MEDIA TRADISIONAL: Tari Ndolalak Tumbuh Subur di Kawasan Dieng

Image3

NARASUMBER: Anggota DPRD Jateng Dwi Yasmanto menjadi pembicara saat membahas kesenian Tari Ndolalak di Banjarnegara.(foto: dewi sekar)

BANJARNEGARA – Kesenian Tari Ndolalak tumbuh subur di wilayah eks karesidenan Kedu. Terbukti di Banjarnegara, terutama di sekitar Kawasan Dieng kesenian itu mampu memiliki daya pikat sehingga di setiap pergelarannya mampu mendatangkan antusiasme masyarakat.

Seperti pada Minggu (22/5/2022), bertempat di Desa Dieng Kulon, Banjarnegara, digelarah kesenian Ndolalak. Setelah vakum selama dua tahun karena dilanda pandemic Covid-19, kini kesenian yang memperlihatkan lenggak-lenggok perempuan mampu tampil kembali.  

Kesenian tersebut coba diulas dalam acara “Media Tradisional: Nguri-uri Kesenian Tradisional Khas Banjarnegara” dengan narasumber anggota DPRD Jateng Dwi Yasmanto, serta pemerhati budaya yang juga angggota DPRD Banjarnegara Sriyadi, dan Kepala Desa Dieng Kulon Slamet Budiono.

“Kegiatan seperti ini patut dikembangkan, disebarluaskan supaya kesenian tradisional bisa kembali hidup. Dua tahun tenggelam oleh pandemi, maka sekarang lah harus dihidupkan lagi,” jelas Yayan-sapaan akrabnya.  

Harapannya kegiatan ini dapat mengobati kerinduan masyarakat terhadap hiburan tradisional dan dapat membangkitkan perekonomian warga sekitar. Selain itu tidak bosan menyaksikan dan tetap melestarikan kebudayaan tradisional.

Sriyadi  juga mengharapkan dengan sudah menurunnya pandemi mudah-mudahan masyarakat Dieng selalu berpartisipasi dengan baik, Kawasan Dieng salah satu daerah pariwisata maka kebudayaannya tumbuh subur sekali.

Slamet Budiono juga turut mengharapkan kesenian tarian seperti ini harus dilestarikan karena ada cerita masa lalu dibalik tarian tersebut. “Dulu diuri-uri dan dihidupkan di Purworejo dan dikembangkan di daerah-daerah lain termasuk Banjarnegara dan itu menceritakan bagaimana kita mengiringi lagunya dengan tarian itu yang membuat ada nilai sejarahnya,” ucapnya.(anif/priyanto)

Berita Terkait

  • Optimalkan sebagai Fasilitator, Banhub Siap Pindah ke IKN

    JAKARTA – Komisi A mendorong kinerja Badan Penghubung (Banhub) Jateng yang ada di Jakarta untuk terus mencitrakan daerah kepada khalayak. Bagaimanapun Jakarta tetap memiliki peran yang sangat sentral bagi perkembangan daerah. Dengan demikian keberadaan Badan Penghubung dapat menggunakan perannya sebagai penghubung dengan pemerintah pusat, fasilitator hubungan antarlembaga, serta penyedia informasi dan layanan bagi masyarakat Jateng di Jakarta.

  • Pelayanan Aplikasi Daring Jadi Upaya Mendongkrak PAD

    CIREBON – Pendapatan daerah lewat pajak kendaraan bermotor (PKB) selama masa pandemi Covid-19 belum menunjukkan signifikan. Guna mendongkrak pendapatan dari pajak bermotor maka pelayanan pembayaran melalui aplikasi daring maupun lewat sistem pungut pos di beberapa kelurahan perlu ditingkatkan.

  • Komisi B Dukung Pengembangan Wisata Kendal

    KENDAL – Komisi B DPRD Jawa Tengah melihat perkembangan potensi wisata di Kendal perlu dioptimalkan. Meski berada di daerah Pantura, Kendal memiliki kekayaan alam yang melimpah. Terlebih berada di daerah selatan, salah satunya di objek wisata Nglimut yang berada di Kecamatan Boja.

  • BURSA KUMKM 2023: Produk dari Desa Binaan Setwan Jateng Diperkenalkan

    BANYUMAS – Sekretariat DPRD (Setwan) Provinsi Jateng turut meramaikan pameran stand desa binaan di acara ‘Bursa Koperasi UMKM (KUKM) 2023’ yang diselenggarakan Pemprov Jateng di GOR Satria Purwokerto Kabupaten Banyumas, baru-baru ini. Pada kesempatan itu, Sekretaris DPRD (Sekwan) Provinsi Jateng Urip Sihabudin memperkenalkan produk UMKM yang diproduksi Desa Binaan Setwan.Â