.