DIALOG PROAKTIF: Bondan Ingin Kembangkan Kulineran Khas Kota Gaplek

86d34189 9df7 49a9 aba9 46225cdff7e9

DEWAN PROAKTIF. Bondan Sejiwan Bomo Aji dalam rangkaian kegiatan Dialog Proaktif DPRD Provinsi Jateng di Karanganyar pada Minggu (25/9/2022) lalu. (foto soni con dinata)

KARANGANYAR – Bondan Sejiwan Bomo Aji mengawali kegiatan program ‘Dialog Proaktif DPRD Provinsi Jateng’ dari Karanganyar. Tepatnya di Kecamatan Jumantono, Bondan bertemu dengan sejumlah tokoh masyarakat Desa Tunggulrejo.

Di desa tersebut menjadi tempat penyaluran dana aspirasinya sebagai anggota DPRD. Bahkan kini, oleh pihak pemerintah desa setempat tengah dirintis menjadi desa wisata. Bupati Juliyatmono pun bangga dengan dedikasi Bondan untuk Karanganyar. Sudah terhitung miliaran rupiah tersalurkan di daerah lereng Gunung Lawu itu.

“Ini (Karanganyar) sudah menjadi daerah pemilihan Mas Bondan-sapaan akrabnya. Dana aspirasinya ada untuk membangun jalan, pemberdayaan kelompok kesenian,” ucapnya.

Pada Minggu (25/9/2022) lalu, ia pun mengumpulkan sejumlah pelaku kesenian reog yang dibinanya di Joglo Kamulyan, tepatnya di Desa Sendang, Wonogiri. Baginya reog Wonogiri harus dijaga dan dilestarikan. Supaya kesenian itu tetap ada, dia selalu menarik kalangan muda untuk berlatih tari reog.

Tak hanya kesenian, Bondan ternyata memilliki perhatian khusus pada kuliner khas Kota Gaplek. Di tengah kesibukannya sebagai wakil rakyat, dia merintis sebuah usaha rumah makan yang menyajikan pelbagai kuliner Wonogirinan. Ada nasi tiwul, jangan lombok ijo, besengek tempe, pecel gendar, botok wonogiri, dan nasi berkat.

Ada alasan tersendiri kuliner jadi pilihan berbisnisnya. “Saya suka makan menikmati makanan. Kenapa makan jadi pihan, karena saya ingin melihat orang bahagia. Bekerja di tempat orang senang, tentu ikut senang, jadi asyik,”ucapnya.

Bondan pun selanjutnya mengumpulkan sejumlah orang penghobi menembak. Maklum, dia kini didaulat menjadi Ketua Persatuan Berburu dan Menembak Indonesia (Perbakin) Wilayah Surakarta periode 2021-2025. Untuk olahraga pun, dia turut menjadi pembina seni bela diri campuran atau lebih dikenal dengan sebutan Mixed Martial Arts (MMA) Wonogiri. MMA merupakan olahraga kontak yang memperbolehkan berbagai teknik pertarungan, seperti pergumulan, tendangan, dan pukulan. (con/priyanto)

Berita Terkait

  • Komisi C Bahas Kinerja PDAB Tirta Utama

    SLAWI – PD Air Bersih Tirta Utama merupakan perusahaan pengelola air bersih dengan bahan baku yang melimpah dan murah. Dengan kondisi itu, DPRD Provinsi Jateng berharap perusahaan daerah tersebut mampu meminimalisir kendala dan mengoptimalkan pengelolaan dari hulu hingga hilir, termasuk pendistribusiannya ke daerah-daerah yakni perusahaan-perusahaan daerah air minum (PDAM) di kabupaten/ kota.

  • Empat Mahasiswi Tiongkok Kunjungi Gedung Berlian

    GEDUNG BERLIAN – Empat mahasiswi asal Tiongkok Ms Zao Wenjing, Ms Wu Jinqiu, Ms Li Yiru, Ms Gu Yanhao, Kamis (7/11/2019), mengujungi kantor DPRD Provinsi Jawa Tengah di Jalan Pahlawan No 7, Kota Semarang. Mereka diterima oleh Kabag Umum Drs Edy Iswanto dan Kasubag Protokol Yohan Fitriadi SIP, MSi.

  • Pekerja Informal Perlu Dapatkan Perlindungan Kerja

    PEKALONGAN – Perlindungan terhadap tenaga kerja harus menyeluruh, termasuk pekerja di aektor informal. Hal itulah yang menjadi sorotan Komisi E DPRD Provinsi Jateng, saat berdiskusi dengan Dinas Perindustrian & Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kota Pekalongan, Rabu (17/12/2025).

  • Komisi D Pantau Integrasi Moda Transportasi di Solo

    SURAKARTA – Dalam rangka peninjauan sistem transportasi intergrasi lengkap dan dinamis, Komisi D DPRD Provinsi Jateng menyambangi Stasiun Solo Balapan, Kota Surakarta, Jumat (26/4/2024). Pada kesempatan itu, Sekretaris Komisi D M. Chamim Irfani mengatakan peninjauan itu dimaksudkan untuk melihat pola integrasi antar moda transportasi yang ada. 

  • MEDIA TRADISIONAL: Dua Tarian Topeng Ireng dan Grasak Banteng Wareng Andalan Sawangan

    MUNGKID – Media Tradisional (Metra)  menggelar kesenian tari khas Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang yakni Topeng Ireng dan Grasak Banteng Wareng. Bertempat di Desa Banyuroto,  dua tarian yang lahir di lereng Gunung Merbabu mampu memantik perhatian pengunjung. Dalam kesempatan itu anggota DPRD Jateng Endrianingsih menjadi narasumber bersama Yanto Kepala Desa Banyuroto  dan Siswanto selaku seniman.