SOSIALISASI NON-PERDA: Antisipasi Peningkatan Covid-19 saat Mudik Lebaran

20220423163626 IMG

MUDIK LEBARAN. Bambang Kusriyanto memberikan sambutan, secara virtual, dalam kegiatan ‘Sosialisasi Non-Perda’ dengan tema ‘Antisipasi Peningkatan Covid-19 saat Mudik Lebaran’ di Aula Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang, Sabtu (23/4/2022). (foto azam hanif adin)

BERGAS – Pada tahun ini, pemerintah pusat membolehkan masyarakat untuk melaksanakan kegiatan mudik. Diperkirakan, sekitar 85 juta masyarakat yang akan mudik dan Kabupaten Semarang menjadi salah satu tujuan mudik. 

Dalam kegiatan mudik itu, tidak ada penyekatan yang dilakukan Polri. Meski begitu, masyarakat dihimbau tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) karena Covid-19 sendiri belum benar-benar hilang. Dengan disiplin yang ketat, diyakini penyebaran virus dapat ditekan.

“Kami berharap momen mudik kali ini dapat berjalan dengan baik dan tingkat penyebarannya dapat diminimalisir,” harap Ketua DPRD Provinsi Jateng Bambang Kusriyanto, saat memberikan sambutan secara virtual, dalam kegiatan ‘Sosialisasi Non-Perda’ dengan tema ‘Antisipasi Peningkatan Covid-19 saat Mudik Lebaran’ di Aula Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang, Sabtu (23/4/2022).

Senada, Anggota DPRD Kabupaten Semarang Ari Dwi Setyanto juga akan melakukan pantauan ke titik-titik arus mudik seperti terminal dan pusat-pusat keramaian. Dari pantauan itu, DPRD ingin melihat kesiapan arus mudik dan balik lebaran sekaligus kedisplinan prokes masyarakat.

“Kami tetap memantau kesiapan mudik dan tetap berharap penyebaran Covid-19 dapat terus ditekan, terutama saat lebaran,” kata Ari.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang Dwi Syaiful Nur Hidayat mengatakan situasi pandemi kini memasuki Level 1. Dengan level itu, berdampak pada kondisi pelaksanaan pembelajaran, tempat kerja, tempat ibadah, dan tempat kegiatan perekonomian dapat berjalan 100%.

“Dalam kesiapsiagaan pelayanan puskesmas non-rawat inap diberlakukan piket saat libur Hari Raya. Itu untuk mengantisipasi masyarakat dan pemudik sakit saat lebaran. Selain itu, kami juga menyiapkan Posko Lebaran dan Cuti Bersama mulai 28 April hingga 9 Mei di Rest Area Ungaran, Pabelan, dan Exit Tol Bawen. Di posko itu, masyarakat bisa vaksin dan tes PCR,” papar Dwi.

Ditambahkannya pula, “untuk antisipasi bagi pemudik yang sudah lolos, akan dipantau melalui puskesmas dan perangkat desa. Jika belum divaksin, akan dilaporkan dan disarankan untuk vaksinasi.” (bintari/ariel)

Info Lainnya

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 20 Juli 2026 – 26 Juli 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah PERIODE DATA 20 Juli 2026 – 26 Juli 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Laporan…

  • Perlu, Penguatan Pengawasan Pesantren Ramah Perempuan & Anak

    JAKARTA – Meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan pesantren menjadi alasan Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendatangi Kantor Kementerian Agama RI, Kamis (23/7/2026). Langkah itu ditempuh untuk memastikan kebijakan perlindungan santri tidak berhenti pada regulasi tapi benar-benar berjalan efektif di setiap pesantren.

  • Destinasi Wisata Terintegrasi Potensi Alam Perlu Diperbanyak

    BANDUNG – Provinsi Jateng membutuhkan model pengelolaan destinasi wisata yang mampu mengintegrasikan potensi alam, masyarakat, dan investasi agar mampu bersaing dengan daerah lain. Untuk itu, Komisi B DPRD Provinsi Jateng memilih mempelajari pengelolaan Floating Market Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (23/7/2026), yang dinilai berhasil mengembangkan wisata berbasis perairan secara berkelanjutan