MEDIA TRADISIONAL: Buat Budaya Lokal Jadi Kekuatan Bangsa

498c9bbb 67e7 4ca8 93f3 0e2f025f1d22

SOAL TRADISI. Kesenian tradisional dalam acara Dialog Metra di lapangan Desa Ganten Kabupaten Karanganyar pada Sabtu (1/10/2022) lalu. (foto humas)

KARANGANYAR – Kelihaian dalang dalam memainkan wayang kulit menjadi hiburan tersendiri bagi para penonton ditambah dengan perpaduan suara gamelan dan gendang menambah ciri khas dari pagelaran tradisional. Hal itu ditunjukkan dalam acara Media Tradisional pagelaran wayang kulit dengan lakon “Semar Bangun Desa” di lapangan Desa Ganten, Kabupaten Karanganyar, baru-baru ini.

Semar selaku kepala desa ingin membangun desanya agar lebih maju lagi akan tetapi niat baik tersebut tidak dengan mudah ia lakukan karena mendapat penolakan dari sebagian kalangan. Ia beranggapan bahwa sebagai pemimpin harus dapat bertanggung jawab atas keamanan, keselamatan, ketentraman dan kesejahteraan warganya. Hal itu tersirat dalam pagelaran wayang kulit dengan lakon Semar Bangun Desa.

Dalam dialog ini, anggota DPRD Jateng M. Yunus mengatakan, bahwa banyak tantangan yang harus dihadapi untuk melestarikan kebudayaan lokal. Ia juga menambahkan kesenian tradisional ini harus bersaing dengan budaya dari luar agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Agar wayang lebih digemari kalangan milenial harus dikemas secara menarik agar mereka berminat menonton seperti adanya dialog yang lucu dan musik yang menghibur.

Munadi selaku Kepala Desa Ganten menekankan banyak kebudayaan yang belum bisa dipentaskan secara maksimal. Menurutnya, wayang kulit jika dilestarikan dengan baik akan menjadi kesenian yang mampu menyatukan semua kalangan.

Menambahkan, Ki Simon Darsono selaku dalang menganggap wayang kulit kurang digemari oleh anak zaman sekarang. Ia juga berharap kedepannya wayang kulit harus diperhatikan lebih baik lagi. (-/priyanto)

Info Lainnya

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 20 Juli 2026 – 26 Juli 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak β€” mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah PERIODE DATA 20 Juli 2026 – 26 Juli 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Laporan…

  • Perlu, Penguatan Pengawasan Pesantren Ramah Perempuan & Anak

    JAKARTA – Meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan pesantren menjadi alasan Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendatangi Kantor Kementerian Agama RI, Kamis (23/7/2026). Langkah itu ditempuh untuk memastikan kebijakan perlindungan santri tidak berhenti pada regulasi tapi benar-benar berjalan efektif di setiap pesantren.

  • Destinasi Wisata Terintegrasi Potensi Alam Perlu Diperbanyak

    BANDUNG – Provinsi Jateng membutuhkan model pengelolaan destinasi wisata yang mampu mengintegrasikan potensi alam, masyarakat, dan investasi agar mampu bersaing dengan daerah lain. Untuk itu, Komisi B DPRD Provinsi Jateng memilih mempelajari pengelolaan Floating Market Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (23/7/2026), yang dinilai berhasil mengembangkan wisata berbasis perairan secara berkelanjutan