Dewan Dukung Unnes Tetap Jadi Kampus Konservasi

IMG 20220608 WA0021

DIES NATALIS. Sukirman menghadiri acara Dies Natalis Unnes yang ke-57 dengan tema ‘Cerdas untuk Indonesia Emas,’ Rabu (8/6/2022), di Gedung Auditorium Profesor Wuryanto. (foto rafdan)

SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Sukirman menghadiri acara Dies Natalis Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang ke-57, Rabu (8/6/2022). Acara tersebut dilangsungkan di Gedung Auditorium Profesor Wuryanto dan tema yang diambil dalam acara itu yaitu ‘Cerdas untuk Indonesia Emas.’

Pada kesempatan itu, Sukirman memberikan selamat kepada Unnes sekaligus mengapresiasi karena mampu menjadi kampus konservasi lingkungan. Ia menilai kegiatan konservasi itu harus terus didorong untuk menjaga pelestarian lingkungan di sekitarnya.

“Pertama-tama, saya ingin mengucapkan selamat atas Dies Natalis Unnes yang ke-57 dan Unnes sebagai kampus konservasi masih konsisten untuk melakukan upaya-upaya pelestarian lingkungan. Dimana, kegiatan itu sangat penting dan harus didorong sehingga menjadi sebuah kebijakan khususnya di Kementerian Pendidikan & Kebudayaan,” kata Politikus PKB itu.

Sementara dalam sambutannya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia & Kebudayaan Indonesia Muhadjir Effendy mengatakan pihaknya kini memiliki Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Diharapkan, dengan adanya program itu akan menguatkan komitmen dari Unnes yakni menciptakan tenaga pendidik yang berkualitas karena jiwa dari Unnes itu sendiri adalah pendidikan. Ia juga mengatakan pentingnya konservasi budaya yang tidak kalah penting dengan konservasi nilai dalam kehidupan di Negara Indonesia.

“Saya yakin Unnes memiliki tradisi yang kokoh menciptakan tenaga pendidik yang handal dan juga berkualitas. Dan, saya ingin berpesan bahwa ruh dari Unnes ini adalah pendidikan. Maka dari itu, saya sangat yakin Unnes bisa menciptakan tenaga pendidik yang unggul. Konservasi budaya ini tidak kalah penting dengan konservasi nilai karena Bangsa Indonesia saat ini masih krisis karakter untuk menciptakan SDM yang unggul dan bermartabat,” ujar menteri. 

Dalam hal ini, Rektor Unnes Faturohman mengaku siap mendukung program dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset & Teknologi Indonesia yaitu MBKM. Karena, program itu bertujuan untuk menciptakan mahasiswa dengan lulusan yang handal dan berlandaskan Pancasila serta aktif dalam kemajuan dunia.

“Dengan adanya program MBKM dari Pak Menteri, sangat berguna bagi mahasiswa-mahasiswa khususnya Unnes,” kata rektor. (rafdan/ariel)

Info Lainnya

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.

  • RAPAT PARIPURNA: Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal 

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (2/7/2026), Komisi E DPRD Provinsi Jateng memberikan penjelasan tentang Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal. Disampaikan oleh Anggota Komisi E, Jafar Shodiq, raperda itu didasarkan atas tingginya kontribusi tenaga kerja informal memberikan kontribusi besar dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran. 

  • Bahas Panti Sosial, Risiko Penularan TBC Disorot

    SURABAYA — Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendesak Pemerintah Provinsi segera membenahi standard operating procedure (SOP) dari pengelolaan panti rehabilitasi sosial. Pasalnya, penataan penanganan pasien dengan penyakit menular dinilai masih sangat longgar dan mengancam keselamatan penghuni panti lainnya.

  • Pengelolaan Aset Jalan Dapat Berkontribusi PAD

    YOGYAKARTA — Penyusunan Raperda tentang Standardisasi Penyelenggaraan Jalan Provinsi tidak hanya mengatur aspek teknis pembangunan dan pemeliharaan jalan tapi juga pemanfaatan aset jalan secara optimal. Komisi D DPRD Provinsi Jateng menilai pengaturan tersebut dapat menjadi instrumen baru untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).