SOSIALISASI NON-PERDA: Optimalkan Desa Wisata di Era Tatanan Baru

20220520171834 IMG

DESA WISATA. Ferry Wawan Cahyono dalam ‘Sosialisasi Non-Perda’ dengan tema ‘Mengoptimalkan Desa Wisata di Era Tatanan Baru’ di Sabinku Cafe & Resto Kabupaten Banjarnegara, Rabu (25/5/2022). (foto cahya dwi prabowo)

BANJARNEGARA – Provinsi Jateng memiliki banyak desa yang berpotensi di sektor pariwisata. Di Banjarnegara, ada beberapa desa yang dapat diangkat potensinya menjadi desa wisata.

Seperti diutarakan Pembina Badan Promosi Wisata Banjarnegara Sudaryo dalam ‘Sosialisasi Non-Perda’ dengan tema ‘Mengoptimalkan Desa Wisata di Era Tatanan Baru’ di Sabinku Cafe & Resto Kabupaten Banjarnegara, Rabu (25/5/2022). Ia mengakui ada beberapa desa di Banjarnegara yang layak dijadikan desa wisata seperti desa di Dieng.

Ia sendiri mengaku sudah melakukan pendampingan/ pelatihan terhadap warga desa dan pengembangan BUMDes. Hanya saja, ia juga mengaku cukup sulit mengubah mindset warga terhadap konsep desa wisata.

“Desa wisata itu sangat menguntungkan bagi warga setempat karena bisa meningkatkan perekonomian. Untuk itu, setiap warga dipacu lebih kreatif menciptakan karakter desanya agar dapat dikunjungi wisatawan,” katanya.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Ferry Wawan Cahyono selaku narasumber utama dalam acara itu mengaku sependapat dengan ide desa wisata tersebut. Karena, desa wisata mampu menggerakkan perekonomian untuk mengurangi kemiskinan, terlebih pasca pandemi ini.

“Ayo, semangat berkontribusi untuk meningkatkan desa wisata. Karena, DPRD sendiri sangat concern terhadap munculnya desa wisata. Hal itu tertuang dalam Perda Provinsi Jateng Nomor 2 Tahun 2019 tentang Pengembangan Desa Wisata,” kata Politikus Golkar.

Kontribusi masyarakat itu dapat dilakukan dengan memasarkan potensi desa, salah satunya melalui media online. Dengan memanfaatkan teknologi informasi, maka desa wisata lebih dikenal luas.

“Potensi desa itu dapat dipasarkan melalui media sosial. Kami (DPRD) siap mendukung pengembangan desa wisata yang ada di Banjarnegara dengan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder. Ini salah satu upaya pengungkit ekonomi pasca pandemi,” tandasnya. (bintari/ariel)

Berita Terkait

  • Dewan Dukung Unnes Tetap Jadi Kampus Konservasi

    SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Sukirman menghadiri acara Dies Natalis Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang ke-57, Rabu (8/6/2022). Acara tersebut dilangsungkan di Gedung Auditorium Profesor Wuryanto dan tema yang diambil dalam acara itu yaitu ‘Cerdas untuk Indonesia Emas.’

  • Pimwan Hadiri Pelantikan Wali Kota Semarang

    SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Ferry Wawan Cahyono didampingi Anggota DPRD Jateng hadir dalam acara pelantikan Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu. Acara itu digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Senin (30/1/2023).  

  • Draf Raperda Koperasi & UMKM Dikonsultasikan kepada Kemendagri

    JAKARTA – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Jawa Tengah serius akan mengegolkan Raperda tentang Pemberdayaan Koperasi dan UMKM. Seperti pada Rabu (29/5/2024), Bapemperda berkunjung ke Ditjen Otda Kemendagri guna konsultasi terkait raperda tersebut. Kunjungan itu langsung diterima oleh Ketua Tim III Ditjen Produk Hukum Daerah Ni Putu Witari.

  • Komisi E Berharap DTKS Jadi Acuan Pendataan Penanggulangan Kemiskinan

    PATI – Komisi E DPRD Jateng berharap pentingnya sinkronisasi data pemerintah pusat dengan daerah supaya penyelenggaraan kesejahteraan sosial tepat sasaran. Penegasan ini disampaikan Wakil Ketua Komisi E Abdul Aziz saat berdiskusi dengan jajaran Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Pati, Kamis (24/8/2023). Sebelumnya, Rabu (23/8/2023), Komisi E berkunjung ke Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Sensorik Metra “Pendowo” di Kudus.