Pekerja Informal Perlu Dapatkan Perlindungan Kerja

IMG

KERJA INFORMAL. Komisi E DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan Dinperinaker Kota Pekalongan, Rabu (17/12/2025), membahas soal perlindungan pekerja informal. (foto choirul)

PEKALONGAN – Perlindungan terhadap tenaga kerja harus menyeluruh, termasuk pekerja di aektor informal. Hal itulah yang menjadi sorotan Komisi E DPRD Provinsi Jateng, saat berdiskusi dengan Dinas Perindustrian & Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kota Pekalongan, Rabu (17/12/2025).

Pada kesempatan itu, Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jateng Messy Widiastuti menanyakan soal seputar perlindungan pekerja informal. Hal itu mengingat Kota Pekalongan sudah memiliki aturan berupa Peraturan Walikota (Perwal) mengenai hal tersebut.

“Kami kesini untuk mendapatkan data dan informasi seputar tenaga kerja informal dan upaya perlindungannya. Karena, kami berencana menyusun Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal,” katanya.

Menanggapinya, Sekretaris Dinperinaker Kota Pekalongan Ninik Murniasih mengakui selama ini sudah ada perwal untuk memberikan perlindungan bagi pekerja informal. Datanya mencatat, pada 2025 ini terdapat anggaran Rp 342 juta dari APBD Kota Pekalongan untuk membayar asuransi bagi 1.700 orang.

“Ada berbagai pekerja informal sesuai perwal. Seperti takmir mesjid, Guru Paud, tenaga posyandu, petugas kebersihan, buruh batik, dan lainnya,” kata Ninik.

Dalam pendataan pekerja informal, pihaknya berkoordinasi dengan kelurahan, yang dinilai lebih memahami pekerjaan warga di wilayahnya. Jadi, lanjut Ninik, perlindungan tersebut berupa jaminan sosial seperti BPJS/ asuransi. (ariel/priyanto)

Info Lainnya

  • DPRD Jateng Dukung Program ‘Revola Jateng Optimis’

    BANJARNEGARA – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Setya Ari Nugroho mendukung Program Revolusi Lahan atau ‘Revola Jateng Optimis,’ yang digulirkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Menurut dia program yang bertujuan menghidupkan sejumlah lahan tidur yang sudah bertahun-tahun menjadi kembali produktif merupakan langkah tepat guna mendorong pertumbuhan ekonomi di masyarakat

  • Dipantau, Revitalisasi Jembatan Dengkeng Klaten

    KLATEN – Perbaikan Jembatan Dengkeng di Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten penting untuk menjaga konektivitas dan kelancaran mobilitas masyarakat di jalur Karangwuni hingga batas Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta. Infrastruktur yang menjadi penghubung antarwilayah tersebut kini mulai direvitalisasi dengan pembangunan jembatan baru

  • Komisi E Pantau Kualitas Belajar Mengajar di SMA 1 Kedungwuni

    KAJEN – Komisi E DPRD Provinsi Jateng menyoroti kualitas proses belajar mengajar sekaligus memastikan lingkungan sekolah tetap aman bagi peserta didik. Hal itu menjadi fokus Komisi E ke SMA Negeri 1 Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Senin (10/8/2026), untuk menggali masukan, data, dan informasi pendidikan di wilayah kerja Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII

  • Penyelenggaraan Jalan Provinsi Jateng Perlu Regulasi Lebih Tegas

    SUKOHARJO – Tingginya mobilitas masyarakat, meningkatnya beban angkutan logistik, dan kebutuhan menjaga kualitas ribuan kilometer jalan provinsi menjadi alasan Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong lahirnya regulasi baru tentang penyelenggaraan jalan. Aturan itu dinilai penting untuk memastikan pengelolaan jalan lebih terarah, berkelanjutan, sekaligus memperjelas kewenangan antarinstansi